Dari Lulusan UGM, Muhadi Setiabudi Sampai Jadi Pengusaha Sukses

Minggu, 25 Januari 2026 - 11:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES – CEO PT. Dedy Jaya Lambang Perkasa, Dr. (HC) H. Muhadi Setiabudi, kembali menggelar Silaturahim dan ramah tamah dengan puluhan wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) wilayah Kabupaten Brebes di Grand Dian Hotel Gucci, Kabupaten Tegal, pada Sabtu malam (24/1/2026).

Acara ini diselenggarakan untuk mempererat silaturahim dan komunikasi, sekaligus menjadi momentum bagi Muhadi untuk membagikan motivasi kiat hidup sukses yang berlandaskan pada pentingnya beribadah, terutama menjalankan sholat lima waktu.

Kegiatan rutin yang dirancang untuk meningkatkan keakraban ini menjadi ajang bagi Muhadi Setiabudi untuk memaparkan perjalanan bisnisnya yang dimulai dari nol hingga berhasil membangun imperium yang diakui secara nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Muhadi menegaskan bahwa keterbatasan finansial bukanlah penghalang menuju puncak prestasi.

Ia menceritakan bahwa perjalanan bisnisnya dimulai secara otodidak, hanya mengandalkan insting dan kerja keras.

Salah satu momen krusial yang selalu ia ingat adalah modal awal usahanya.

Seperti yang diketahui, kesuksesan Muhadi Setiabudi menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan finansial bukanlah penghalang menuju puncak prestasi.

“Berawal dari Kerja yang ulet dan modal uang Rp3 juta hasil menjual perhiasan sang istri, kami berhasil membangun imperium bisnis secara otodidak hingga diakui oleh negara di Istana Kepresidenan,” ungkap Muhadi.

Perjalanan tanpa sokongan finansial maupun relasi berpengaruh membuat pertumbuhan aset Muhadi Setiaudi di era 1980-an melesat cepat.

Pertumbuhan aset yang masif ini bahkan sempat memicu isu miring di tengah masyarakat setempat, termasuk diisukan menggunakan “pesugihan” karena kepemilikan tambak, sawah, hingga lima unit mobil di usia 25 tahun.

Namun, dedikasinya dalam memberdayakan ekonomi lokal membawa pengakuan bergengsi.

Pada tahun 1992, Muhadi Setiabudi dinobatkan sebagai salah satu pengusaha tersukses di Kabupaten Brebes dan terpilih sebagai Pemuda Pelopor Tingkat Nasional.

Momen puncak pengakuan tersebut terjadi saat ia diundang ke Istana Negara untuk menerima penghargaan langsung dari Presiden Soeharto.

“Saya menangis di Istana Negara. Saya tidak menyangka, anak desa yang memulai semuanya sendiri secara otodidak, bisa diundang ke Istana di zaman Orde Baru. Itu momen yang tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup,” pungkasnya.

Pria asal Desa Cimohong, Kecamatan Bulakamba ini menekankan bahwa kisah perjalanannya adalah bukti bahwa kerja keras dan iman dapat mengatasi segala keterbatasan.

Red: Jateng

Berita Terkait

PDI Perjuangan Brebes Tegaskan Jawa Tengah Tetap Kandang Banteng
Jalan Sehat Dies Natalis ke 24 SMK Nurul Islam Larangan Disambut Meriah Ribuan Siswa dan Warga
Mental Baja Livin’ Mandiri Bawa Kemenangan Dramatis atas Popsivo Polwan
Menteri PU Tinjau Longsor Cisarua, 6 Alat Berat Dikerahkan untuk Evakuasi
Kejutan Proliga 2026, Jakarta Garuda Jaya Tumbangkan Juara Bertahan Bhayangkara Presisi
Menteri PU Tinjau Normalisasi Sungai Aek Doras untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana Sumut
Tinjau Banjir Bekasi, Menteri PU Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah
Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Longsor Cisarua Bandung Barat
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Januari 2026 - 14:14 WIB

PDI Perjuangan Brebes Tegaskan Jawa Tengah Tetap Kandang Banteng

Senin, 26 Januari 2026 - 11:42 WIB

Jalan Sehat Dies Natalis ke 24 SMK Nurul Islam Larangan Disambut Meriah Ribuan Siswa dan Warga

Minggu, 25 Januari 2026 - 17:55 WIB

Mental Baja Livin’ Mandiri Bawa Kemenangan Dramatis atas Popsivo Polwan

Minggu, 25 Januari 2026 - 15:01 WIB

Kejutan Proliga 2026, Jakarta Garuda Jaya Tumbangkan Juara Bertahan Bhayangkara Presisi

Minggu, 25 Januari 2026 - 14:55 WIB

Menteri PU Tinjau Normalisasi Sungai Aek Doras untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana Sumut

Berita Terbaru