Brebes — Bupati Brebes Hj Paramitha Widya Kusuma, SE, MM, menyebut tenaga pendamping desa sebagai wajah kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Desa di Pendopo Kabupaten Brebes.
Menurut Paramitha, tenaga pendamping profesional memiliki peran strategis sebagai penghubung antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan riil masyarakat desa. Keberhasilan pembangunan desa, kata dia, sangat ditentukan oleh kualitas pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Rakor ini memiliki makna yang sangat penting. Saudara-saudara adalah penghubung antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan nyata masyarakat. Keberhasilan pembangunan desa sangat ditentukan oleh kualitas pendampingan yang saudara berikan,” ujar Paramitha.
Ia juga menegaskan bahwa tugas pendamping desa tidak hanya bersifat administratif, tetapi harus mampu menjadi mitra aktif yang responsif dan solutif terhadap berbagai persoalan di lapangan.
“Pendamping desa harus hadir tidak hanya sebagai pelaksana administrasi, tetapi juga sebagai mitra desa yang aktif, responsif, dan solutif terhadap berbagai permasalahan yang ada,” tegasnya.
Lebih lanjut, Paramitha menyatakan komitmen Pemerintah Kabupaten Brebes untuk terus mendorong terwujudnya desa-desa yang mandiri, maju, dan berkelanjutan. Ia mengajak seluruh pendamping desa untuk terus meningkatkan kapasitas diri serta memperkuat sinergi dengan pemerintah desa.
“Mari kita perkuat kerja sama dengan pemerintah desa demi kepentingan masyarakat luas. Jadilah pendamping yang membawa perubahan positif bagi kemajuan Kabupaten Brebes,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Kabupaten Brebes, Subagyo, menyampaikan apresiasi atas dedikasi Tenaga Pendamping Profesional yang telah mengabdi selama enam tahun terakhir di wilayah tersebut.
Subagyo menjelaskan, saat ini terdapat 104 personel TPP di Kabupaten Brebes, yang terdiri dari empat Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat tingkat kabupaten, 39 Pendamping Desa tingkat kecamatan, serta 61 Pendamping Lokal Desa (PLD) yang bertugas langsung di desa dengan cakupan tiga hingga empat desa per pendamping.
Meski memiliki pembagian peran yang berbeda, Subagyo menegaskan seluruh pendamping memiliki visi yang sama, yakni mendukung program kerja Bupati Brebes demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Komitmen teman-teman pendamping sangat jelas, yaitu siap menyukseskan program kerja Ibu Bupati demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Brebes,” tuturnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih atas kontribusi para pendamping yang selama ini menjadi tulang punggung Dinpermades dalam pelaksanaan program pendampingan di lapangan.
“Tanpa bantuan rekan-rekan sekalian, tugas-tugas kedinasan tidak akan terlaksana secara maksimal,” pungkasnya.
Red : Jateng






