x

12.439 Rumah Masih Tak Layak Huni, ASN Banjarnegara Diajak Berinfak untuk Bantu Warga

waktu baca 2 menit
Kamis, 24 Sep 2026 09:10 61 redaksi

BANJARNEGARA, BeritaFakta.id – Sebanyak 12.439 unit rumah di Kabupaten Banjarnegara masih masuk kategori Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Dari jumlah tersebut, 3.669 unit di antaranya tergolong RTLH ekstrem.

Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Banjarnegara memperkuat peran masyarakat dalam membantu penanganan RTLH. Salah satunya melalui gerakan infak sukarela bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang digagas Sekretaris Daerah (Sekda) Banjarnegara, Hendro Cahyono.

Gerakan sosial tersebut dikemas melalui program “Jumat Berkah”, yang rencananya diarahkan untuk membantu perbaikan rumah warga yang membutuhkan.

[bacajuga berdasarkan="category" mulaipos="1" judul="Baca Juga:"]

Hendro menyampaikan gagasan tersebut dalam apel pagi pada Selasa (22/9/2026). Ia menegaskan, penggalangan infak tersebut tidak bersifat wajib dan tidak ada nominal yang ditentukan.

“Prinsipnya tidak ada paksaan, tetapi kita menggugah kesadaran bersama. Besarannya sangat fleksibel, bisa dimulai dari infak seikhlasnya, seperti Rp2.000, Rp5.000, atau sesuai kemampuan masing-masing,” ujar Hendro.

Menurutnya, gerakan tersebut bukan semata-mata untuk mengumpulkan dana, tetapi juga menjadi ruang bagi ASN untuk ikut mengambil bagian dalam persoalan sosial yang masih dihadapi masyarakat.

[bacajuga berdasarkan="category" mulaipos="2" judul="Baca Juga:"]

Pengumpulan infak akan dilakukan secara berkala setiap minggu melalui mekanisme yang dikoordinasikan secara transparan. Dana yang terkumpul kemudian akan dihimpun dan disalurkan untuk kegiatan perbaikan rumah warga menjelang awal Desember 2026.

Data Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPPKPLH) Banjarnegara menunjukkan masih terdapat 12.439 RTLH. Dari jumlah tersebut, 3.669 unit berada dalam kategori RTLH ekstrem.

Penanganan RTLH selama ini dilakukan melalui berbagai skema, termasuk dukungan pemerintah, sektor swasta, serta partisipasi masyarakat.

Dalam gerakan “Jumat Berkah”, keterlibatan masyarakat juga akan diperluas. Unsur generasi muda, termasuk Pramuka dan relawan lokal, direncanakan ikut terlibat dalam kegiatan sosial tersebut.

Keterlibatan tersebut diharapkan tidak hanya membantu proses perbaikan rumah secara fisik, tetapi juga menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Bagi warga penerima manfaat, dukungan semacam ini diharapkan bukan sekadar menghadirkan rumah yang lebih layak, tetapi juga memberikan rasa aman dan harapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Melalui gerakan tersebut, Pemkab Banjarnegara berupaya mempertemukan kepedulian ASN dengan kebutuhan nyata masyarakat. Semangatnya sederhana, dari infak kecil yang diberikan secara sukarela, diharapkan dapat terkumpul menjadi bantuan yang berarti bagi warga yang masih tinggal di rumah tidak layak huni. (Bas)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x