Brebes, beritafakta.id- Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Wakil Bupati Brebes Wurja SE memberikan pembinaan sekaligus menyerahkan insentif kepada 886 pegiat keagamaan di Kecamatan Larangan, di Komplek KGB Larangan, Selasa (10/3/2026).
Menurut Wurja, kegiatan ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Brebes untuk terus mendekatkan diri kepada masyarakat, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan para pegiat agama dalam membangun Brebes yang religius dan berakhlakul karimah.
Wurja menegaskan, para pegiat keagamaan memiliki peran yang sangat strategis dalam kehidupan masyarakat. Mereka menjadi garda terdepan dalam membina akhlak umat, membentuk karakter generasi muda, serta menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat.
“Melalui pemberian insentif ini, Pemerintah Kabupaten Brebes ingin menyampaikan rasa hormat, apresiasi, dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pegiat keagamaan atas pengabdian yang telah diberikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan, pemerintah menyadari pengabdian para pegiat agama tidak dapat dinilai dengan materi. Namun, insentif yang diberikan diharapkan menjadi bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah agar para pegiat keagamaan semakin semangat dalam menjalankan tugas mulianya.
Lebih lanjut, Wakil Bupati menekankan, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik semata, tetapi juga pembangunan mental dan spiritual masyarakat. Infrastruktur dapat dibangun melalui anggaran, namun karakter dan akhlak masyarakat hanya dapat dibentuk melalui pendidikan serta pembinaan keagamaan yang berkelanjutan.
Wurja berharap, kegiatan pembinaan keagamaan seperti ini terus diperkuat dan dijadikan momentum untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama di tengah masyarakat.
“Momentum Ramadan hendaknya kita jadikan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, mempererat persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian sosial kepada sesama, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.
Wakil Bupati juga mengajak seluruh pegiat keagamaan untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjaga kondusivitas wilayah, menyebarkan pesan-pesan kedamaian, serta menangkal berbagai paham yang dapat memecah belah persatuan umat.
“Semoga hubungan antara pemerintah daerah dan para tokoh agama semakin erat, sehingga bersama-sama dapat mewujudkan masyarakat Brebes yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia,” pungkasnya.
Acara dihadiri oleh sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes, Camat Larangan beserta Forkopimca, serta ratusan pegiat keagamaan yang terdiri dari guru ngaji, guru Madin, imam masjid dan mushola, da’i, hafidz/hafidzah, serta para pengasuh pondok pesantren di wilayah Kabupaten Brebes.
Penulis : Rusmono
Editor : Faiza Sasikirana












