Serangan Terhadap Sesama Negara Muslim Harus Dihentikan

Minggu, 22 Maret 2026 - 17:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta beritafakta.id- Tidak semestinya terjadi permusuhan, apalagi peperangan antar-sesama negara Muslim di Bulan Suci Ramadan, sebab bulan ini adalah bulan penuh rahmat yang seharusnya dijalani dalam suasana damai untuk saling memaafkan, bersilaturahmi, dan memperkuat ikatan persaudaraan. Karena itu peperangan antara sesama negara berpenduduk Muslim adalah tragedi yang sangat disayangkan dan patut segera diakhiri.

Demikian tanggapan Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin pada hari ini, 18 Maret 2026, ketika ia menanggapi perang yang masih berkecamuk di Iran, di mana negara-negara Arab justru menjadi target serangan rudal dan drone dari Iran.

Sultan katakan, serangan terhadap negara-negara Arab bukan saja telah menargetkan aset-aset militer Amerika Serikat, melainkan juga merusak bandar udara, kawasan pemukiman, aset-aset ekonomi, serta berbagai bangunan milik warga sipil yang tidak ikut serta dalam peperangan yang sudah berlangsung sejak 28 Februari 2026 dan belum diketahui kapan akan berakhir.

Negara-negara Arab yang terkena serangan termasuk Arab Saudi, Uni Arab Emirat, Qatar, Kuwait, Bahrain, Oman, Irak, dan Yordania; dan negara-negara tersebut sampai sekarang masih menahan diri, sebab mereka tak ingin konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel itu meluas sampai menenggelamkan kawasan Asia Barat ke dalam instabilitas yang berkepanjangan.

“Apalagi, baik yang menyerang maupun yang diserang di Jazirah Arab adalah sesama negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang semestinya kompak untuk menciptakan stabilitas di kawasan itu,” ujar Sultan.

“Oleh karena itu, maka sudah saatnya perang ini diakhiri agar Iran dan negara-negara Arab bisa berdamai untuk membangun kesejahteraan, dan tidak terus bermusuhan. Sebab permusuhan antara sesama negara Muslim justru akan menguntungkan pihak-pihak lain yang ingin terus mengadu-domba dan memecah-belah persatuan sambil memancing di air keruh,” kata Sultan memperingatkan.

Ketua DPD RI menambahkan,”Sebagai negara sahabat Iran, kami mengimbau pemerintahdan angkatan bersenjata Iranuntuk segera menghentikan serangan ke negara-negara Muslim karena sebentar lagi akan tiba Hari Raya Idul Fitri. Dengan alasan apa pun, serangan terhadap sesama negara Muslim adalah kesalahan besar dan harus dihentikan,” ujar Sultan.

Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, kata Sultan, Indonesia sangat prihatin dengan tindakan militer satu arah terhadap negara-negara sahabat di semenanjung Arab saat ini. Serangan demikian tak boleh dilanjutkan lagi, sebab baik Iran, maupun negara-negara Arab yang diserangnya adalah sahabat Indonesia; dan Indonesia sebagai negara yang cinta damai tak ingin melihat mereka terus bermusuhan.

“Bangsa Indonesia sangat berempati terhadap para korban yang berjatuhan di Iran dan juga di negara-negara yang dijadikan target serangannya. Namun Indonesia berkomitmen tetap konsisten dengan sikap politik luar negeri yang bebas aktif dan tidak akan ikut campur dalam konflik yang kini berkecamuk di Asia Barat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sultan sebagai Ketua Dewan Pembina Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) ini mendorong peningkatan kerja sama dan solidaritas antar-sesama negara anggota OKI, sebab perang yang kini berlangsung berdampak buruk terhadap perekonomian banyak negara, termasuk negara-negara anggota OKI.

“Iran dan negara-negara Arab masih terikat dalam format kerja sama OKI yang bertujuan memperkokoh ikatan persaudaraan di antara sesama negara Muslim serta menegakkan kedaulatan dan integritas teritorial negara-negara OKI,” pungkasnya.

Sultan juga mendorong negara-negara anggota OKI untuk menggelar pertemuan darurat pada tingkat kepala negara untuk mencari solusi terbaik guna menghentikan peperangan dan permusuhan di kawasan Asia Barat.

“OKI perlu mengambil langkah-langkah strategis untuk menjamin persatuan di antara negara-negara Muslim danmengatasi perbedaan-perbedaandi antara mereka, sesuai dengan pesan Deklarasi Jakarta 2016,”tegas Sultan.

Penulis : **

Editor : Azizah Estetika

Berita Terkait

Lebaran di Balik Panel Kontrol: Pekerja Kilang Pertamina Kawal Satgas Ramadan & Idulfitri 2026.
Diduga 3 Hari Meninggal, Warga Temukan Mayat di Kostan Sigambir
Kepala Unit Lalu Lintas Polsek Cikarang Utara AKP Carmin, S.H Imbau Warga Tertib Berlalu Lintas, Hindari U-Turn Paksa dan Lompat Trotoar
Arus Mudik 2026, Polres Brebes Terapkan One Way dan Buka Tutup di Jalur Tengah-Selatan
33 Korban Laka Tol KM 259 Dirawat di RSUD Brebes dan RS Bhakti Asih, Polres Dampingi Pemulihan
Alun-Alun Banjarnegara Jadi Simbol Ukhuwah; Ribuan Jemaah Muhammadiyah Laksanakan Sholat Idul Fitri 1447 H
Jelang Lebaran 2026, Pedagang Tanah Abang Keluhkan Omzet Anjlok Meski Pasar Terlihat Ramai
Tol MBZ Arah Cikampek Macet, Akses Masuk Diberlakukan Sistem Buka Tutup
Berita ini 3 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 17:14 WIB

Lebaran di Balik Panel Kontrol: Pekerja Kilang Pertamina Kawal Satgas Ramadan & Idulfitri 2026.

Minggu, 22 Maret 2026 - 17:08 WIB

Serangan Terhadap Sesama Negara Muslim Harus Dihentikan

Minggu, 22 Maret 2026 - 16:59 WIB

Diduga 3 Hari Meninggal, Warga Temukan Mayat di Kostan Sigambir

Jumat, 20 Maret 2026 - 12:06 WIB

Arus Mudik 2026, Polres Brebes Terapkan One Way dan Buka Tutup di Jalur Tengah-Selatan

Jumat, 20 Maret 2026 - 12:01 WIB

33 Korban Laka Tol KM 259 Dirawat di RSUD Brebes dan RS Bhakti Asih, Polres Dampingi Pemulihan

Berita Terbaru

Berita

Serangan Terhadap Sesama Negara Muslim Harus Dihentikan

Minggu, 22 Mar 2026 - 17:08 WIB