x

RSI Sultan Agung Pecahkan Rekor MURI Penyuluhan Massal Penanganan Gigitan Ular, Gandeng Kemenkes Perkuat Jejaring Toksikologi

waktu baca 3 menit
Senin, 28 Sep 2026 09:44 74 redaksi

SEMARANG, BeritaFakta.id — Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang mencatatkan capaian baru dalam rangkaian peringatan HUT ke-56. Rumah sakit pendidikan di bawah naungan Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) tersebut berhasil mencatatkan Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melalui kegiatan Penyuluhan Massal Penanganan Gigitan Ular (snakebite).

Kegiatan tersebut digelar bertepatan dengan momentum World Snakebite Awareness Day yang diperingati setiap 17 September. Selain menjadi bagian dari edukasi masyarakat mengenai penanganan gigitan ular, kegiatan ini sekaligus memperkuat jejaring toksikologi antara RSI Sultan Agung dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

Inisiatif tersebut mendapat dukungan Ketua Umum YBWSA, Prof. Dr. Bambang Tri Bawono, S.H., M.H., serta Kemenkes RI.

[bacajuga berdasarkan="category" mulaipos="1" judul="Baca Juga:"]

Penyuluhan menghadirkan pakar toksikologi, Dr. dr. Tri Maharani, M.Si., Sp.E.M., Subsp.Tok.(K), FICEP, FIMMA, selaku Ketua Kajian Gigitan Hewan Berbisa, Tanaman Beracun, Penyakit Tidak Menular, serta Toksikologi Kemenkes RI.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai penanganan awal dan tata laksana kasus gigitan ular. Materi juga mencakup penanganan kegawatdaruratan toksikologi medis, termasuk pembahasan mengenai manajemen keracunan yang berkaitan dengan Makan Bergizi Gratis (MBG).

RSI Sultan Agung Jadi Mitra Strategis Kemenkes

Momentum penting lainnya ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama yang menetapkan RSI Sultan Agung Semarang sebagai mitra strategis Kemenkes RI dalam penanganan gigitan ular dan kasus toksikologi.

[bacajuga berdasarkan="category" mulaipos="2" judul="Baca Juga:"]

Kolaborasi tersebut juga melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Kesehatan Kota Semarang.

Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat jejaring rujukan serta mempercepat penanganan kasus gigitan ular dan toksikologi, baik pada tingkat regional maupun dalam pengembangan jejaring yang lebih luas.

Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang, dr. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B., FISQUa, mengatakan berbagai capaian strategis tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan diri seluruh civitas hospitalia.

Menurutnya, kepercayaan diri yang kuat di lingkungan rumah sakit merupakan salah satu fondasi untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, pelayanan, dan penelitian secara berkesinambungan.

Dengan fondasi tersebut, RSI Sultan Agung diharapkan dapat terus berkontribusi dalam mendukung program-program strategis pemerintah di bidang kesehatan.

YBWSA Dorong Edukasi Kesehatan Lebih Luas

Ketua Umum YBWSA, Prof. Dr. Bambang Tri Bawono, S.H., M.H., menegaskan dukungan yayasan terhadap pengembangan RSI Sultan Agung, termasuk dalam membuka akses pendidikan kesehatan bagi tenaga kesehatan maupun masyarakat umum.

Pendidikan kesehatan tersebut mencakup jalur formal maupun nonformal sehingga pengetahuan mengenai kesehatan dapat semakin mudah diakses oleh masyarakat.

RSI Sultan Agung merupakan salah satu unit usaha strategis di bawah YBWSA. Yayasan tersebut juga menaungi jaringan pendidikan dasar dan menengah, Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), serta berbagai perguruan tinggi dan unit usaha lainnya.

Dalam pengembangan layanan kesehatan, RSI Sultan Agung menyatakan terbuka terhadap kolaborasi dengan organisasi masyarakat, lembaga pemerintah maupun instansi swasta.

Perkuat Peran Rumah Sakit dalam Edukasi dan Toksikologi

Raihan Rekor MURI dalam penyuluhan massal penanganan gigitan ular sekaligus kemitraan dengan Kemenkes RI menjadi bagian dari upaya RSI Sultan Agung memperluas peran rumah sakit.

Tidak hanya berorientasi pada pelayanan medis, RSI Sultan Agung juga menempatkan edukasi, penelitian, dan penguatan ketahanan kesehatan masyarakat sebagai bagian dari pengembangan institusi.

Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, edukasi mengenai penanganan gigitan ular dan kasus toksikologi diharapkan dapat menjangkau masyarakat serta tenaga kesehatan secara lebih luas.

Bagi RSI Sultan Agung, penguatan jejaring toksikologi juga menjadi bagian dari komitmen untuk mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pelayanan, pendidikan, dan penelitian yang terintegrasi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x