Banjarnegara, BeritaFakta.id — DPRD menyoroti refleksi pembangunan daerah saat Kabupaten Banjarnegara memasuki usia ke-455 pada 2026. Para pemangku kebijakan memandang momentum hari jadi ini sebagai waktu strategis untuk menilai arah pembangunan sekaligus menguatkan potensi lokal yang sudah nyata.
Potensi Lokal Harus Jadi Fondasi Pembangunan
Anggota Komisi I DPRD Banjarnegara dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya, Martoyo, S.Sos., menegaskan bahwa pembangunan harus bertumpu pada kekuatan riil daerah. Ia meminta pemerintah tidak memaksakan program yang tidak sesuai karakter wilayah.
“Tidak usah mengada-ada. Berdayakan apa yang sudah ada. Banjarnegara ini kurang apa? Air ada, gunung punya, alat pertanian ada, sawah luas. Tinggal bagaimana kita serius mengelola dan mengoptimalkannya,” tegasnya saat menanggapi refleksi Hari Jadi Kabupaten Banjarnegara ke-455, Sabtu (21/2/2026).
Martoyo menilai Banjarnegara memiliki sumber daya lengkap untuk mendorong kemandirian ekonomi. Ia menyebut pertanian, perikanan air tawar, pariwisata pegunungan, serta usaha kecil dan menengah (UKM) sebagai sektor yang menyimpan peluang besar untuk tumbuh berkelanjutan.
Penguatan UMKM Selaras Arah Nasional
Martoyo juga menekankan pentingnya memperkuat usaha kecil. Ia mengaitkan langkah tersebut dengan kebijakan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, khususnya Asta Cita poin keenam tentang pembangunan desa dan ekonomi kerakyatan.
“Usaha kecil itu harus menjadi prioritas. Ini sejalan dengan visi Presiden melalui Asta Cita, terutama poin keenam, yang menekankan pembangunan berbasis desa dan penguatan ekonomi rakyat. Banjarnegara punya banyak pelaku usaha kecil yang potensial, tinggal didorong akses permodalan, pemasaran, dan pendampingannya,” ujarnya.
Ia mendorong pemerintah daerah memfokuskan program pada sektor unggulan yang sudah terbukti, terutama pertanian dan produk olahan lokal. Menurutnya, kebijakan harus menyesuaikan karakter wilayah agar manfaatnya benar-benar terasa.
Kemandirian Masyarakat Jadi Tujuan Utama
Martoyo menegaskan bahwa pembangunan harus menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Infrastruktur tetap penting, tetapi pemerintah harus mengarahkannya untuk memperkuat ekonomi produktif warga.
“Pembangunan itu bukan sekadar membangun fisik. Yang lebih penting adalah membangun kemandirian masyarakat. Kalau potensi yang ada dimaksimalkan, kesejahteraan akan mengikuti,” tandasnya.
Titik Balik Menuju Banjarnegara Lebih Maju
Refleksi 455 tahun Banjarnegara diharapkan menjadi momentum konsolidasi pembangunan. Pemerintah perlu memperkuat yang sudah berjalan baik, memperbaiki yang masih kurang, serta menjaga kebijakan tetap berpihak pada rakyat.
Dengan sumber daya alam melimpah dan semangat gotong royong yang kuat, Banjarnegara diyakini mampu melangkah maju tanpa kehilangan jati diri daerah.
Penulis : Baskoro
Editor : Azizah Estetika






