Belum Terima Ganti Rugi, Warga Pinang Hadang Alat Berat Pengembang

Selasa, 27 Januari 2026 - 09:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Tangerang, BeritaFakta.id — Sengketa lahan kembali terjadi di lokasi proyek perumahan Rasuna Sutera, Kelurahan Kunciran Jaya, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Sejumlah warga yang mengaku sebagai ahli waris menolak aktivitas pembangunan karena belum menerima ganti rugi atas lahan seluas sekitar 2.030 meter persegi.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin pagi (26/1/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, ketika sekelompok orang bersama alat berat kembali memasuki area lahan proyek. Kehadiran mereka memicu reaksi keras dari warga yang langsung menghadang aktivitas pembangunan.

Mendapat laporan dari warga, pihak kepolisian dari Polsek Pinang langsung mendatangi lokasi kejadian. Dipimpin langsung oleh Kapolsek Pinang, Iptu Adityo Wijarnako, SH, polisi mengamankan empat orang yang diduga terlibat beserta seorang sopir alat berat untuk dimintai keterangan lebih lanjut di Mapolsek Pinang.

“Kami tidak bisa menghalangi proyek pembangunan, tetapi jika ada tindakan yang mengarah ke pidana, itu menjadi tugas kami untuk menindak. Kami akan terus mengawasi situasi ini,” ujar Iptu Adityo kepada wartawan.

Para warga mengapresiasi langkah cepat pihak kepolisian dalam merespons kejadian tersebut. Salah satu ahli waris mengaku merasa terlindungi setelah aparat turun langsung ke lokasi.

“Kami sudah dua kali melapor ke Polres dan Polsek. Saat Pak Kapolsek datang, kami merasa hukum benar-benar hadir dan melindungi kami,” ujarnya.

Didampingi kuasa hukum mereka, Ginting, SH, para ahli waris kembali menegaskan tuntutan agar pihak pengembang segera menyelesaikan pembayaran ganti rugi tanah.

Ginting mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada pertemuan lanjutan dengan pihak pengembang sejak mediasi pertama yang digelar pada 30 Oktober 2025 lalu.

“Belum ada komunikasi lanjutan dari pihak pengembang setelah mediasi pertama,” kata Ginting.

Sementara itu, menanggapi situasi tersebut, Camat Pinang Syarifudin Harja Winata, S.Sos, MM menyatakan akan segera menggelar mediasi ulang antara warga dan pihak pengembang.

“Kami akan mengundang kedua belah pihak, kepolisian, Koramil, RT/RW, lurah, serta pihak-pihak terkait lainnya untuk membawa data dan bukti kepemilikan masing-masing,” ujar Syarifudin.

Ia berharap melalui mediasi tersebut, persoalan sengketa lahan dapat diselesaikan secara musyawarah tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan di tengah masyarakat.(ams)

Berita Terkait

Makin Rawan di Kabupaten Bekasi, SDN Sukaraya 01 Dibobol Maling, Kerugian Capai Puluhan Juta
Desa Jatilawang Terimbas Angin Puting Beliung, 20 Rumah Milik Warga Mengalami Kerusakan
Menteri PPPA Minta Maaf, Tegaskan Fokus Penanganan Trauma dan Perlindungan Anak Korban Tragedi Kreta Api Bekasi Timur
Praktik Culas Absensi Fiktif ASN Pemkab Brebes Berjalan Sejak 2024
Diduga Kerusakan Kelistrikan, Mobil Warga Terbakar Saat Mesin Dipanasi Pemilik
Polres Matangkan Strategi Pengamanan dan TFG Antisipasi Membludaknya Jamaah, Hadirnya Gus Iqdam di Brebes
Baru Bebas Tahun Lalu, Residivis Narkoba di Bumiayu Kembali Diciduk Satresnarkoba Polres Brebes
HUT Depok ke-27 Cuma Seremoni, Warga Sawangan Tagih Jalan Rusak dan Janji yang Mangkrak
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 12:24 WIB

Makin Rawan di Kabupaten Bekasi, SDN Sukaraya 01 Dibobol Maling, Kerugian Capai Puluhan Juta

Kamis, 30 April 2026 - 09:12 WIB

Desa Jatilawang Terimbas Angin Puting Beliung, 20 Rumah Milik Warga Mengalami Kerusakan

Kamis, 30 April 2026 - 09:09 WIB

Menteri PPPA Minta Maaf, Tegaskan Fokus Penanganan Trauma dan Perlindungan Anak Korban Tragedi Kreta Api Bekasi Timur

Kamis, 30 April 2026 - 09:04 WIB

Praktik Culas Absensi Fiktif ASN Pemkab Brebes Berjalan Sejak 2024

Rabu, 29 April 2026 - 21:30 WIB

Diduga Kerusakan Kelistrikan, Mobil Warga Terbakar Saat Mesin Dipanasi Pemilik

Berita Terbaru