Banjarnegara, BeritaFakta.id— Pemerintah Kabupaten Banjarnegara resmi menerapkan Electronic Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (e-SAKIP) berbasis web sebagai langkah memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih akuntabel, transparan, dan berorientasi pada hasil. Melalui sistem ini, setiap penggunaan anggaran daerah diharapkan dapat diukur kinerjanya serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Peluncuran e-SAKIP dilakukan langsung oleh Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, di Aula Sasana Bhakti Praja, Selasa (4/8/2026), yang ditandai dengan pemukulan gong dan dihadiri seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pejabat perencana, serta pengelola SAKIP di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara.
Dalam sambutannya, Bupati Amalia menegaskan bahwa transformasi digital di lingkungan pemerintahan tidak boleh berhenti pada perubahan sistem administrasi semata. Digitalisasi, menurutnya, harus diiringi dengan perubahan budaya kerja aparatur sipil negara (ASN) yang lebih profesional, terukur, dan berorientasi pada capaian kinerja.
“e-SAKIP harus menjadi alat pengendali kinerja yang mampu memastikan setiap penggunaan anggaran daerah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Amalia.
Ia meminta seluruh kepala OPD memimpin secara langsung implementasi e-SAKIP di masing-masing instansi. Mulai dari penyusunan indikator kinerja, penginputan data, pelaksanaan program, hingga evaluasi hasil harus dilakukan secara konsisten agar menghasilkan informasi yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Menurutnya, keberhasilan implementasi e-SAKIP sangat bergantung pada kualitas data yang disajikan serta keterpaduan antara proses perencanaan, penganggaran, pelaksanaan program, dan pelaporan kinerja. Dengan demikian, setiap program pemerintah dapat dievaluasi berdasarkan capaian yang terukur, bukan sekadar realisasi anggaran.
Sementara itu, Asisten Administrasi Sekretariat Daerah Kabupaten Banjarnegara, Dalmini, S.Sos., menjelaskan bahwa e-SAKIP merupakan aplikasi berbasis website yang dikembangkan untuk mengintegrasikan proses perencanaan, pemantauan, pengendalian, evaluasi, hingga pelaporan kinerja seluruh OPD dalam satu sistem.
Menurut Dalmini, digitalisasi sistem akuntabilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas tata kelola pemerintahan sekaligus memperkuat akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan daerah.
“Target yang ingin dicapai adalah peningkatan nilai SAKIP Kabupaten Banjarnegara dari predikat B menjadi AA melalui sistem yang lebih terintegrasi dan berbasis kinerja,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan e-SAKIP merupakan bagian dari implementasi KOMPAS SAKIP, sebuah pendekatan yang dirancang untuk menyelaraskan proses perencanaan, pelaksanaan program, pengukuran, hingga evaluasi kinerja agar sejalan dengan visi dan misi pembangunan daerah serta mendukung pencapaian program strategis nasional.
Melalui penerapan e-SAKIP, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menargetkan sistem pengukuran kinerja yang lebih objektif, transparan, dan terintegrasi. Selain menjadi instrumen evaluasi internal, sistem tersebut diharapkan mampu meningkatkan akuntabilitas penggunaan anggaran daerah sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat. (Bas)












