Banjarnegara, beritafakta.id- Ratusan warga dari berbagai agama, suku, dan ras memadati Aula Giri Tirta, Paroki Santo Antonius, Rabu sore (11/3/2026), dalam kegiatan pertemuan dan buka puasa bersama lintas iman yang digelar sebagai wujud penguatan toleransi antarumat beragama di Kabupaten Banjarnegara.
Koordinator Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (HAAK) Paroki Santo Antonius, Nugroho, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sebenarnya telah rutin dilaksanakan sejak 2008. Bahkan jauh sebelum Aula Giri Tirta berdiri, kegiatan tersebut sudah berjalan dengan nama Komunitas Pelangi.
“Disebut Pelangi karena kita berbeda-beda, tetapi justru perbedaan warna itu menciptakan keindahan. Itulah cikal bakal kegiatan ini yang kami upayakan terus dilaksanakan setiap tahun,” ujar Nugroho.
Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali, yang hadir dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan lintas iman tersebut. Menurutnya, perbedaan keyakinan di Banjarnegara bukan sesuatu yang memisahkan, melainkan kekuatan yang saling mengokohkan.
“Perbedaan agama, suku, dan ras adalah realitas masyarakat kita. Ini bukan sesuatu yang memisahkan, tetapi justru merekatkan. Kita adalah satu saudara, satu kelompok umat manusia, warga Banjarnegara yang bersama-sama mewujudkan kemajuan tanpa memandang latar belakang apa pun,” kata Wakhid.
Sementara itu, Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, menilai kehadiran masyarakat dalam acara ini menjadi momen emosional untuk kembali mempererat tali silaturahmi.
“Jujur, saya merasa sangat bahagia. Sudah lama rasanya kita tidak merasakan suasana kebersamaan yang begitu hangat seperti ini secara langsung. Hari ini kita bisa duduk bersama dalam satu meja tanpa sekat,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa Banjarnegara merupakan daerah dengan fondasi toleransi yang kuat. Karena itu, masyarakat diimbau tidak mudah terpengaruh isu-isu negatif dari luar yang berpotensi memecah belah persatuan.
“Mari kita jadikan momen ini sebagai pengingat bahwa menjaga perdamaian adalah tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.
Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga diisi dengan doa bersama yang dipimpin tokoh lintas agama sebagai bentuk keprihatinan terhadap konflik peperangan yang terjadi di berbagai belahan dunia.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyinggung isu keadilan sosial, khususnya terkait penyaluran bantuan sosial (bansos). Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi secara berkala setiap tiga hingga enam bulan bersama Kementerian Sosial agar penyaluran bantuan lebih merata dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial di tingkat RT dan RW.
“Keadilan sosial adalah kunci dari kedamaian masyarakat,” ujarnya.
Acara yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri jajaran Forkopimda, organisasi kemasyarakatan (ormas), tokoh masyarakat, serta warga sekitar. Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa yang dipimpin tokoh lintas agama.
Penulis : Baskoro
Editor : Faiza Sasikirana






