Banjarnegara,Berita Fakta. id–Dalam kegiatan Buka Bersama di Kantor DPC Golkar dan Konsolidasi Partai Beringin tersebut, Fery Wawan Cahyono saat memberikan keterangan kepada awak media, yakni Pembangunan ekonomi di Jateng sangat bertumpu pada sektor lokal di saat isu Geopolitik mulai merebak sampai daerah.
Minggu (17/3/2026).
Menurut anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi Golkar di Komisi B tersebut, meningkatnya mobilitas masyarakat saat mudik Lebaran berpotensi memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi di berbagai daerah.
“Dengan momentum Idulfitri ini kita berharap ada peningkatan aktivitas ekonomi. Di bulan-bulan awal tahun ini harapannya ekonomi bisa tumbuh dengan baik. Para pemudik tidak hanya bersilaturahmi, tetapi juga melakukan aktivitas wisata bersama keluarga serta membelanjakan uangnya di daerah,” ujar Fery.
Ia menjelaskan, aktivitas tersebut secara langsung akan mendorong perputaran ekonomi di sektor riil, terutama bagi pelaku usaha kecil, pelaku wisata, hingga ekonomi kreatif di berbagai daerah di Jawa Tengah.
Fery menilai momentum Lebaran dapat dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM untuk meningkatkan penjualan dan memperluas pasar. Menurutnya, jika peluang tersebut dimanfaatkan dengan baik, maka dampaknya bisa menjadi penyangga pertumbuhan ekonomi daerah sepanjang tahun.
“Kita harapkan para pelaku UMKM maupun pelaku wisata dapat memanfaatkan momentum Lebaran ini. Jika aktivitas ekonomi meningkat, maka kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah juga akan semakin besar,” katanya.
Meski demikian, Fery mengakui kondisi geopolitik global yang saat ini terjadi tetap memiliki pengaruh terhadap perekonomian nasional maupun daerah. Namun menurutnya, Jawa Tengah memiliki kekuatan ekonomi berbasis masyarakat yang cukup tangguh, terutama dari sektor UMKM dan pariwisata.
“Pengaruhnya tentu ada, tetapi kita harus memiliki desain ekonomi yang bertumpu pada kegiatan UMKM. Dengan begitu, UMKM tetap bisa bergerak meskipun ada tekanan fiskal maupun moneter,” jelasnya.
Fery menambahkan, potensi wisata dan UMKM merupakan kekuatan utama yang dimiliki Jawa Tengah. Oleh karena itu, kedua sektor tersebut perlu terus didorong agar mampu memberikan kontribusi terhadap perputaran ekonomi di tingkat masyarakat.
Sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah, ia menegaskan komitmen legislatif untuk terus mendorong kebijakan yang berpihak pada pengembangan UMKM.
“Kami di DPRD tentu akan terus mendorong kebijakan yang dapat menciptakan iklim tumbuh kembang UMKM, baik melalui dukungan akses pemasaran maupun akses permodalan,” ujarnya.
Ia juga menilai daerah seperti Banjarnegara memiliki potensi UMKM yang cukup besar dan dapat dikembangkan melalui sinergi dengan sektor pariwisata serta ekonomi kreatif.
“Potensi UMKM di Banjarnegara cukup bagus. Jika disinergikan dengan kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif, kami meyakini hal itu mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat daerah,” pungkasnya. (Bas)












