BREBES – Selain dikenal sebagai daerah penghasil bawang merah, Kabupaten Brebes juga identik dengan julukan Kota Telur Asin. Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-348 Kabupaten Brebes, Festival Telur Asin digelar sebagai bentuk pelestarian dan promosi potensi daerah, penguatan UMKM, serta dorongan bagi pertumbuhan ekonomi kreatif dan partisipasi masyarakat.
Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma, SE, MM menegaskan bahwa Festival Telur Asin bukan sekadar ajang hiburan, melainkan simbol kebanggaan terhadap identitas daerah.
“Festival Telur Asin bukan hanya hiburan, tetapi juga wujud kebanggaan kita terhadap identitas Brebes. Telur asin adalah ikon daerah, simbol kerja keras para peternak, pelaku UMKM, dan generasi penerus yang terus berinovasi,” ujar Bupati Paramitha saat membuka Festival Telur Asin di Alun-alun Brebes, Sabtu (17/1/2026) malam.
Menurutnya, festival ini menunjukkan bahwa produk lokal Brebes memiliki daya saing, bernilai ekonomi tinggi, dan mampu berkembang mengikuti perkembangan zaman. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat—pemerintah, pelaku usaha, komunitas kreatif, generasi muda, hingga masyarakat umum—untuk bergerak bersama membangun Brebes yang lebih maju dan sejahtera.
“Saya mengapresiasi seluruh rangkaian kegiatan Festival Telur Asin, mulai dari pameran UMKM, lomba makan telur asin, lomba kreasi olahan telur asin, hingga hiburan rakyat. Ini membuktikan bahwa Brebes kaya akan kreativitas, budaya, dan semangat kebersamaan lintas generasi,” tuturnya.
Bupati berharap festival tersebut menjadi ruang promosi, inovasi, dan kolaborasi untuk memperluas pasar serta meningkatkan nilai tambah produk lokal.
“Mari kita nikmati Festival Telur Asin dengan penuh suka cita. Jaga ketertiban, kebersihan, dan keamanan bersama. Semoga peringatan Hari Jadi ke-348 Brebes menjadi energi baru untuk menyatukan langkah menuju Brebes Beres,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Festival Telur Asin Khaerul Abidin menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan festival meliputi lomba makan telur asin sebagai hiburan rakyat yang bersifat edukatif dan rekreatif, serta lomba cipta menu olahan telur asin yang diikuti oleh Tim Penggerak PKK dari 17 kecamatan. Kegiatan tersebut bertujuan mendorong inovasi produk dan meningkatkan nilai tambah telur asin Brebes.
“Selain itu, malam ini juga ditampilkan fashion culture karya Arya Kris Modelling serta penampilan para kepala OPD Kabupaten Brebes yang memperkenalkan berbagai motif batik khas Brebes,” jelas Khaerul.
Khaerul yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan (Dinkopumdag) Kabupaten Brebes menambahkan, Festival Telur Asin digelar selama dua hari, Sabtu dan Minggu.
“Besok akan ada kirab budaya dengan gunungan telur asin sebagai simbol rasa syukur atas potensi unggulan Kabupaten Brebes, yang kemudian dilanjutkan dengan pembagian telur asin kepada masyarakat,” ujarnya.
Festival Telur Asin akan ditutup pada Minggu malam (18/1/2026) dengan penampilan spesial dari Niken Salindry, Charly Van Houten, dan Afifah KDI.
(Rusmono)






