BREBES, Beritafakta.id – Semangat kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah daerah menguat dalam Konferensi Cabang (Konfercab) III dan Simposium Daerah Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Brebes, di Pendopo Bumiayu, Minggu (15/2/2026).
Forum tersebut tidak hanya menjadi ajang regenerasi kepemimpinan, tetapi juga ruang refleksi bersama atas tantangan ekologis yang dihadapi Kabupaten Brebes di usianya yang ke 348 tahun.
Bupati Brebes yang diwakili Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Brebes Apriyanto Sudarmoko menyampaikan apresiasi atas peran mahasiswa sebagai agen perubahan dan kontrol sosial. Ia menegaskan bahwa kondisi ekologis Brebes menjadi perhatian serius yang membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk kalangan intelektual muda.
Menurutnya, Brebes merupakan daerah dengan kerentanan ekologis yang nyata. Banjir kerap melanda wilayah selatan seperti Kecamatan Bumiayu dan sekitarnya akibat curah hujan tinggi, alih fungsi lahan, sedimentasi sungai, hingga persoalan tata ruang.
Selain itu, lanjut Apriyanto, ancaman longsor di wilayah perbukitan, kekeringan saat musim kemarau, serta degradasi lingkungan akibat aktivitas manusia juga menjadi persoalan yang tak bisa diabaikan.
“Di sinilah peran kader GMNI dan kaum intelektual muda sangat dibutuhkan, dengan gagasan-gagasan kritis, rekomendasi kebijakan yang konstruktif, serta gerakan nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat ekonomi kerakyatan,” ujarnya.
Apriyanto menekankan, kondisi tersebut merupakan alarm bersama agar pembangunan tidak mengorbankan lingkungan. Pertumbuhan ekonomi, lanjutnya, tidak boleh dibayar dengan kerusakan ekologis.
“Pemerintah daerah berkomitmen mendorong pembangunan berkelanjutan yang menjaga keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan,” pungkasnya.
Ketua Panitia Yusuf menyampaikan, Konfercab merupakan forum tertinggi di tingkat DPC untuk merumuskan arah gerak organisasi sekaligus memilih kepemimpinan baru. Ia menjelaskan, forum tersebut tidak hanya berfokus pada agenda internal, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk membahas isu-isu lingkungan yang berdampak langsung pada ekonomi masyarakat.
“Di usia Brebes yang ke 348 tahun, GMNI ingin memastikan pembangunan berjalan seimbang, tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi tetapi juga menjaga keberlanjutan ekologi,” tegasnya.
Konfercab dan simposium menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Madya CDK Wilayah V DLH Provinsi Jawa Tengah Rokib SHut MP, Kepala Bidang Perencanaan Hukum Lingkungan DLH Gatot Setia Nugroho ST serta aktivis lingkungan Kecamatan Sirampog Adi Gunawan SH.
Dalam diskusi simposium daerah, para narasumber menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan. Alih fungsi lahan, pengelolaan sampah, hingga kerusakan kawasan hutan disebut sebagai isu strategis yang harus ditangani secara kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan mahasiswa.
Konfercab diikuti lima komisariat DPK GMNI, yakni GMNI UMBS, GMNI STUPB, GMNI FKIP UPB, GMNI STAI Brebes, dan GMNI UMUS Brebes. Hadir pula perwakilan dari DPD, DPP, serta alumni GMNI. (Red/Rusmono)
Penulis : Rusmono
Editor : Azizah Estetika












