Banjarnegara, BeritaFakta.id – Anggota DPR RI Komisi XII dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Aqib Ardiansyah, melaksanakan kegiatan reses dengan mensosialisasikan program swasembada energi dan pemanfaatan energi alternatif ramah lingkungan, Jumat (9/1/2025).
Kegiatan reses tersebut digelar di Aula Kantor Desa Brengkok, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara. Wilayah ini merupakan salah satu daerah pemilihan Aqib Ardiansyah, selain Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Kebumen.
Acara dihadiri dan dikawal oleh Isnan Riyadi selaku Ketua DPD PAN Banjarnegara, Sofyan Ketua DPD PAN Purbalingga, serta ratusan warga dari sejumlah desa di Kecamatan Susukan, wilayah ujung barat yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Banyumas.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Aqib Ardiansyah menyampaikan pentingnya pemanfaatan energi alternatif yang ramah lingkungan dan ekonomis bagi masyarakat. Salah satu program yang tengah disosialisasikan pemerintah adalah Jaringan Gas (Jargas) untuk rumah tangga.
“Gas ini merupakan energi alternatif pengganti BBM yang secara ekonomi lebih terjangkau bagi masyarakat. Pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara saat ini sedang mensosialisasikan program Jargas untuk rumah tangga secara bertahap, termasuk di wilayah Jawa, agar ketergantungan terhadap BBM dapat dikurangi,” jelas Aqib.
Ia juga berharap program tersebut dapat mendukung agenda swasembada energi nasional yang dicanangkan pemerintah ke depan.
“Ini merupakan bagian dari cita-cita Presiden Prabowo tentang swasembada energi. Kita mulai meninggalkan energi berbasis fosil seperti batu bara dan beralih ke gas karena lebih ramah lingkungan dan lebih ekonomis, sehingga lebih terjangkau bagi masyarakat bawah,” tambahnya.
Menurut Aqib, pemerintah pusat telah menetapkan target jangka panjang dalam pengembangan energi ramah lingkungan.
“Target Presiden Prabowo hingga tahun 2030-an adalah menata sektor minyak dan gas agar mencapai target produksi. Untuk energi terbarukan, sesuai konvensi internasional, Indonesia menargetkan pada 2060 sudah sepenuhnya menggunakan energi ramah lingkungan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa saat ini telah terjadi perubahan teknologi yang signifikan, mulai dari penggunaan batu bara menuju energi surya hingga pemanfaatan sampah sebagai sumber energi.
“Termasuk pembangkit listrik yang mulai beralih dari batu bara ke PLTS. Bahkan yang terbaru, Presiden mendorong pengolahan sampah menjadi energi atau waste to energy. Ini merupakan bagian dari transisi energi nasional menuju energi yang lebih ramah lingkungan,” pungkasnya. (Bas)






