Menuju Wisata Medis Presisi Berbasis Regeneratif dan Longevity

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: dr. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B., FISQUa

Dunia medis global saat ini tengah mengalami pergeseran paradigma yang fundamental. Jika selama ini pelayanan kesehatan lebih berfokus pada pengobatan gejala setelah penyakit muncul, kini arah perkembangan kedokteran bergerak menuju Precision Medicine atau kedokteran presisi yang bersifat preventif, prediktif, dan personal.

Dalam perkembangan terbaru, usia kronologis yang tercantum dalam akta kelahiran tidak lagi menjadi satu-satunya tolok ukur kondisi kesehatan seseorang. Fokus kedokteran modern kini bergeser pada usia biologis atau usia seluler. Melalui pemanfaatan epigenetic clock seperti PhenoAge dan DunedinPACE, laju penuaan tubuh dapat diukur secara lebih akurat.

Salah satu tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah fenomena inflammaging, yakni peradangan kronis tingkat rendah yang diyakini berperan dalam berbagai penyakit degeneratif, seperti Alzheimer, diabetes, serta gangguan kardiovaskular.

Inovasi BISQUAT sebagai Solusi Bangsa

Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, dikembangkan BISQUAT (Biological Integrated System for Quality & Advanced Therapy). BISQUAT merupakan metodologi sistematis yang mengintegrasikan Auto-Hemotherapy dengan protokol Cell Unit Research Everlasting.

Metode ini dirancang untuk mendukung manajemen usia biologis melalui pendekatan dengan manipulasi minimal. Dalam koridor regulasi kesehatan, tindakan transplantasi dan grafting sel, jaringan, maupun organ menjadi kompetensi penting dalam praktik bedah modern. BISQUAT diharapkan dapat menghadirkan standar yang aman, terukur, dan berbasis ilmiah dalam mengoptimalkan regenerasi jaringan menggunakan sumber biologis dari tubuh pasien sendiri, sehingga risiko penolakan dapat diminimalkan dan proses pemulihan diharapkan berlangsung lebih optimal.

Indonesia: Destinasi Wisata Medis Masa Depan

Keberhasilan sejumlah negara dalam mengembangkan konsep medical tourism dengan pendekatan “Healing Meets Hospitality” menunjukkan besarnya potensi sektor ini. Indonesia dinilai memiliki peluang yang tidak kalah besar, tidak hanya karena kekayaan alam dan keramahtamahannya, tetapi juga melalui pengembangan pusat layanan longevity atau Longevity Hubs.

Dengan mengintegrasikan Longevity Care Center ke dalam ekosistem wisata medis, Indonesia berpotensi menawarkan layanan yang lebih holistik, antara lain:

  1. Diagnosis Epigenetik, untuk memetakan profil risiko penyakit sebelum gejala muncul.
  2. Intervensi Regeneratif, melalui pendekatan berbasis metode BISQUAT guna mendukung perbaikan fungsi seluler dan manajemen usia biologis.
  3. Healing Tourism, dengan memanfaatkan kekayaan alam Indonesia sebagai terapi pendukung dalam pengelolaan stres, peningkatan kualitas hidup, dan penerapan gaya hidup sehat.

Inovasi di bidang kedokteran regeneratif merupakan salah satu upaya untuk mendorong Indonesia menjadi pusat layanan kesehatan regeneratif berkelas dunia. Dengan penyelarasan antara regulasi, peningkatan kompetensi tenaga medis, serta pemanfaatan teknologi seluler yang tepat guna, pelayanan kesehatan diharapkan tidak hanya berfokus pada pengobatan penyakit, tetapi juga pada upaya menjaga dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Sudah saatnya Indonesia mengambil peran strategis dalam pengembangan industri longevity yang berlandaskan ilmu pengetahuan, etika medis yang tinggi, dan pelayanan kesehatan berkualitas internasional.

dr. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B., FISQUa adalah praktisi bedah, pemerhati kedokteran regeneratif, dan penggagas metode BISQUAT.

Berita Terkait

Meniti Waktu, Memaknai Hayat: Mengapa Precision Ageing Adalah Masa Depan Kedokteran
Menyembuhkan Api dalam Diri: Menuju Fajar Sultan Longevity
Tadzabur Jalan Sel Dalam Lemak, Sumsum Tulang dan Darah Tubuh Sendiri Untuk Penyembuhan Illahiah
Revolusi Terpai Sel Mononuklear (BM-MNCs) Melalui Aspirasi Tuberositas Tibia Metode BiSQuAT: Paradigma Baru Pemulihan Organ Berbasis Regulasi Permenkes
Evolusi Bariatrik, dari Pisau Bedah Tradisional hingga Kapsul Pintar Non-Invasif
Manifes Bedah Regeneratif dan Anti-Aging Pria: Sinergi Implan Asam Hialuronat, Sekretom, Sel Punca, ESWT, dan Dilatasi Endovaskular dalam Rekonstruksi serta Pembesaran Organ Intim Laki-Laki
Sinergi Proteomik Lintas Kingdom dalam Perspektif Al-Qur’an: Membangun Ilmu Kedokteran Holistik untuk Pencegahan, Pengobatan, dan Rehabilitasi Kanker
Mengubah Keterbatasan Menjadi Kelimpahan: Rahasia Medis dan Spiritual Shalat Dhuha bagi Penyandang Disabilitas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:49 WIB

Menuju Wisata Medis Presisi Berbasis Regeneratif dan Longevity

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:53 WIB

Meniti Waktu, Memaknai Hayat: Mengapa Precision Ageing Adalah Masa Depan Kedokteran

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:22 WIB

Menyembuhkan Api dalam Diri: Menuju Fajar Sultan Longevity

Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:20 WIB

Tadzabur Jalan Sel Dalam Lemak, Sumsum Tulang dan Darah Tubuh Sendiri Untuk Penyembuhan Illahiah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:18 WIB

Revolusi Terpai Sel Mononuklear (BM-MNCs) Melalui Aspirasi Tuberositas Tibia Metode BiSQuAT: Paradigma Baru Pemulihan Organ Berbasis Regulasi Permenkes

Berita Terbaru

healthy life

Menuju Wisata Medis Presisi Berbasis Regeneratif dan Longevity

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:49 WIB