Banjarnegara, – Kondisi lahan pertanian yang kian menurun akibat pemakaian pupuk kimia dalam jangka panjang mendorong petani di Banjarnegara mencari solusi alternatif. Salah satunya melalui uji coba teknologi pertanian asal Rusia yang kini mulai diterapkan di Desa Purwasaba sebagai langkah awal menuju sistem pertanian yang lebih berkelanjutan.
Inovasi tersebut berupa cairan berbasis bio yang berfungsi memperkuat ketahanan tanaman sekaligus memperbaiki kualitas tanah. Teknologi ini diperkenalkan lewat kolaborasi Business Council Indonesia–Rusia, yang membawa pendekatan baru dalam pengelolaan lahan tanpa ketergantungan pada bahan sintetis.
Kepala Desa Purwasaba, Welas Yuni Nugroho, menyebut uji coba ini sebagai peluang penting bagi petani setempat untuk keluar dari pola lama. Menurutnya, selama puluhan tahun lahan pertanian di wilayahnya terus dipaksa berproduksi dengan input kimia, tanpa proses pemulihan yang memadai.
“Kami ingin membuktikan bahwa pertanian bisa tetap produktif tanpa harus merusak tanah. Kalau teknologi ini berhasil, tentu akan sangat membantu petani untuk jangka panjang,” ujarnya.
Melalui lahan percontohan yang disiapkan di desa, para petani kini menaruh harapan besar pada hasil panen mendatang. Mereka berharap teknologi ini tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menjadi awal perubahan menuju pertanian yang lebih sehat bagi tanah dan generasi berikutnya.






