x

Jaga Ketahanan Pangan dan Antisipasi Banjir, Pemkab Brebes Lakukan Normalisasi Sungai

waktu baca 3 menit
Selasa, 22 Sep 2026 20:09 33 redaksi

BREBES, Beritafakta.id — Berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan alokasi APBD-APBN Tahun Anggaran 2026, progres normalisasi sungai dan saluran irigasi di Kabupaten Brebes mengalami peningkatan masif.

Fokus utama pembangunan infrastruktur tahun 2026 di bawah kepemimpinan Bupati Hj. Paramitha Widya Kusuma adalah pembenahan sektor pengairan untuk ketahanan pangan dan mitigasi banjir.

Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (DPSDAPR) Brebes merealisasikan pembersihan sedimentasi menggunakan anggaran daerah. Salah satunya Saluran Pembuangan di Desa Keboledan, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes. Proyek senilai dengan pagu Rp192 juta dari APBD 2026 telah selesai dikerjakan melalui pengadaan langsung untuk pengerukan sedimentasi disebelah barat Desa. Proyek ini disinergikan dengan operasi UPI di Balai Besar Sungai (BBWS) Pemali Juana.

[bacajuga berdasarkan="category" mulaipos="1" judul="Baca Juga:"]

Selain itu, DPSDAPR juga mengoptimalkan pengadaan alat berat. Eksavator mini mulai dioperasikan pada TA 2026 untuk mempercepat pengerukan tanpa harus menunggu bantuan alat berat dari pusat.

Kepala Dinas DPSDAPR Kabupaten Brebes, Zuhdan Fanani menerangkan, peningkatan alokasi ini merupakan instruksi langsung Bupati Paramitha untuk menjawab persoalan klasik banjir dan kekeringan yang saling bergantian di Brebes.

“Sesuai arahan Bupati, tahun 2026 ini kita tidak hanya menunggu bantuan pusat. Kita genjot normalisasi dari anggaran daerah sendiri. Contohnya di Desa Keboledan Wanasari sudah selesai. Ini langkah cepat dan sinergi dengan BBWS Pemali Juana untuk memastikan aliran pembuang kembali lancar,” terang Zuhdan.

[bacajuga berdasarkan="category" mulaipos="2" judul="Baca Juga:"]

Lanjut Zuhdan, Menurutnya pengadaan eksavator mini menjadi terobosan untuk efisiensi dilapangan.

“Selama ini pengerukan terkendala alat berat. Dengan eksavator mini, saluran-saluran sekunder yang sulit dijangkau alat besar kini bisa kita tangani lebih cepat. Targetnya tidak ada lagi sedimentasi yang menahun mengendap menghambat distribusi air ke sawah maupun pembuangan ke muara,” ungkapnya.

Ia menambahkan, seluruh progres normalisasi akan diprioritaskan pada titik-titik rawan banjir dan kawasan sentra pangan.

Sementara itu tahun 2026 menjadi awal dimulainya proyek strategis nasional (PSN) di Daerah Aliran Sungai (DAS) penanganan banjir lintas wilayah di Kecamatan Ketanggungan dengan total investasi Rp270 miliar melalui dana APBN dengan pengerjaan multiyears 2026-2027.

Progres fisik awal meliputi peninggian tanggul (raised bank) di titik rawan jebol Desa Cikeusal Lor (Paket BB-2) dan pembangunan kolam retensi Karangmalang Drainage Detention Basin (Paket BB-4a) yang dikebut setelah pembayaran ganti untung lahan selesai.

Melalui BBWS Cimanuk-Cisanggarung juga menambah alokasi eksavator untuk wilayah Brebes hingga 50 persen dari total kapasitas operasional balai.

Untuk wilayah perkotaan, DPU Brebes bersama komunitas peduli sungai (KPS Masjaka) melakukan pengerukan sedimen basah dan pembersihan eceng gondok. Fokus pengerjaan tahun ini mencakup wilayah hilir jalan tol hingga pemukiman padat di Desa Krasak dan Kelurahan Limbangan Wetan dan Kulon untuk memastikan kelancaran pembuangan air ke muara.

(Rusmono)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x