Banjarnegara, BeritaFakta.id – Tradisi Sadran dan peringatan Tahun Baru Islam atau Tahun Baru Jawa masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Banjarnegara, khususnya di Kecamatan Susukan. Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut terus dilestarikan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus sarana mempererat kebersamaan warga.
Setiap tahunnya, masyarakat menggelar berbagai kegiatan budaya dan keagamaan dalam rangka menyambut datangnya Tahun Baru Jawa. Tradisi ini tidak hanya menjadi agenda rutin masyarakat, tetapi juga mencerminkan kearifan lokal yang masih terjaga di tengah perkembangan zaman.
Anggota DPRD Kabupaten Banjarnegara dari Fraksi Gerindra, Martoyo, S.Sos., menyampaikan apresiasinya terhadap masyarakat yang terus menjaga dan melestarikan tradisi tersebut. Menurutnya, Sadran maupun peringatan Tahun Baru Islam memiliki nilai budaya, sosial, dan religius yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat.
“Tradisi seperti Sadran dan peringatan Tahun Baru Islam merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Selain mengandung nilai religius, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi dan kebersamaan antarwarga,” ujar Martoyo.saat wawancarai khusus di kediamannya, Pada, Selasa(16/6/2026).
Sebagai sosok yang dikenal memiliki perhatian terhadap seni, budaya, dan kegiatan keagamaan, Martoyo menilai keberlangsungan tradisi lokal perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. Menurutnya, pelestarian budaya daerah menjadi bagian penting dalam menjaga identitas dan karakter masyarakat Banjarnegara.
Ia berharap generasi muda turut berperan aktif dalam menjaga tradisi yang telah diwariskan oleh para leluhur agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Dengan demikian, nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Budaya lokal merupakan kekayaan daerah yang tidak ternilai. Oleh karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikannya agar tetap hidup dan menjadi kebanggaan masyarakat,” tambahnya.
Martoyo juga menegaskan bahwa keberadaan tradisi-tradisi lokal seperti Sadran dapat menjadi salah satu aset budaya yang memperkuat jati diri masyarakat Lokal dan sekaligus memperkaya khazanah budaya Kabupaten Banjarnegara.
“Budaya masyarakat setempat saat ini seperti sadran di Susukan masih di junjung tinggi, makna yang sebenarnya adalah ungkapan rasa syukur ke hadirat Alloh SWT, itulah yang sebenarnya patut kita maknai, ” Katanya.
Dengan dukungan berbagai pihak, tradisi Sadran dan peringatan Tahun Baru Islam diharapkan dapat terus berkembang serta menjadi sarana mempererat persatuan dan kerukunan masyarakat di tengah kehidupan yang semakin modern. (Bas)












