Tangerang Selatan, beritafakta.id – Puluhan warga dan keluarga besar berkumpul menghadiri Haul ke-59 KH.Muhammad Kosim bin Ateng Aidi dan Santunan anak Yatim-Piatu & Dhu’afa di rumah salah satu cucunya, (alm) H.Ya’qub beralamat Rt.01/04 Kelurahan Parigi Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan pada Kamis malam, 02 Juli 2026. Kegiatan ajang silaturraahiim ini diketuai Nurrahman (Maman) yang juga menjabat selaku Ketua RT.01/04
Dihadiri 3 cucu dari 9 bersaudara yang masih hidup (bpk Jaya, Asmani/ Ust.Ahmad Qodirun, Mariah), cicit, ust.Sutisna, Ketua DKM Nursaidin & jama’ah Mushola Al-Muttaqin, tokoh masyarakat, dan warga sekitar dengan pembawa acara Muhyidin (Porit)
Acara haul yang ke-59 ini rutin diadakan setiap tahun bertujuan memperkuat tali silaturrahiim serta memperingati napak tilas sejarah KH.Muhammad Kosim bin Ateng Aidi dikenal sebagai sosok tokoh agama dan pejuang disaat hidupnya. Dari 6 anaknya, masih ada 3 cucu dari 9 bersaudara yang masih hidup dan puluhan cicit yang banyak menetap di wilayah Parigi Pondok Aren
KH.Muhammad Kosim bin Ateng Aidi berasal dari daerah Bali Mester Jatinegara Jakarta Timur, berangkat ke wilayah Lengkong Tangerang bertujuan mencari ilmu dengan para tokoh agama (kyai). Dengan banyaknya ilmu yang didapat, berdasarkan sejarah dikenal mengajarkan ilmu Tauhid. Selain sebagai guru, juga berpengalaman sebagai Muadzin dan Bilal. Memiliki banyak murid, khususnya di daerah Pondok Aren dengan keahlian sebagai guru dan ustadz. Menetap di wilayah Parigi hingga akhir hayatnya.
Acara berlangsung selepas sholat Isya yang dimulai dengan Dzikir dan Tahlil yang dipimpin oleh Ustadz Yanto Iskandar dan doa oleh Ustadz Agus Fakhri. Terlihat puluhan warga mengikuti kegiatan ini penuh khidmat.
Dilanjutkan dengan sambutan Ust.Ahmad Qodirun, S.Pdi (suami dari Asmani, cucu KH.Muhammad Kosim) yang mewakili keluarga besar KH.Muhammad Kosim bin Ateng Aidi. “Maksud diadakannya haul ini adalah menguatkan silaturraahiim dan kebersamaan. Kalau ini tiada, maka bisa ‘mati kompor’ antar keluarga dan warga bisa saling tidak mengenal dan tidak mengetahui napak tilas sejarah perjuangan dari alm KH.Muhammad Kosim sebagai guru dan tauladan kita. Ingatlah pada kebaikan seseorang yang sudah meninggal sebagai ibroh (contoh) bagi kita semua. Dengan mengutip sebuah hadits, Rasulullaah saw bersabda : “Barang siapa yang ingin diberkahi rezekinya oleh Allah swt, maka perbanyaklah silahturraahiim” ujar Ust.Ahmad Qodirun.
Dalam waktu yang sama, acara dilanjutkan dengan ceramah dibawakan oleh Ustadz Roji Bahktiar berasal dari Pondok Lakah, Pondok Aren, Tangerang Selatan yang dengan gaya kocak nya membuat hadirin tak jenuh mendengarkan ceramah nya. “Alhamdulillaah, dengan adanya figur KH.Muhammad Kosim bin Ateng Aidi, kakek bapak kita yang pernah jadi muridnya mengajarkan kita belajar ngaji dan agama. Almarhum sudah tiada, tapi amalan beliau menjadi panutan bersama. Mari kita teruskan estafet perjuangan almarhum. Kita bentengi keluarga kita dengan agama serta bersungguh-sungguh dalam mempelajari ilmu agama. Adanya ilmu adalah dengan belajar, bukan karena bapak atau kakeknya seorang kyai” ungkap Ustadz Roji Bahktiar.
Dalam moment penuh berkah ini, dipimpin Ketua RT 01 Nurrahman (Maman) pihak panitia membagikan santunan anak Yatim-Piatu & Dhu’afa. “Acara ini diadakan rutin setiap bulan Muharram. Selain di Pondok Aren, dari keluarga besar ada juga yang menetap di wilayah Sepatan Kabupaten Tangerang sebagai ajang silaturraahiim keluarga besar” jelas Nurrahman (Maman) dengan raut wajah bahagia mengenakan tampilan kemeja Koko hijau muda ini pada awak media beritafakta.id/ Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Satiri dan menikmati sajian hidangan bersama. (ams)






