Praktik Culas Absensi Fiktif ASN Pemkab Brebes Berjalan Sejak 2024

Kamis, 30 April 2026 - 09:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES, Beritafakta.id – Praktik culas absensi fiktif oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes diduga sudah berjalan sejak tahun 2024 hingga sekarang. Untuk menggunakan aplikasi absensi fiktif ini, ASN harus melakukan aktivasi dengan mendaftarkan Nomor Induk Pegawai (NIP) miliknya dan membayar Rp250 ribu per tahun.

Upaya untuk menjalankan kecurangan ini tidak hanya dilakukan kali ini saja. Tahun 2022-2023, diawali dengan manipulasi Global Positioning System (GPS) di aplikasi presensi milik Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah (BKPSDMD) Brebes. ASN bisa melakukan manipulasi absensi tanpa hadir di lokasi kerja.

Di tahun 2023, praktik manipulasi GPS ini terbongkar yang akhirnya tahun 2024 hingga sekarang, menggunakan aplikasi dengan aktivasi berbayar Rp250 per tahun. Para ASN pengguna aplikasi absensi fiktif ini menduga bahwa praktik penjualan aktivasi ini dilakukan oleh oknum pegawai di BKPSDMD Brebes.

“Praktik fake GPS berjalan sekitar tahun 2022-2023. Terus ada perbaikan sistem yang pakai fake GPS tidak bisa digunakan. Setelah itu munculah yang versi pro, bayar 250 setahun. Berarti mulai tahun 2024 sampai sekarang. Kami menduga ini orang BKD, masa tutup mata begitu saja,” kata ASN pengguna aplikasi absensi fiktif saat ditemui, Rabu (29/4/2026).

Guru SMP Negeri berstatus ASN di Kabupaten Brebes ini mengaku telah melakukan aktivasi absensi fiktif sejak beberapa tahun terakhir dengan membayar Rp250 ribu per tahun. Dia menyebut mengetahui adanya praktik culas itu dari salah satu rekannya yang sudah lebih lama menggunakan.

“Saya tahu dari teman sesama ASN yang sudah lama pakai aplikasi versi pro itu. Bayarnya Rp250 ribu per tahun lewat transfer ke seseorang. Saya juga tidak tahu yang jual aplikasi ini orang Pemda Brebes sendiri atau bukan. Tapi kalau bukan, kenapa data bisa langsung terintegrasi dengan server di BKD,” katanya.

Dengan memanfaatkan aplikasi itu, lanjut dia, dirinya bisa melakukan absensi kerja meski sedang tidak berada di lokasi kerja. Ia tetap bisa melakukan absensi sidik jari meskipun sedang berada di luar kota, atau bahkan tidak masuk alias bolos kerja. “Bagi saya membantu sekali aplikasi ini. Kadang kita ke luar kota ada urusan lain, tapi tetap bisa absen,” tambahnya.

Praktik absensi fiktif ini dijalankan oleh ASN culas untuk menghindari pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) jika tidak melakukan absensi. Pemotongan secara otomatis dilakukan oleh sistem BKPSDMD Brebes jika ASN telat maupun tidak hadir atau tidak masuk kerja.

ASN golongan III D yang melakukan absensi secara normal dengan aplikasi resmi, AN mengaku seringkali mendapatkan pemotongan TPP saat dirinya telat masuk kerja. Dia menyebut untuk telat masuk pada 0-30 menit akan terpotong 0,5 persen. Kemudian saat tidak masuk kerja akan terpotong 3 persen, dengan rincian tidak absen masuk 1,5 persen dan tidak absen pulang 1,5 persen.

“Bulan April 2026 ini saya sudah ada potongan 5,5 persen, atau sekitar Rp100 ribuan. Kalau TPP itu tergantung kelas golongan ASN-nya. Saya pernah tidak masuk karena sakit, dipotong 3 persen per satu hari,” katanya.

Kepala BKPSDMD Brebes, Moh. Syamsul Haris saat dikonfirmasi mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan investigasi terkait adanya aplikasi absensi fiktif yang dimanfaatkan ASN Pemkab Brebes. Pihaknya akan menginventarisasi ASN yang menggunakan aplikasi absensi fiktif itu.

“Kita sedang menginvestigasi ASN mana saja yang menggunakan aplikasi fiktif itu. Kami di BKD juga melakukan investigasi internal,” kata Haris.

Haris menegaskan, tidak ada orang pemerintahan yang terlibat penjualan aktivasi aplikasi tersebut. Haris bahkan menuding bahwa aplikasi ini dijual oleh hacker yang bisa menembus sistem BKPSDMD Brebes. Hacker disebut telah menembus sistem dan menjalankan praktik culas tersebut.

“Itu sudah kita identifikasi dipastikan tidak dari BKD. Itu dari hacker-hacker yang menembus sistem kami,” kata Haris.

Rusmono

Berita Terkait

Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Wanasari, Polisi Selidiki Dugaan Tindak Kekerasan
Tercatat di Urutan 3 Terbawah Program CKG, Kini Puskesmas Jatirokeh Jadi 10 Besar Se-Jateng dan Jadi Rujukan Provinsi
Diduga Belum mengantongi Izin, CV DT Ika Vina, Melakukan Transaksi Pencairan dengan Bunga Tinggi
Gas Natuna Mengalir ke Singapura, Batam Baru Kebagian? Projo Kepri Desak Pemerintah Hentikan Sementara Ekspor Gas Bumi
Audiensi Driver dan Pertamina Bahas Kendala Subsidi Tepat di Banyuwangi, Ini Hasil Kesepakatannya
Festival Wisata Kuliner Nusantara Bulan Bung Karno 2026 PDIP Resmi di Buka
Waspada Ancaman Tak Terlihat, Rutan Batam Gandeng Dinas Kesehatan Gelar Sosialisasi Hantavirus
Antisipasi Dinamika Kamtibmas, Polres Brebes Gelar Latihan Intensif Kompi Negosiator
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:27 WIB

Tercatat di Urutan 3 Terbawah Program CKG, Kini Puskesmas Jatirokeh Jadi 10 Besar Se-Jateng dan Jadi Rujukan Provinsi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:12 WIB

Diduga Belum mengantongi Izin, CV DT Ika Vina, Melakukan Transaksi Pencairan dengan Bunga Tinggi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:10 WIB

Gas Natuna Mengalir ke Singapura, Batam Baru Kebagian? Projo Kepri Desak Pemerintah Hentikan Sementara Ekspor Gas Bumi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:42 WIB

Audiensi Driver dan Pertamina Bahas Kendala Subsidi Tepat di Banyuwangi, Ini Hasil Kesepakatannya

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:27 WIB

Festival Wisata Kuliner Nusantara Bulan Bung Karno 2026 PDIP Resmi di Buka

Berita Terbaru

SPORT

Australia Kalahkan Turki 2-0 Dalam Laga Grup D

Minggu, 14 Jun 2026 - 14:36 WIB

SPORT

Brasil Ditahan Maroko 1-1 Pada Laga Pembuka Grup C

Minggu, 14 Jun 2026 - 14:31 WIB

SPORT

Qatar Tahan Imbang Swiss Dengan Skor 1-1

Minggu, 14 Jun 2026 - 14:27 WIB