Banjarnegara, Berita Fakta.id – Suasana khidmat menyelimuti Pendapa Dipayudha pada Jumat malam (20/2/2026) saat Amalia Desiana membuka Tarawih Silaturahmi (Tarhim) 1447 H/2026 M. Tarhim perdana ini tidak sekadar menjadi agenda rutin Ramadan, tetapi juga ruang perenungan spiritual sekaligus refleksi satu tahun perjalanan kepemimpinan daerah di Kabupaten Banjarnegara.
Momentum Spiritual dan Kebersamaan
Jajaran Forkopimda, kepala OPD, tokoh agama, dan masyarakat mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh kekhusyukan. Mereka memulai acara dengan doa bersama, dilanjutkan buka puasa, salat Isya, dan tarawih berjamaah. Pemerintah daerah memaknai Ramadan sebagai momentum memperkuat keimanan sekaligus mempererat ukhuwah antara pemerintah dan masyarakat.
Kepemimpinan sebagai Amanah
Dalam sambutannya, Bupati Amalia Desiana menegaskan bahwa pembangunan Banjarnegara tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan capaian angka, tetapi juga pembentukan karakter serta nilai kehidupan. Ia menekankan bahwa kepemimpinan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya di hadapan masyarakat, tetapi juga di hadapan Allah SWT.
“Kami ingin pembangunan dan perjuangan ini benar-benar membawa manfaat dan meninggalkan jejak kebaikan. Semoga lima tahun masa jabatan ini menjadi bagian dari amal jariyah yang bisa dirasakan anak cucu kita kelak,” ungkapnya penuh harap.
Bupati juga mengingatkan bahwa tepat hari itu genap satu tahun dirinya bersama Wakhid Jumali mengemban amanah rakyat. Refleksi tersebut menjadi pengingat agar arah pembangunan tidak berhenti pada statistik kemiskinan atau pengangguran, tetapi juga menghadirkan keadilan, kesejahteraan, dan keberkahan nyata bagi masyarakat.
“Kami tidak ingin hanya berbicara angka. Yang utama adalah dampak nyata dan keberkahan bagi masyarakat Banjarnegara,” tegasnya.
Siraman Rohani Perkuat Integritas
Pesan spiritual semakin kuat melalui tausiah yang disampaikan Sukarno. Ia mengajak seluruh unsur pemerintahan menjaga integritas, memperkuat sinergi, serta menjadikan Ramadan sebagai madrasah pembentukan karakter—jujur dalam kebijakan, adil dalam pelayanan, dan tulus dalam pengabdian.
Salat Isya dan tarawih berjamaah dipimpin Afit Juliet, menambah kekhusyukan suasana malam itu.
Tarhim Dilanjutkan ke Desa dan Kecamatan
Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menegaskan bahwa Tarhim bukan sekadar seremoni, tetapi gerakan mendekatkan pemerintah dengan masyarakat secara lahir dan batin. Mulai Senin, 23 Februari 2026, kegiatan ini akan berlanjut ke desa dan kecamatan melalui enam tim yang dipimpin Bupati, Wakil Bupati, Sekda, serta tiga staf ahli.
Melalui rangkaian Tarhim Ramadan, pemerintah daerah meneguhkan komitmen bahwa pembangunan harus berlandaskan iman, kebersamaan, dan nilai spiritual. Dari hati yang bersih dan niat yang lurus, diharapkan lahir kebijakan yang adil serta pembangunan yang membawa berkah bagi seluruh masyarakat Banjarnegara.
Penulis : Baskoro
Editor : Azizah Estetika






