Sampah TPS Karang Tengah Overload, Lurah Ungkap Banyak Pembuang dari Luar Wilayah.

Kamis, 12 Maret 2026 - 14:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fhoto: Salah satu TPS Kelurahan Karang Tengah yang berdekatan dengan Sekolahan, Kantor Kelur ahan, dan Puskesmas l Banjarnegara.(Dok.Berita Fakta.id).

Fhoto: Salah satu TPS Kelurahan Karang Tengah yang berdekatan dengan Sekolahan, Kantor Kelur ahan, dan Puskesmas l Banjarnegara.(Dok.Berita Fakta.id).

Banjarnegara,Berita Fakta.id– Persoalan penumpukan sampah di sejumlah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, mendapat perhatian serius dari pemerintah kelurahan setempat. Lurah Karang Tengah, Suyitno, mengungkapkan bahwa penumpukan sampah tidak sepenuhnya berasal dari warga setempat, melainkan juga dari wilayah luar kelurahan.

Suyitno menjelaskan, terdapat empat TPS yang berada di pinggir jalan di wilayah Karang Tengah. Namun, dalam praktiknya TPS tersebut tidak hanya dimanfaatkan warga setempat.

“Di Karang Tengah ada empat TPS di pinggir jalan. Yang memanfaatkan ternyata bukan hanya warga Karang Tengah saja, tetapi juga warga dari Kecamatan Pagedongan yang membuang sampahnya di situ,” ujar Suyitno. Kamis(12/3/2026)

Ia menuturkan, ketika sampah mulai menumpuk, pihak kelurahan langsung berkoordinasi dengan Dinas Perumahan, Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPPKPLH) serta pengelola Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winong.

Dari hasil koordinasi tersebut, pihak DPPKPLH mengakui adanya keterlambatan pengangkutan sampah. Hal itu disebabkan keterbatasan tenaga angkut serta armada yang sebagian besar sudah tua dan mengalami kerusakan.

“Mereka mengakui ada keterlambatan pengangkutan karena tenaga angkut berkurang dan armada terbatas, sebagian sudah tua bahkan ada yang rusak,” jelasnya.

Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah Kelurahan Karang Tengah kemudian menggelar musyawarah bersama tokoh masyarakat dan lembaga kemasyarakatan pada 6 Maret 2026 di kantor kelurahan. Pertemuan tersebut juga dihadiri Kepala Bidang Persampahan dan Kebersihan DPPKPLH Banjarnegara, Yeli.

Dalam musyawarah itu, Suyitno menawarkan beberapa opsi penanganan. Salah satunya adalah pengangkutan sampah secara mandiri dengan memanfaatkan kendaraan milik warga, sementara biaya operasional tetap berasal dari iuran masyarakat.

Opsi lainnya adalah menutup TPS dengan sistem penutup dan kunci serta mengatur jadwal pembuangan sampah bagi warga Karang Tengah. Langkah ini bertujuan mencegah warga dari luar wilayah membuang sampah di lokasi tersebut.

Namun, pihak DPPKPLH memberikan arahan agar pengelolaan sampah dilakukan secara mandiri di tingkat RT. Sampah organik diolah menjadi kompos menggunakan komposter, sampah nonorganik disalurkan kepada pengepul atau pemulung, sedangkan sampah residu yang tidak dapat diolah akan dibuang ke TPA Winong.

“Usulan dari DPPKPLH itu disepakati peserta musyawarah. Namun kami meminta adanya bimbingan teknis dan pendampingan agar pelaksanaannya berjalan baik,” kata Suyitno.

Rencananya, program pengelolaan sampah mandiri tersebut akan mulai dijalankan setelah Lebaran. Jika berhasil, model tersebut bahkan berpotensi dijadikan percontohan bagi kelurahan lain di Kabupaten Banjarnegara.

Menurut Suyitno, penanganan sampah harus segera dilakukan karena lokasi TPS berada dekat fasilitas publik seperti sekolah, Kantor Kelurahan Karang Tengah, dan Puskesmas I Banjarnegara.

“Sampah yang menumpuk bisa menimbulkan bau tidak sedap dan mengundang lalat. Ini tentu berdampak pada kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap langkah pengelolaan sampah mandiri yang direncanakan dapat berjalan efektif sehingga mampu mewujudkan lingkungan Karang Tengah yang bersih dan sehat.

Karangtengah bersih dan sehat sehingga tercipta banjarnegara bermartabat dan sejahtera.

Penulis : Baskoro

Editor : azizah estetika

Berita Terkait

Wali Kota Tegal Dorong Gerakan Cinta Zakat: Wujudkan Kepedulian, Bangun Kesejahteraan.
Menanam Harapan, Menuai Perubahan : Warga Binaan Rutan Batam Berhasil Panen Selada Dan Timun.
Ketua DPRD Banjarnegara Soroti Persoalan Sampah, Dorong Pengolahan dari Hulu.
Bukit Dibabat Habis Oleh Alat Berat Secara Senyap, Dugaan Pematangan Lahan Ilegal Mencuat.
Dari Gotong Royong TNI dan Warga, Jalan 1700 Kini Menghubungkan Harapan Desa Cikuya.
Baznas Banjarnegara Salurkan Rp1,2 Miliar untuk Warga Prasejahtera, Dorong Kesejahteraan dan Kemandirian Mustahik.
Ratusan Warga Banjarnegara Padati Bazar Pakaian Murah Rp15 Ribu di Pasar Murah Idulfitri.
Dari Gotong Royong TNI dan Warga, Jalan 869 Meter Kini Menghubungkan Harapan Desa Cikuya
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 16:54 WIB

Wali Kota Tegal Dorong Gerakan Cinta Zakat: Wujudkan Kepedulian, Bangun Kesejahteraan.

Kamis, 12 Maret 2026 - 14:07 WIB

Sampah TPS Karang Tengah Overload, Lurah Ungkap Banyak Pembuang dari Luar Wilayah.

Kamis, 12 Maret 2026 - 12:23 WIB

Menanam Harapan, Menuai Perubahan : Warga Binaan Rutan Batam Berhasil Panen Selada Dan Timun.

Kamis, 12 Maret 2026 - 11:36 WIB

Ketua DPRD Banjarnegara Soroti Persoalan Sampah, Dorong Pengolahan dari Hulu.

Kamis, 12 Maret 2026 - 11:22 WIB

Bukit Dibabat Habis Oleh Alat Berat Secara Senyap, Dugaan Pematangan Lahan Ilegal Mencuat.

Berita Terbaru