x

Mahasiswa Unsoed Tagih Janji Pembenahan, Rektorat Didatangi Massa Aksi

waktu baca 3 menit
Selasa, 25 Agu 2026 10:53 7 redaksi

PURWOKERTO – Seratusan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Rektorat Unsoed, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (24/8/2026).

Aksi tersebut digelar untuk mendesak reformasi struktural dan pembenahan tata kelola kampus di tengah kasus hukum yang menjerat sejumlah pimpinan Unsoed. Aksi mengusung tema “Unsoed Problematik: Reformasi Struktural dan Hapus Praktik Korupsi di Lingkungan Kampus.”

Mahasiswa menilai kasus yang terjadi harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem di lingkungan kampus. Mereka menegaskan bahwa tuntutan yang disampaikan tidak semata-mata berkaitan dengan pergantian figur pimpinan, tetapi menyasar pembenahan sistem secara struktural.

Presiden BEM Unsoed, Azza Febra Pramudika, mengatakan mahasiswa ingin memastikan Universitas Jenderal Soedirman tetap terlindungi dari pihak-pihak yang berpotensi memanfaatkan situasi krisis yang sedang terjadi.

“Orientasi kita hari ini bukan untuk membicarakan Pak Sodiq lagi yang sedang ditangkap. Tapi orientasi kita adalah mengamankan institusi pendidikan kita, Universitas Jenderal Soedirman, dari oknum-oknum yang memanfaatkan krisis politik hari ini,” ujar Azza.

Menurutnya, mahasiswa mendorong reformasi sistem serta penyelesaian berbagai persoalan yang selama ini belum tuntas di lingkungan Unsoed.

Mahasiswa juga meminta kejelasan mengenai langkah pembenahan yang akan dilakukan di bawah kepemimpinan Prof. Ali Rokhman sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unsoed.

“Yang kita minta bukan sekadar pergantian orang, tetapi pembenahan sistem,” tegas Azza.

Soroti Transparansi Anggaran

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak rektorat. Salah satunya adalah membangun sistem keterbukaan anggaran yang dapat diakses sivitas akademika secara berkala.

Mahasiswa meminta transparansi tidak hanya diberikan dalam bentuk laporan akhir, tetapi juga mencakup informasi mengenai proses penggunaan anggaran sehingga dapat diawasi secara lebih terbuka.

Mereka juga meminta adanya forum pertanggungjawaban terbuka bersama mahasiswa paling lambat 14 hari untuk menyampaikan langkah penanganan serta pembenahan pascakasus.

Selain itu, mahasiswa mendesak adanya laporan perkembangan pembenahan secara berkala setiap tiga bulan hingga seluruh rekomendasi audit dan reformasi dinyatakan selesai.

Minta Pengawasan Melibatkan Mahasiswa

Mahasiswa juga meminta rektorat menyelenggarakan forum pengawasan bersama mahasiswa sedikitnya satu kali setiap semester. Hasil forum dan tindak lanjutnya diharapkan dapat dipublikasikan secara terbuka.

Mereka juga menyoroti perlunya pembenahan sistem penerimaan mahasiswa baru, khususnya untuk mencegah terjadinya praktik yang mencederai prinsip transparansi dan integritas dalam proses penerimaan mahasiswa.

Mahasiswa menegaskan bahwa penerimaan mahasiswa baru harus dilakukan secara transparan, akuntabel dan bebas dari praktik korupsi.

Rektorat Diminta Segera Merespons

Dalam tuntutannya, mahasiswa meminta pihak rektorat mengkaji seluruh aspirasi yang disampaikan dalam waktu tiga hari, terhitung sejak 24 Agustus 2026.

Mahasiswa juga menegaskan akan mengawal pelaksanaan kesepakatan dan pembenahan yang dilakukan pihak kampus.

Azza menyebut mahasiswa memiliki hak untuk mendapatkan transparansi sekaligus melakukan pengawasan apabila kesepakatan yang telah dibuat tidak dijalankan.

Aksi tersebut menjadi salah satu bentuk tekanan mahasiswa agar persoalan tata kelola di Unsoed tidak berhenti pada proses hukum terhadap individu, tetapi dilanjutkan dengan pembenahan sistem secara menyeluruh.

Di sisi lain, pihak kampus memastikan pelayanan administrasi akademik dan kegiatan perkuliahan mahasiswa tetap berjalan normal. Civitas akademika Unsoed berharap persoalan hukum yang terjadi dapat menjadi momentum untuk melakukan evaluasi dan memperbaiki tata kelola kampus agar terbebas dari praktik korupsi.

Bagi mahasiswa, pemulihan kepercayaan terhadap institusi menjadi hal penting. Karena itu, transparansi, pengawasan dan reformasi tata kelola dinilai harus menjadi bagian utama dalam agenda pembenahan Unsoed ke depan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x