PURWOKERTO – Sebuah terobosan besar dalam sistem layanan kesehatan Jawa Tengah resmi lahir dari lereng Gunung Slamet. RS Ananda Purwokerto, yang berada di bawah naungan PT Ananda Pancagati Setia Sejahtera, menjalin kolaborasi strategis dengan RSI Sultan Agung Semarang dalam membangun ekosistem rujukan fast track (jalur cepat) berbasis kompetensi.
Sinergi dua institusi kesehatan ini diawali dengan aksi nyata berupa kegiatan Bakti Sosial di Desa Baseh, Kecamatan Kedungbanteng, wilayah pelosok di ujung utara Kabupaten Banyumas. Kegiatan tersebut menjadi simbol komitmen bahwa pelayanan kesehatan bermutu harus menjangkau hingga lapisan masyarakat paling terpencil.
Rujukan Tanpa Sekat: Hak Pasien Jadi Prioritas
Kolaborasi ini merupakan respons konkret terhadap transformasi kebijakan kesehatan nasional, di mana sistem rujukan kini tidak lagi semata berbasis wilayah geografis, melainkan pada kompetensi layanan medis.
Dalam ekosistem baru ini, pasien—khususnya peserta BPJS—memiliki hak penuh untuk dirujuk ke rumah sakit dengan kompetensi terbaik sesuai kebutuhan medisnya.
“Kami ingin memastikan bahwa pasien dari Purwokerto dan sekitarnya yang membutuhkan layanan medis tingkat lanjut di RSI Sultan Agung dapat terlayani melalui jalur fast track. Jarak bukan lagi penghalang untuk mendapatkan standar layanan rujukan nasional hingga internasional,” ujar perwakilan manajemen dalam peluncuran kerja sama tersebut.
Inovasi Transportasi: Menembus Pelosok dengan Jalur Rel
Salah satu aspek paling visioner dalam kolaborasi ini adalah integrasi moda transportasi dengan PT KAI wilayah Daop Semarang dan Purwokerto.
Guna menjamin keselamatan pasien dalam masa kritis (golden period), kedua rumah sakit menyiapkan skema rujukan menggunakan kereta api dengan sistem drop and carry antarstasiun. Skema ini memungkinkan pasien rujukan menempuh perjalanan antar-kota secara lebih stabil, cepat, dan aman dibanding jalur darat yang rawan kemacetan.
Langkah tersebut diperkuat dengan komitmen RS Ananda yang siap menyediakan layanan antar-jemput pasien hingga ke pelosok desa, sehingga masyarakat di wilayah terpencil seperti utara Banyumas tetap terhubung langsung ke pusat rujukan kompetensi.
Syiar Islam dan Semangat Kolaborasi
Bagi RSI Sultan Agung, sinergi ini merupakan pengejawantahan visi progresif Ketua Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA), Prof. Dr. Bambang Tri Bawono, S.H., M.H., yang memandang pelayanan kesehatan sebagai bagian dari syiar Islam dan pengabdian sosial.
Kolaborasi ini juga bertepatan dengan peringatan Dies Natalis HMI ke-79, di mana kader HMI Kesehatan Purwokerto turut terlibat aktif dalam kegiatan bakti sosial.
Direktur Utama RSU Ananda, dr. M.B. Gandhy Surya Dirgantara, Sp.An., M.Kes., menegaskan bahwa kerja sama ini tidak bersifat eksklusif.
“Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi ormas, komunitas, dan kader kesehatan lainnya untuk bersinergi. Tujuan utamanya satu: meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara kolektif,” ujarnya.
Menuju Standar Pelayanan Baru
Dengan penggabungan profesionalisme manajemen RS Ananda dan keunggulan kompetensi medis RSI Sultan Agung, ekosistem ini diharapkan menjadi model baru rujukan kesehatan di Indonesia—sebuah sistem yang cepat, adaptif, dan berpihak pada hak pasien.
Bukan lagi pasien yang menyesuaikan sistem, melainkan sistem yang menjemput pasien hingga ke depan pintu rumahnya.
Poin Utama Kolaborasi
-
Fast Track System: Pemangkasan birokrasi rujukan antar-rumah sakit.
-
Jalur Kereta Api: Inovasi transportasi rujukan antar-kota yang stabil dan efisien.
-
Siap Antar-Jemput: Akses langsung bagi masyarakat di pelosok Banyumas.
-
Berbasis Kompetensi: Mengutamakan hak pasien untuk memilih layanan medis terbaik.






