x

Pemkab Brebes Tampilkan Legendaris Nyi Rantan Sari, dan Kenalkan Kekayaan Budaya Daerah ke Masyarakat Luas di TMMI

waktu baca 3 menit
Senin, 5 Okt 2026 17:47 89 redaksi

JAKARTA, Beritafakta.id – Duta Seni Kabupaten Brebes Tahun 2026 tampil di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, melalui pementasan sendratasik bertajuk “Legenda Nyi Rantan Sari” di Anjungan Jawa Tengah, Minggu (4/10/2026) pukul 12.30 WIB.

Pementasan di bawah arahan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes tersebut mengangkat legenda masyarakat Brebes Selatan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

Sekitar 700 penonton menyaksikan pementasan tersebut. Hadir pula sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Brebes, di antaranya Wakil Bupati Brebes, Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes, Ketua DPRD Kabupaten Brebes, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Ketua MASIGAB (Majelis Silaturahmi Warga Brebes), para camat, serta kepala sekolah dari berbagai wilayah di Kabupaten Brebes.

“Legenda Nyi Rantan Sari” dikemas dalam bentuk sendratasik yang memadukan drama, tari, musik, dan visual panggung. Cerita yang selama ini hidup dalam tradisi tutur masyarakat Brebes Selatan tersebut kemudian dihadirkan dalam bentuk pertunjukan.

Pimpinan produksi, Kangjeng Pangeran Dimas Sastronagoro, budayawan Brebes sekaligus Ketua Pagar Mataram yang juga dikenal sebagai Dimas Indiana Senja, mengatakan gagasan mengangkat Nyi Rantan Sari berangkat dari kegelisahan terhadap cerita rakyat yang belum banyak dibawa ke ruang pertunjukan.

“Selama ini legenda Nyi Rantan Sari hanya hidup dalam cerita tutur masyarakat Brebes Selatan. Nyi Rantan Sari dikenal sebagai sosok perempuan cantik yang dipercaya menjaga wilayah Brebes Selatan. Namun, belum banyak yang mencoba membawa cerita ini ke dalam ruang pertunjukan,” ujar Dimas.

Ia mengatakan pementasan tersebut diharapkan dapat membuat legenda Nyi Rantan Sari tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Karena itu kami memberanikan diri untuk mengangkat legenda Nyi Rantan Sari ke dalam pementasan sendratasik. Kami ingin cerita ini tidak berhenti sebagai cerita tutur, tetapi dapat hadir sebagai karya seni yang bisa dinikmati, direnungkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.

Angkat Pesan Menjaga Alam

Dalam pementasan, legenda Nyi Rantan Sari dibaca kembali melalui pendekatan ekoteologi, yakni kesadaran menjaga alam yang berakar pada nilai-nilai spiritual.

Kisah tersebut membawa pesan mengenai pentingnya menjaga keseimbangan hubungan antara manusia, alam, dan kehidupan spiritual. Pesan ini dikaitkan dengan persoalan kerusakan hutan dan lingkungan yang juga berdampak terhadap keberlangsungan kehidupan masyarakat.

Dengan demikian, legenda Nyi Rantan Sari tidak hanya menjadi warisan cerita rakyat, tetapi juga menjadi media refleksi mengenai tanggung jawab manusia dalam menjaga alam.

Libatkan Pelajar dan Mahasiswa

Sebagian besar pemain dalam pementasan merupakan pelajar dan mahasiswa dari SMA Negeri 1 Sirampog, SMA Negeri 1 Paguyangan, SMK Ma’arif NU Paguyangan, SMK Negeri 1 Tonjong, Universitas Peradaban, serta SMP Negeri 1 Bantarkawung.

Keterlibatan generasi muda menjadi bagian dari proses regenerasi seni sekaligus sarana mengenalkan tradisi, sejarah, dan nilai budaya Brebes.

“Pemainnya adalah anak-anak sekolah dan mahasiswa. Bagi kami, ini merupakan salah satu cara melakukan regenerasi seniman. Mereka tidak hanya belajar menari, bermain musik, atau berakting, tetapi juga belajar memahami cerita dan nilai budaya yang berasal dari daerahnya sendiri,” ungkap Dimas.

Pementasan tersebut merupakan hasil kolaborasi Sanggar Andaka SMA Negeri 1 Paguyangan, Bumiayu Creative City Forum (BCCF), Sanggar Suwung, Sanggar Ayudia SMK Negeri 1 Tonjong, Sanggar Tari Rafela, Sanggar Swaragini SMA Negeri 1 Sirampog, Sanggar Binendrang, serta Sanggar Sembung Senggani Tonjong.

Menurut Dimas, kolaborasi tersebut menjadi wujud sinergitas pegiat seni Brebes Selatan dengan mempertemukan berbagai latar belakang dan kekuatan artistik dalam satu karya.

“Kolaborasi ini adalah wujud sinergitas antarpegiat seni di Brebes Selatan. Masing-masing memiliki latar, pengalaman, dan kekuatan artistik yang berbeda. Semua kemudian dipertemukan untuk menghadirkan satu karya bersama atas nama Brebes,” tuturnya.

Melalui pementasan di TMII, Duta Seni Kabupaten Brebes Tahun 2026 membawa “Legenda Nyi Rantan Sari” dari tradisi tutur masyarakat Brebes Selatan ke panggung yang lebih luas. Kisah tersebut sekaligus menjadi medium untuk memperkenalkan identitas budaya Brebes dan pesan menjaga lingkungan kepada masyarakat.

(Megy)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x