x

Banjir Dahsyat Terjang Istanbul, 4 Orang Tewas dan Ribuan Laporan Kerusakan Masuk

waktu baca 2 menit
Sabtu, 17 Okt 2026 09:21 3 redaksi

ISTANBUL, BeritaFakta.id — Banjir besar melanda Istanbul, Turki, setelah hujan ekstrem mengguyur kota tersebut pada 14 Oktober 2026. Bencana ini menyebabkan jalan-jalan terendam, rumah dan tempat usaha kebanjiran, kendaraan terseret arus, serta aktivitas masyarakat terganggu. Sedikitnya empat orang dilaporkan meninggal dunia dalam perkembangan hingga 16 Oktober 2026.

Hujan dengan intensitas tinggi tersebut disebut sebagai salah satu peristiwa curah hujan terparah di Istanbul dalam lebih dari 80 tahun. Dalam kurun waktu sekitar 48 jam, curah hujan yang turun bahkan melampaui gabungan rata-rata historis September dan Oktober, menurut laporan Associated Press.

Dampak banjir terlihat di sejumlah kawasan perkotaan. Air menggenangi jalan raya, terowongan, permukiman, pertokoan, hingga fasilitas umum. Sejumlah kendaraan terjebak dan terseret arus, sementara warga yang terperangkap harus dievakuasi oleh petugas penyelamat.

Situasi tersebut turut mengganggu transportasi dan kegiatan masyarakat. Pemerintah setempat sempat menghentikan kegiatan belajar mengajar serta mengimbau warga menghindari perjalanan yang tidak mendesak. Warga yang tinggal di apartemen bawah tanah juga diminta mempertimbangkan pindah sementara ke tempat yang lebih tinggi demi keselamatan.

Laporan Associated Press pada 16 Oktober menyebutkan, otoritas menerima hampir 10.000 laporan kerusakan terkait bencana tersebut. Sekitar 46.000 personel dikerahkan dalam operasi pembersihan dan penanganan dampak banjir. Petugas juga masih melakukan pencarian terhadap sejumlah orang yang dilaporkan hilang.

Menteri Lingkungan Hidup Turki, Murat Kurum, menyoroti risiko perubahan iklim dan pembangunan perkotaan yang tidak terkendali di sekitar aliran air. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian dalam upaya mengurangi dampak bencana hidrometeorologi di wilayah perkotaan.

Pemerintah dan petugas terkait terus menghadapi tantangan untuk memulihkan kondisi kawasan terdampak, membersihkan material banjir, serta memastikan keselamatan masyarakat di tengah potensi hujan lanjutan.

Bencana ini menjadi pengingat bahwa kota metropolitan sekalipun tetap rentan terhadap cuaca ekstrem. Penguatan sistem drainase, penataan pembangunan di kawasan rawan banjir, serta sistem peringatan dini menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian material pada masa mendatang.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x