Komunitas Samosir Balun Sulap Sampah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Mohamad Yusuf Vira alias Ucup Penggiat Komunitas Samosir saat berada di dekat alat pengolahan sampah rumah tangga.(dok Kominfo Banjarnegara).

Foto: Mohamad Yusuf Vira alias Ucup Penggiat Komunitas Samosir saat berada di dekat alat pengolahan sampah rumah tangga.(dok Kominfo Banjarnegara).

Banjarnegara, BeritaFakta.id – Kepedulian terhadap lingkungan mendorong sekelompok pemuda di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, membentuk komunitas yang fokus pada pengelolaan sampah rumah tangga. Komunitas tersebut dikenal dengan nama Sampah Modern Terorganisir (Samosir).

Melalui berbagai kegiatan, komunitas Samosir mengajak masyarakat untuk tidak lagi memandang sampah sebagai limbah semata, melainkan sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi produk bermanfaat dan bernilai ekonomi.

Salah satu penggiat Samosir, Mokhamad Yusuf Vira atau yang akrab disapa Ucup, mengatakan bahwa permasalahan sampah seharusnya diselesaikan sejak dari sumbernya, yaitu dari rumah tangga.

“Selama ini orang hanya berpikir sampah dibuang ke TPA. Padahal yang paling penting adalah bagaimana mengelolanya sejak dari rumah,” ujar Ucup.

Ia menjelaskan, rata-rata satu rumah tangga dapat menghasilkan sekitar 1 hingga 1,5 kilogram sampah per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 persen merupakan sampah anorganik seperti plastik.

Sebagai langkah awal, Samosir melakukan edukasi langsung ke rumah-rumah warga dengan membagikan kantong khusus untuk memisahkan sampah organik dan anorganik.

“Sampah organik kami olah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik, terutama plastik, kami manfaatkan menjadi paving block dan asbak,” jelasnya.

Menurut Ucup, produk paving block berbahan plastik memiliki daya tekan yang kuat dan tidak mudah pecah. Bahkan, hasil produksi mereka pernah dipesan oleh pihak TNI untuk kebutuhan garasi kendaraan berat.

“Pernah dipakai untuk garasi tank dan kendaraan besar lainnya,” ungkapnya.

Ke depan, Samosir juga berencana mengembangkan produk lain dari limbah plastik, seperti meja, kursi, dan vas bunga.

Dampak dari kegiatan ini pun mulai dirasakan oleh masyarakat sekitar. Kesadaran warga terhadap kebersihan meningkat, dan kebiasaan membuang sampah sembarangan mulai berkurang.

“Dulu Desa Balun sering tergenang air saat hujan deras karena saluran tersumbat sampah. Sekarang alhamdulillah sudah jauh lebih baik,” kata Ucup.

Dengan dukungan dari Lazismu (Lembaga Zakat Muhammadiyah), Samosir juga aktif melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk menanamkan kesadaran pengelolaan sampah sejak usia dini, agar tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan produktif secara ekonomi.(bas)

Berita Terkait

PDI Perjuangan Brebes Tegaskan Jawa Tengah Tetap Kandang Banteng
Jalan Sehat Dies Natalis ke 24 SMK Nurul Islam Larangan Disambut Meriah Ribuan Siswa dan Warga
Mental Baja Livin’ Mandiri Bawa Kemenangan Dramatis atas Popsivo Polwan
Menteri PU Tinjau Longsor Cisarua, 6 Alat Berat Dikerahkan untuk Evakuasi
Kejutan Proliga 2026, Jakarta Garuda Jaya Tumbangkan Juara Bertahan Bhayangkara Presisi
Menteri PU Tinjau Normalisasi Sungai Aek Doras untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana Sumut
Tinjau Banjir Bekasi, Menteri PU Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah
Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Longsor Cisarua Bandung Barat
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Januari 2026 - 14:14 WIB

PDI Perjuangan Brebes Tegaskan Jawa Tengah Tetap Kandang Banteng

Senin, 26 Januari 2026 - 11:42 WIB

Jalan Sehat Dies Natalis ke 24 SMK Nurul Islam Larangan Disambut Meriah Ribuan Siswa dan Warga

Minggu, 25 Januari 2026 - 17:55 WIB

Mental Baja Livin’ Mandiri Bawa Kemenangan Dramatis atas Popsivo Polwan

Minggu, 25 Januari 2026 - 15:01 WIB

Kejutan Proliga 2026, Jakarta Garuda Jaya Tumbangkan Juara Bertahan Bhayangkara Presisi

Minggu, 25 Januari 2026 - 14:55 WIB

Menteri PU Tinjau Normalisasi Sungai Aek Doras untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana Sumut

Berita Terbaru