Jakarta, Beritafakta.id — Waktu boleh menggerus usia, tapi tak mampu mengikis semangat. Dalam Halal Bihalal Perkumpulan Pensiunan Pekerja Kereta Api (Perpenka), yang juga bertepatan dengan HUT ke 59 berlangsung di Gedung Serbaguna KCI, Juanda, Jakarta, Sabtu (18/4/2026).
Mengusung tema “Merajut Generasi Insan KAI Mengabdi Tidak Berhenti, Silaturahmi Tak Terputus”, acara ini jelas bukan sekadar temu kangen. Lebih dari itu, suasana terasa seperti rel lama yang kembali dipanaskan, menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan dalam satu jalur pengabdian.
Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD 1), Mumuh, menangkap denyut itu dengan jelas. Ia melihat para pensiunan tetap aktif dan semakin solid dalam menjaga kebersamaan.
“Meski sudah pensiun, semangat untuk tetap aktif dan berkumpul itu luar biasa. Tidak ada kata putus asa, justru tetap ingin berkontribusi dalam kebersamaan,” ujar Mumuh.
Sementara itu, penasehat DPD 1, Eddi Sasongko, menyoroti pergeseran anggota ke Depok, Bekasi, dan Tangerang. Ia menyebut, perpindahan ini justru melahirkan kantong-kantong kekuatan baru. Bahkan, Depok kini menampung hampir 50 persen anggota Perpenka.
“Perpenka ini rumah kita bersama. Mari kita rajut terus kebersamaan antar generasi, karena pengabdian tidak berhenti dan silaturahmi harus tetap terjaga,” harap Eddi Sasongko.
Satu Akar, Satu Keluarga Besar
Di sisi lain, Direktur Utama KCI, Purnomo, mengajak melihat akar kebersamaan yang lebih dalam. Ia menegaskan bahwa banyak insan perkeretaapian lahir dari proses pembinaan yang sama, dibentuk dari awal hingga berkembang.
“Banyak dari kami lahir dari kebijakan yang sama, dibina dari awal hingga berkembang. Ini menunjukkan bahwa pembinaan SDM di lingkungan kereta api berjalan dengan baik,” jelasnya.
“Di mana pun berada, kita tetap satu keluarga besar perkeretaapian. Jiwa pengabdian untuk melayani masyarakat itu yang membedakan dan menyatukan kita,” tutupnya.
Memasuki sesi berikutnya, suasana berubah menjadi lebih haru. Panitia menyerahkan Piagam Penghargaan Tanda Syukur (TAKUR) kepada anggota berusia 75 tahun ke atas.
Ini bukan sekadar seremoni formal. Ini seperti menepuk bahu para senior sambil berbisik, “Kami tidak lupa.”
Regenerasi: Estafet yang Terus Berjalan
Namun Perpenka tak hanya menoleh ke belakang. Perkumpulan ini juga membuka pintu untuk masa depan. Penyerahan Kartu Tanda Anggota kepada anggota baru oleh Ketua DPD 1 menjadi bukti bahwa estafet terus berjalan.
Regenerasi bukan sekadar jargon, ia hidup, bergerak, dan tumbuh.
Tausyiah Penutup yang Menohok
Menjelang akhir, suasana kembali hikmat. Dr. Ahmad Rifai, M.Pd, naik menyampaikan tausyiah. Dengan nada tenang namun mengena, ia menyebut kebersamaan para pensiunan KAI sejatinya sudah menjadi praktik nyata nilai-nilai keislaman.
Ia kemudian menutup dengan doa, merajut seluruh rangkaian acara dalam satu harapan yang sama: kesehatan, keberkahan, dan umur panjang dalam kebersamaan yang tak pernah benar-benar usai.
Penulis : Yudi Purwanto
Editor : Azizah Estetika












