Kembara UIN Yogyakarta Realisasikan Program Tanam 1.000 Pohon di Karang Tunon, Desa Glempang

Jumat, 16 Januari 2026 - 08:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Penanaman 1.000 pohon oleh Kembara UIN Yogyakarta di Dusun Karang Tunon, Desa Glempang, Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara.

Foto: Penanaman 1.000 pohon oleh Kembara UIN Yogyakarta di Dusun Karang Tunon, Desa Glempang, Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara.

Banjarnegara, BeritaFakta.id – Upaya menjaga keseimbangan alam melalui gerakan penghijauan kembali diwujudkan oleh Keluarga Mahasiswa Banjarnegara (Kembara) Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan melaksanakan program penanaman 1.000 bibit pohon di Dusun Karang Tunon, Desa Glempang, Kecamatan Mandiraja.

Wilayah tersebut diketahui merupakan salah satu zona merah rawan longsor di Kabupaten Banjarnegara, sehingga kegiatan ini dinilai sangat strategis untuk memperkuat struktur tanah dan meningkatkan daya serap air.

Berbagai jenis tanaman penahan erosi dan penangkap air hujan ditanam di sejumlah titik rawan, di antaranya bibit aren, balsa, trembesi, dan kopi. Penanaman dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat setempat.

Ketua Panitia Bakti Sosial Kembara 2026, Mita Azalia, menjelaskan bahwa kegiatan bertajuk “Konservasi dan Pemberdayaan” ini merupakan agenda rutin tahunan yang telah memasuki tahun ke-12. Selain penanaman pohon, mahasiswa juga menggelar sosialisasi pengelolaan sampah bekerja sama dengan Bank Sampah serta edukasi swasembada pangan di lahan pekarangan.

“Ilmu bermasyarakat tidak sepenuhnya kami dapatkan di bangku kuliah. Melalui baksos ini, kami belajar membangun kepekaan sosial dan tanggung jawab terhadap lingkungan tempat asal kami sendiri,” ujar Mita, Kamis (15/1/2026).

Mewakili Bupati Banjarnegara, Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, Drs. Tulus Sugiharto, M.Si, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif tersebut. Menurutnya, aksi nyata mahasiswa ini sangat relevan mengingat sekitar 70 persen wilayah Banjarnegara merupakan daerah rawan bencana.

“Berita bencana hampir setiap hari ada di Banjarnegara. Kemarin di Pandanarum, lalu di Desa Petir ada jembatan putus. Anggaran daerah banyak tersedot untuk perbaikan infrastruktur. Inisiatif mahasiswa ini luar biasa karena menyentuh akar masalah, yaitu pelestarian alam,” jelas Tulus.

Ia juga mendorong pemerintah desa agar mulai mengalokasikan Dana Desa untuk program ketahanan lingkungan.
“Jangan hanya untuk fisik seperti aspal atau talud saja. Sisihkan untuk membeli bibit pohon. Melestarikan alam adalah investasi jangka panjang,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Karang Tunon, Ari Sutono, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa Kembara. Menurutnya, selama ini warga bertanam hanya berdasarkan kebiasaan tanpa didukung teknik konservasi yang tepat.

“Wilayah kami ini zona merah. Kalau musim hujan, kami selalu was-was. Adanya penanaman pohon dan sosialisasi ini sangat menyentuh nurani warga. Apalagi tadi malam juga ada bazar baju murah, warga sangat antusias,” ungkap Ari.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan simbolisasi penanaman pohon yang melibatkan anak-anak PAUD setempat. Harapannya, generasi muda dapat mencintai lingkungan sejak dini sehingga “zona merah” di masa mendatang dapat berubah menjadi zona hijau yang aman dan produktif. ( Ahr kominfo / Bas )

Berita Terkait

Satresnarkoba Polres Metro Bekasi Ungkap Peredaran Obat Keras Daftar G Ilegal, 14 Pengedar Diamankan
Sempat Memanas Aksi Unras Aliansi Mahasiswa Brebes, Situasi Reda Setelah Berdialog Mahasiswa dan Pemkab Duduk Bersama
Warga Villa Kencana Cikarang Harapkan Kepastian Normalisasi Pasokan Air, PDAM Lakukan Penguatan Struktur Clarifier
Gabungan Pelatihan Pemadaman Kebakaran di Mapolres Purbalingga
Perbaikan Jalan Kosambi Tangerang Sebabkan Arus Lalu Lintas Melambat
Polresta Barelang dan Rutan Batam Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Binaan Sambut HUT Bhayangkara ke-80
Bupati Banjarnegara; Penanganan Kekeringan Tak Cukup Hanya Droping Air, Saatnya genjot Sumur Bor dan Embung
GASI Desak Bea Cukai, Polisi, dan Satpol PP Perketat Pengawasan Dugaan Rokok Tanpa Cukai
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:46 WIB

Satresnarkoba Polres Metro Bekasi Ungkap Peredaran Obat Keras Daftar G Ilegal, 14 Pengedar Diamankan

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:46 WIB

Sempat Memanas Aksi Unras Aliansi Mahasiswa Brebes, Situasi Reda Setelah Berdialog Mahasiswa dan Pemkab Duduk Bersama

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:25 WIB

Warga Villa Kencana Cikarang Harapkan Kepastian Normalisasi Pasokan Air, PDAM Lakukan Penguatan Struktur Clarifier

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:59 WIB

Gabungan Pelatihan Pemadaman Kebakaran di Mapolres Purbalingga

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:10 WIB

Perbaikan Jalan Kosambi Tangerang Sebabkan Arus Lalu Lintas Melambat

Berita Terbaru

SPORT

Dua Gol Kylian Mbappe Antar Prancis Tundukkan Irak 3-0

Selasa, 23 Jun 2026 - 12:16 WIB