Akibat Atap Rumah Bocor, Lantai Tanah Jadi Becek : Kisah Kakak Beradik Miskin di Desa Dukuhlo Bulakamba

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES – Air hujan masuk dari atap rumah yang berlubang, membasahi lantai tanah di sebuah rumah kecil di Desa Dukuhlo, RT.02/04 Kecamatan Bulakamba/Brebes. Di rumah itulah Nurokhim, 49 tahun, dan adiknya, Musriah, 44 tahun, menjalani ber hari-hari dalam keterbatasan.

Setiap musim hujan datang, genangan air dan lumpur menjadi bagian dari kehidupan mereka.
Rumah berdinding bata merah itu pernah direhabilitasi melalui program rumah tidak layak huni beberapa tahun lalu.

Kini, bangunan tersebut kembali rapuh. Dinding bagian belakang rubuh, atapnya ambrol, dan nyaris tak ada ruang kering di dalam rumah saat hujan turun. Lantai tanah yang becek membuat mereka harus berhati-hati melangkah.

Di sudut rumah, sebuah dipan kayu lapuk menjadi tempat tidur Nurokhim. Ia tidur tanpa kasur, hanya beralas papan yang mulai keropos.

Musriah, adiknya, menghabiskan malam dengan berbaring di lantai tanah, beralaskan terpal plastik yang digelar seadanya. Ruang tidur itu menyatu dengan area mandi, tanpa sekat yang jelas.
Untuk menyambung hidup, Nurokhim berjualan mainan anak-anak keliling kampung.

Penghasilannya tak menentu dan sering kali tak cukup untuk membeli lauk. Dalam kondisi seperti itu, keduanya bergantung pada uluran tangan warga sekitar. Ada tetangga yang mengantar makanan, ada pula yang sekadar memberi beras atau lauk pauk.

“Kalau hujan, rumah bocor semua. Tembok dan atap di belakang juga sudah ambruk,” kata Nurokhim, Selasa, (20/1/ 2026).

Kebutuhan mandi, mencuci, dan buang air tak bisa mereka lakukan di dalam rumah. Fasilitas MCK berada di luar bangunan utama, hasil bantuan pemerintah.

Sementara listrik masih menumpang dari rumah tetangga. Di tengah keterbatasan itu, Nurokhim mengaku bantuan sosial sering terdengar ada, namun tak selalu sampai ke tangannya.

“Bantuan sering ada, tapi diambil kakak kami yang tinggal di rumah lain,” ujarnya lirih.

Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) mencatat keluarga Nurokhim masuk dalam Desil 1, kategori sangat miskin.

Camat Bulakamba Setiawan Nugroho mengatakan pihaknya telah melakukan asesmen langsung ke lokasi. “Keluarga itu masuk DTSEN Desil 1. Bantuan seperti BPNT Rp300 ribu dan BLT Kesra Rp900 ribu juga tercatat diterima,” kata Setiawan.

Menurut Setiawan, pemerintah kecamatan telah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Dinas Sosial Kabupaten Brebes untuk menindaklanjuti kondisi rumah dan kebutuhan dasar keluarga tersebut. Namun bagi Nurokhim dan Musriah, waktu berjalan lebih lambat dari proses administrasi.

Di rumah kecil yang nyaris roboh itu, mereka menunggu uluran bantuan sembari bertahan dengan apa yang ada. Setiap tetes hujan yang jatuh dari atap berlubang menjadi pengingat bahwa kemiskinan bukan sekadar angka dalam data, melainkan kenyataan yang mereka jalani setiap hari.

Red: Rusmono

Berita Terkait

PDI Perjuangan Brebes Tegaskan Jawa Tengah Tetap Kandang Banteng
Jalan Sehat Dies Natalis ke 24 SMK Nurul Islam Larangan Disambut Meriah Ribuan Siswa dan Warga
Mental Baja Livin’ Mandiri Bawa Kemenangan Dramatis atas Popsivo Polwan
Menteri PU Tinjau Longsor Cisarua, 6 Alat Berat Dikerahkan untuk Evakuasi
Kejutan Proliga 2026, Jakarta Garuda Jaya Tumbangkan Juara Bertahan Bhayangkara Presisi
Menteri PU Tinjau Normalisasi Sungai Aek Doras untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana Sumut
Tinjau Banjir Bekasi, Menteri PU Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah
Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Longsor Cisarua Bandung Barat
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Januari 2026 - 14:14 WIB

PDI Perjuangan Brebes Tegaskan Jawa Tengah Tetap Kandang Banteng

Senin, 26 Januari 2026 - 11:42 WIB

Jalan Sehat Dies Natalis ke 24 SMK Nurul Islam Larangan Disambut Meriah Ribuan Siswa dan Warga

Minggu, 25 Januari 2026 - 17:55 WIB

Mental Baja Livin’ Mandiri Bawa Kemenangan Dramatis atas Popsivo Polwan

Minggu, 25 Januari 2026 - 15:01 WIB

Kejutan Proliga 2026, Jakarta Garuda Jaya Tumbangkan Juara Bertahan Bhayangkara Presisi

Minggu, 25 Januari 2026 - 14:55 WIB

Menteri PU Tinjau Normalisasi Sungai Aek Doras untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana Sumut

Berita Terbaru