Jakarta, beritafakta.id – PT Pertamina Gas (“Pertagas”), bagian dari Subholding Gas PT Pertamina (Persero), mencatatkan kinerja operasional yang solid sepanjang tahun 2025 dengan pertumbuhan di seluruh lini bisnis utama. Peningkatan tersebut terlihat pada segmen transportasi gas, transportasi minyak, regasifikasi, serta transportasi LPG yang seluruhnya mencatatkan kenaikan volume penyaluran dibandingkan tahun sebelumnya.
Capaian ini didorong oleh konsistensi perusahaan dalam memperkuat konektivitas jaringan pipa dengan sumber pasokan gas utama, pengembangan infrastruktur distribusi energi yang terintegrasi di sepanjang rantai bisnis, serta peningkatan kualitas layanan bagi pelanggan di berbagai sektor industri dan komersial di Indonesia.
Sepanjang 2025, lini bisnis transportasi gas mencatatkan volume penyaluran lebih dari 1.500 MMSCFD, meningkat sekitar 4 persen dibandingkan realisasi tahun 2024. Sementara itu, transportasi minyak mencatatkan volume penyaluran lebih dari 174 ribu BOPD, atau tumbuh sekitar 8 persen, seiring meningkatnya aktivitas hulu migas dan tambahan pasokan dari sejumlah wilayah produksi.
Pada segmen regasifikasi, volume tercatat sekitar 155 BBTUD atau meningkat sekitar 6 persen. Adapun produksi LPG mencatatkan pertumbuhan sekitar 5 persen dengan volume penyaluran lebih dari 450 ton per hari sepanjang 2025.
Pertumbuhan di seluruh lini bisnis tersebut menegaskan peran Pertagas sebagai operator infrastruktur energi midstream yang semakin strategis dalam mendukung distribusi energi nasional secara efisien dan andal.
Direktur Utama Pertagas Indra Sembiring mengatakan bahwa kinerja positif perusahaan juga didukung oleh ekspansi basis pelanggan di berbagai sektor, mulai dari industri strategis hingga segmen rumah tangga dan UMKM.
Saat ini layanan Pertagas menjangkau lebih dari 60 pelanggan industri strategis, di antaranya sektor kelistrikan, pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik, dan kaca. Selain itu, layanan perusahaan juga menjangkau lebih dari 250 ribu sambungan rumah tangga dan pelaku UMKM di berbagai wilayah Indonesia.
“Sebagai perusahaan infrastruktur midstream, Pertagas berkomitmen memastikan pasokan energi yang andal dari sumber produksi hingga ke berbagai sektor strategis nasional, mulai dari pembangkit listrik dan industri hingga kebutuhan energi rumah tangga masyarakat,” ujar Indra.
Ia menambahkan bahwa distribusi energi yang efisien dan berkelanjutan menjadi faktor penting dalam mendukung operasional industri sekaligus memperkuat daya saing ekonomi nasional.
Saat ini Pertagas mengoperasikan jaringan pipa gas bumi sepanjang sekitar 2.930 kilometer serta pipa transmisi minyak bumi sepanjang 605 kilometer. Infrastruktur tersebut menjadi tulang punggung distribusi energi bagi berbagai sektor strategis nasional.
Perusahaan terus memastikan keandalan operasional jaringan tersebut melalui penguatan sistem operasi, program pemeliharaan berkelanjutan, serta optimalisasi pengelolaan aset guna menjaga stabilitas pasokan energi.
Dari sisi kinerja keuangan, sepanjang 2025 secara konsolidasi Pertagas mencatatkan pendapatan sebesar USD 861,51 juta, dengan kontribusi utama dari bidang usaha transportasi dan niaga gas bumi serta transportasi minyak bumi.
Selain itu, EBITDA tercatat sebesar USD 427,46 juta atau meningkat 15,90 persen, sementara laba bersih meningkat 21,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian tersebut mencerminkan fundamental perusahaan yang solid serta operasional yang efisien dengan tetap mengutamakan keandalan dan keamanan operasi.
Memasuki tahun 2026, Pertagas menargetkan peningkatan kinerja operasional pada lini bisnis utama, di antaranya volume transportasi gas mencapai sekitar 1.600 MMSCFD serta transportasi minyak sebesar 175 ribu BOPD.
Untuk mencapai target tersebut, Pertagas akan menjalankan berbagai inisiatif yang mendukung pertumbuhan volume dan pelanggan. Selain itu, sebagai upaya mendorong pertumbuhan berkelanjutan, perusahaan merencanakan belanja modal (capex) sekitar USD 75 juta pada tahun ini untuk pengembangan infrastruktur energi serta peningkatan keandalan jaringan di sejumlah wilayah operasi.
Salah satu proyek utama yang tengah dikembangkan adalah pembangunan pipanisasi BBM Cikampek–Plumpang sepanjang 96 kilometer. Proyek ini diharapkan dapat memperkuat sistem logistik energi nasional, menurunkan biaya distribusi, serta mengurangi emisi dari transportasi darat di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat.
Selain itu, pasca rampungnya revitalisasi tangki F-6004 LNG Arun di Aceh, Pertagas juga akan mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas tersebut guna memperkuat pasokan gas bagi sektor industri dan kelistrikan sekaligus meningkatkan peran Indonesia dalam jaringan energi regional.
“Inisiatif strategis perusahaan pada 2026 difokuskan pada penguatan infrastruktur energi, peningkatan keandalan operasional, serta optimalisasi pemanfaatan sumber energi yang lebih bersih dan efisien. Melalui langkah ini, Pertagas berupaya menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan sekaligus mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Indra.
Ke depan, Pertagas juga mendorong pengembangan peluang bisnis baru melalui peningkatan pemanfaatan infrastruktur gas dan LNG, penguatan efisiensi operasional rantai pasok, serta pengembangan energi masa depan seperti hidrogen dan biomethane.
Inisiatif tersebut diharapkan dapat memperkuat portofolio bisnis energi perusahaan sekaligus mendukung transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan.
Sebagai perusahaan infrastruktur energi terintegrasi, Pertagas optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan kinerja sekaligus memperluas kontribusi dalam mendukung ketahanan energi nasional dan pertumbuhan ekonomi Indonesia di berbagai sektor, sejalan dengan Asta Cita Pemerintah.
Sekilas PT Pertamina Gas (Pertagas)
Pertagas merupakan bagian dari Subholding Gas Pertamina yang didirikan pada 23 Februari 2007 untuk memenuhi ketentuan UU No. 22 Tahun 2001 serta menjawab peningkatan kebutuhan komoditas gas di Indonesia.
Perusahaan ini bergerak di sektor midstream dan downstream industri energi di Indonesia, dengan pengembangan bisnis pada sektor gas, minyak, maupun bentuk energi lainnya di seluruh Indonesia.
Kegiatan usaha Pertagas didukung oleh dua entitas anak usaha, yaitu PT Pertagas Niaga dan PT Perta Arun Gas, serta dua entitas joint venture yaitu PT Perta Daya Gas dan PT Perta-Samtan Gas yang berperan dalam usaha Oil & Gas Transportation, Gas Sales, Terminal Usage, LPG Sales, dan Facility Usage.
Melalui tagline “Delivering Reliable Energy”, Pertagas menegaskan posisinya sebagai perusahaan transmisi dan distribusi energi di Indonesia yang telah bertransformasi menjadi penyalur sumber energi dengan memanfaatkan infrastruktur yang dibangun, dimiliki, dan dioperasikan oleh Pertagas serta afiliasinya.
Penulis : **
Editor : azizah estetika






