x

Respons Aspirasi Warga, Pemkab Brebes Kawal Penanganan Titik Kritis Banjir Sungai Babakan

waktu baca 3 menit
Rabu, 21 Okt 2026 18:33 20 redaksi

BREBES, Beritafakta.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes bergerak cepat menangani persoalan banjir tahunan yang kerap melanda wilayahnya. Melalui kolaborasi erat bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung, proyek penanganan banjir di sepanjang aliran Sungai Babakan dan sistem drainase pendukung siap direalisasikan dengan total pagu anggaran mencapai Rp270 miliar.

​Proyek infrastruktur berskala besar ini dibiayai melalui skema pendanaan internasional kerja sama Asian Development Bank (ADB) dan UK-ACGF (UK-ASEAN Catalytic Green Finance Facility). Masa pengerjaannya dijadwalkan berlangsung multiyears dari tahun 2026 hingga 2028.

​Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, memimpin langsung rapat koordinasi penanganan banjir bersama tim BBWS Cimanuk-Cisanggarung pada Jumat (16/10/2026) di Brebes. Dalam rapat teknis tersebut, ditegaskan bahwa penetapan pemenang lelang proyek rencananya akan ditetapkan pada 28 Oktober 2026.
​Cakupan Proyek: Normalisasi 26 Km hingga Pembangunan 2 Kolam Detensi
​Penanganan teknis Sungai Babakan difokuskan pada penguatan tebing sungai dan peningkatan kapasitas penampungan air sepanjang 26 kilometer.

“Langkah strategis ini diambil guna mencegah luapan air saat debit curah hujan meningkat drastis di musim penghujan,” katanya.

​Selain memperkuat struktur tanggul dan tebing sungai, proyek penanganan banjir ini mencakup infrastruktur penunjang berikut:

​Pembangunan 2 Kolam Detensi: Berlokasi di Desa Karangmalang dan Desa Kluwut. Kolam retensi ini berfungsi menampung limpasan air sementara saat terjadi lonjakan debit air sungai sebelum dialirkan secara bertahap.

​Perbaikan Saluran Drainase: Peningkatan sistem drainase dilakukan di Cimohong guna memperlancar alur pembuangan air pemukiman menuju badan sungai utama.

​Penguatan Tebing Sungai: Dilakukan di kawasan rawan erosi dan longsor seperti di Cikeusal Lor.

​Dijelaskan Paramitha, secara geografis, titik pengerjaan proyek penanganan banjir ini tersebar di empat wilayah kecamatan di Kabupaten Brebes, yaitu Kecamatan Ketanggungan, Bulakamba, Tanjung, dan Kersana.

*​Mendengar Suara Warga: Lokasi Kritis Dikerjakan Terlebih Dahulu*

​Dalam forum rapat rutin tersebut, Pemkab Brebes juga menyerap berbagai aspirasi dan masukan langsung dari warga serta perwakilan desa terdampak:

​Desa Buara: Perwakilan warga mendesak agar titik-titik kritis banjir, khususnya di Dukuh Campur dan Dukuh Cikorowok, mendapatkan penanganan dan perbaikan darurat secepatnya.

​Desa Dukuhturi: Warga melaporkan pergeseran alur aliran sungai yang semakin menggerus lahan pemukiman dan tanah milik warga setempat.

​Desa Cikeusal Lor: Warga menyampaikan rasa trauma mendalam pascabencana banjir bandang yang pernah melanda wilayah mereka.

​KPS Mas Jaka Babakan: Mengusulkan percepatan proses lelang dan memohon agar pengerjaan fisik diprioritaskan pada lokasi-lokasi dengan tingkat kerentanan paling parah.

​Menanggapi masukan masyarakat, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menekankan agar titik-titik paling kritis segera ditindaklanjuti tanpa menunda. Pemkab Brebes berkomitmen bersama BBWS Cimanuk-Cisanggarung untuk terus mengawal ketat jalannya seluruh tahapan pekerjaan dari lelang hingga konstruksi lapangan.

*​Partisipasi Masyarakat dan Layanan Pengaduan*

​Pemerintah Kabupaten Brebes mengajak masyarakat sekitar aliran Sungai Babakan untuk aktif melaporkan titik-titik rawan banjir atau tanggul kritis yang belum terdata. Masyarakat dapat menyampaikan informasi lokasi (nama desa dan dukuh) secara langsung melalui saluran tanggapan resmi pemerintah daerah maupun akun media sosial Pemkab Brebes.

(Rusmono)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x