Brebes, Beritafakta.id – Pemerintah Kabupaten Brebes terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan masyarakatnya melalui berbagai inisiatif inovatif. Salah satu terobosan yang paling menonjol adalah program “Satu Keluarga Satu Sarjana” yang digagas oleh Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma.
Program ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap keluarga di Brebes memiliki setidaknya satu anggota keluarga yang menempuh pendidikan tinggi hingga lulus sarjana, dengan harapan dapat mengubah nasib keluarga dan masyarakat secara keseluruhan.
Sebagai salah satu solusi kongkrit untuk mengatasi masalah kemiskinan dan ketimpangan pendidikan di Brebes.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Brebes, Sutaryono melalui Kabid Pora M.Aka Dharma W , kepada awak media.
Lebih lanjut Aka Dharma mengatakan, kemiskinan sering kali disebabkan oleh kurangnya akses terhadap pendidikan, dan dengan memberikan kesempatan kepada setiap keluarga untuk memiliki setidaknya satu sarjana, diharapkan dapat memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan derajat ekonomi keluarga dan masyarakat.
“Setiap keluarga harus punya minimal satu sarjana. Itu komitmen kami,” ujar Aka Dharma. Ia juga menambahkan bahwa program ini bukan hanya soal beasiswa, tapi tentang meruntuhkan batas sosial, mengangkat masa depan anak desa, dan mengubah nasib lewat pendidikan tinggi.
Aka Dharma menambahkan, untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Pemerintah Kabupaten Brebes telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4 juta per mahasiswa per tahun untuk membantu biaya pendidikan.
Selain itu, pemerintah juga telah menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi yang ada di Brebes, termasuk 14 perguruan tinggi lokal , untuk memberikan akses pendidikan yang lebih luas dan mudah bagi warga Brebes.
Program “Satu Keluarga Satu Sarjana” telah memberikan dampak positif bagi warga Brebes, terutama bagi keluarga kurang mampu yang sebelumnya sulit mengakses pendidikan tinggi. Sebanyak 480 mahasiswa dari keluarga kurang mampu berhasil lolos sebagai penerima beasiswa program ini.
Memasuki tahun kedua yaitu di tahun 2026, Pemkab Brebes menambah jumlah kuota penerima beasiswa, sebanyak 180 mahasiswa tambahan. Sehingga total untuk saat ini di tahun 2026 sebanyak 660 mahasiswa yang bisa menikmati akses pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,”ujar Aka Dharma.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pengentasan kemiskinan extrim di Brebes, yang tercatat mengalami penurunan signifikan, hingga 26 ribu jiwa dalam setahun terakhir. Berkat berbagi program intervensi pemerintah kabupaten Brebes.
Menurutnya, program ini jadi harapan nyata bagi keluarga yang dulu hanya bisa bermimpi punya anak kuliah. “Bukan soal mampu atau tidak, tapi mau atau tidak. Semua anak Brebes bisa kuliah asal punya kemauan,” tegasnya.
Terpisah Kabid Dikdas Aditya Perdana, juga berharap agar para lulusan program ini dapat menjadi generasi muda yang bukan hanya pintar secara akademik, tetapi juga tangguh, kreatif, dan memiliki semangat untuk berkontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat Brebes.
“Gelar sarjana juga membawa tanggung jawab moral untuk mengamalkan ilmu demi kemajuan masyarakat. Brebes membutuhkan generasi muda yang memiliki potensi besar untuk menjadi pelaku usaha, berdaya saing, dan mandiri,” ucapnya.
Program “Satu Keluarga Satu Sarjana” merupakan bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Brebes dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakatnya. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat tercipta generasi muda yang lebih cerdas, berdaya saing, dan mampu membawa perubahan positif bagi keluarga dan masyarakat Brebes di masa depan,”Pungkasnya. (Red/Rusmono)
Penulis : Rusmono
Editor : Azizah Estetika






