Kasus Kiai Cabul di Pati Kronologi, Modus, dan Fakta Mengejutkan di Balik Puluhan Korban.

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pati, Beritafakta.id – Kasus dugaan pencabulan yang menyeret seorang kiai di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, membuka lapisan gelap yang selama ini tersembunyi rapat di balik tembok pesantren. Bukan sekadar satu-dua korban, perkara ini diduga melibatkan puluhan santriwati dan lebih dari itu, menyimpan pola yang terstruktur.

Awal Mula, Kasus Lama yang Sempat Tenggelam

Kasus ini sejatinya sudah muncul sejak 2024. Namun, seperti cerita yang sengaja ditahan napasnya, penanganannya berjalan lambat dan nyaris tenggelam. Baru pada 2026, setelah dorongan publik menguat dan keberanian korban mulai muncul ke permukaan, aparat kembali mengusut kasus ini secara serius. Dari sini, benang kusut mulai terurai satu per satu.

Penetapan Tersangka, Titik Balik Penanganan

Perkembangan signifikan terjadi pada April 2026. Polisi akhirnya menetapkan seorang kiai berinisial AS sebagai tersangka. Langkah ini menjadi titik balik sekaligus penanda bahwa kasus yang sempat “mengendap” kini benar-benar dibawa ke meja hukum.

Modus, Ketika Agama Dijadikan Tameng

Namun yang membuat kasus ini terasa lebih gelap adalah modus yang digunakan pelaku. Alih-alih menjalankan peran sebagai pembimbing spiritual, tersangka justru diduga:

  • Menggunakan doktrin agama yang diselewengkan
  • Mengklaim memiliki kedudukan spiritual tinggi
  • Menekan korban secara psikologis agar patuh

Puluhan Korban, Bukan Kasus Tunggal

Seiring penyelidikan berjalan, jumlah korban terus bertambah. Hingga kini, korban diduga mencapai sekitar 50 santriwati. Fakta ini mengubah wajah kasus, dari dugaan insiden menjadi indikasi praktik yang berlangsung berulang. Tak sedikit korban yang masih memilih diam. Rasa takut, tekanan, hingga ketergantungan menjadi tembok yang sulit ditembus.

Reaksi Warga, Amarah yang Tak Terbendung

Kasus ini langsung memantik reaksi keras dari masyarakat. Warga mendatangi lokasi pesantren, sementara para santri mulai dipindahkan. Kepercayaan yang dulu berdiri kokoh kini runtuh dalam waktu singkat. Kasus ini pun menjelma menjadi sorotan nasional bukan hanya soal kriminal, tetapi juga soal kepercayaan terhadap institusi keagamaan.

Kondisi Terkini, Proses Masih Berjalan

Hingga kini, kasus masih dalam proses hukum. Polisi membuka kemungkinan adanya tambahan korban seiring pendalaman penyelidikan. Desakan publik agar pelaku segera ditahan dan dihukum seberat-beratnya terus menguat.

Penulis : azizah estetika

Berita Terkait

Blora Punya 1.600 Sumur Rakyat, Bisakah Minyaknya Benar-Benar Terserap Pertamina?
Kecelakaan Tunggal di Kalimanah, Polisi Evakuasi Korban ke Rumah Sakit
“Kita Sudah Bonyok Semua”: Wakil Rektor UIN Walisongo Bicara Blak-blakan soal Kasus Kekerasan Seksual
Dosen Diduga Terlibat Kekerasan Seksual, PSGA UIN Walisongo: Korban Jangan Takut Bicara!
Ratusan Kambing PE Kaligesing Unjuk Gigi di Banjarnegara
Tuntaskan 100 Titik Edukasi, SMART 171 Luncurkan Buku dalam Milad 1 Dekade
Halalbihalal Ikatan Keluarga Canduang Koto Laweh Pererat Silaturahmi Perantau Minang di Kodam Jaya
HK Mengajar Dimulai dari Riau, Hutama Karya Siap Sambangi Lebih Banyak Kota
Berita ini 5 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:18 WIB

Blora Punya 1.600 Sumur Rakyat, Bisakah Minyaknya Benar-Benar Terserap Pertamina?

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:22 WIB

Kecelakaan Tunggal di Kalimanah, Polisi Evakuasi Korban ke Rumah Sakit

Selasa, 12 Mei 2026 - 08:26 WIB

“Kita Sudah Bonyok Semua”: Wakil Rektor UIN Walisongo Bicara Blak-blakan soal Kasus Kekerasan Seksual

Selasa, 12 Mei 2026 - 02:16 WIB

Dosen Diduga Terlibat Kekerasan Seksual, PSGA UIN Walisongo: Korban Jangan Takut Bicara!

Senin, 11 Mei 2026 - 15:56 WIB

Ratusan Kambing PE Kaligesing Unjuk Gigi di Banjarnegara

Berita Terbaru