x

Pasca Letusan Gunung Merapi dan Panca Roba, Pasien Terkena ISPA di RSUD Brebes Jumlahnya Melonjak

waktu baca 2 menit
Senin, 5 Okt 2026 16:37 64 redaksi

BREBES, Beritafakta.id – RSUD Brebes mencatat lonjakan pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sebesar 30 persen akibat paparan abu vulkanik dan cuaca ekstrem, memicu kepadatan di ruang instalasi gawat darurat sejak awal Oktober.

Pemandangan di lorong Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Brebes pada Senin (5/10/2026) tampak lebih sibuk dari biasanya.

Hilir mudik pasien, mayoritas anak-anak yang digendong orang tuanya dengan wajah cemas, menjadi potret nyata lonjakan kasus kesehatan di kabupaten ini.

Ruang IGD yang berkapasitas 50 tempat tidur bahkan sempat menampung 55 pasien pada pagi hari, memaksa manajemen melakukan pengaturan ekstra cepat.

Wakil Direktur Pelayanan, Pengendalian dan Mutu RSUD Brebes, dr. Aries Suparmiati mengungkapkan, bahwa fenomena ini dipicu oleh faktor alam yang datang bersamaan.

Percikan abu vulkanik pasca-letusan gunung berapi yang terbawa angin, bertemu dengan debu dari kemarau panjang yang belum kunjung usai, menciptakan kombinasi buruk bagi saluran pernapasan warga.

“Kenapa agak spesial kemarin itu diawali waktu gunung meletus, percikan-percikan dari abu vulkanik itu memang memicu terjadinya ISPA. Ditambah kita masih musim kemarau, jadi kelanjutan ISPA itu masih berlangsung sampai sekarang,” ungkap dr. Aries saat ditemui di ruangannya, Senin (5/10/2026.

Menurutnya, kondisi ini diperparah dengan masa transisi atau pancaroba yang memang rutin memicu penurunan daya tahan tubuh.

Menanggapi isu liar di masyarakat mengenai adanya wabah baru, dr. Aries meminta publik tetap tenang.

Ia menegaskan bahwa meski terjadi lonjakan, penyakit ini tidak seberat Covid-19.

Sebagian besar pasien, terutama balita dan lansia, biasanya menunjukkan gejala demam, batuk, dan lemas, namun masa penyembuhannya relatif singkat sekitar tiga hari.

Mengenai kapasitas rumah sakit yang dikabarkan penuh total, pihak manajemen memberikan klarifikasi tegas.

Saat ini, Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur berada di angka 75 persen dari total 381 bed yang tersedia.

Artinya, RSUD Brebes masih dalam kategori aman dan belum menyentuh status overload 100 persen.

“Kalau menolak pasien, tidak ya. Semua tetap kita layani. Tadi pagi memang sempat ada 55 pasien di IGD yang kapasitasnya 50, tapi kami langsung edukasi. Jika ada yang tidak mau menunggu, boleh dirujuk, tapi kalau mau nunggu ya tidak apa-apa karena sirkulasi pasien keluar-masuk terus berjalan,” tambahnya.

Memasuki akhir tahun, tren kenaikan kasus ISPA diprediksi masih akan bertahan hingga awal tahun depan.

Masyarakat diimbau untuk kembali mendisiplinkan penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan memperbanyak konsumsi air putih untuk menetralisir dampak debu serta abu vulkanik.

(Rusmono)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x