Menteri Rini: Penataan KKIP untuk Dorong Kemandirian Industri Pertahanan

Rabu, 6 November 2024 - 13:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, beritafakta.id – Industri pertahanan menjadi salah satu sektor strategis dalam pemerintahan karena erat kaitannya dengan upaya menjaga stabilitas keamanan dan kedaulatan negara. Karenanya perlu dilakukan penguatan aspek tata kelola pada kementerian/lembaga yang mewakili pemerintah untuk mengoordinasikan kebijakan nasional di bidang industri pertahanan, salah satunya Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP).

“Kelembagaan dan SDM Aparatur juga perlu ditata agar KKIP semakin kuat dalam menjalankan fungsinya untuk merumuskan dan mengevaluasi kebijakan mengenai pengembangan dan pemanfaatan Industri Pertahanan,” ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini saat bertemu dengan Penasihat Khusus Presiden urusan Pertahanan Nasional Dudung Abdurachman, di Jakarta, Selasa (05/11).

KKIP memiliki visi mencapai kemandirian pemenuhan kebutuhan alat peralatan pertahanan dan keamanan. Untuk mencapai kemandirian ini, tidak hanya diperlukan industri pertahanan dalam negeri yang maju, namun juga SDM yang mumpuni untuk mendukung pengembangan dan pemanfaatan industri pertahanan.

Penasihat Khusus Presiden urusan Pertahanan Nasional Dudung Abdurachman menyampaikan, Presiden RI Prabowo Subianto dalam beberapa kesempatan menekankan terkait peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional. Peningkatan pertumbuhan ekonomi ini salah satunya bisa dicapai melalui kemandirian industri pertahanan dalam negeri.

“Membangun kemandirian industri pertahanan keamanan nasional menjadi visi KKIP sesuai dengan Undang-Undang No. 16/2012 tentang Industri Pertahanan,” ujar Dudung.

Dudung mengungkapkan, saat ini industri pertahanan Indonesia masih mengalami sejumlah tantangan seperti keterbatasan teknologi, keterbatasan SDM yang kompeten dalam teknologi industri pertahanan, keterbatasan anggaran, hingga masih bergantungnya pada impor untuk pemenuhan alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam).

“Kemandirian industri pertahanan ini diharapkan dapat didorong dengan meningkatkan ekosistem industri pertahanan melalui kolaborasi bersama swasta dan menggalakkan UMKM, sehingga kita tidak bergantung dengan impor,” pungkas Dudung. (*)

Berita Terkait

Prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 407/PK Terima Wejangan Kebangsaan dari Habib Luthfi bin Yahya
Gandeng Pelajar, Polres Brebes Gelar E-Sport Championship 2026, Ratusan Tim Ramaikan Ajang Bergengsi
Pigai Sorot Nasib Pencipta Lagu, RUU Hak Cipta Jadi Harapan Baru
Piyu Desak Revisi UU Hak Cipta, Konser Tak Bisa Lagi Asal Pakai Lagu
Ribuan Warga Serbu Gunungan di HUT ke-455 Banjarnegara, Tradisi Ngalap Berkah Berlangsung Meriah.
Banjarnegara Peringati HUT ke-455, Rekor MURI Dawet Ayu hingga Hiburan Rakyat Meriahkan Perayaan.
Menteri PU: Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 Lebih Aman dan Terkendali.
Kirab 5 Gunungan Semarakkan Puncak Hari Jadi ke-455 Banjarnegara, Warga Tumpah Ruah Rayakan Tradisi.
Berita ini 36 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 20:14 WIB

Prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 407/PK Terima Wejangan Kebangsaan dari Habib Luthfi bin Yahya

Senin, 6 April 2026 - 20:09 WIB

Gandeng Pelajar, Polres Brebes Gelar E-Sport Championship 2026, Ratusan Tim Ramaikan Ajang Bergengsi

Senin, 6 April 2026 - 19:03 WIB

Pigai Sorot Nasib Pencipta Lagu, RUU Hak Cipta Jadi Harapan Baru

Senin, 6 April 2026 - 17:31 WIB

Piyu Desak Revisi UU Hak Cipta, Konser Tak Bisa Lagi Asal Pakai Lagu

Jumat, 3 April 2026 - 11:54 WIB

Ribuan Warga Serbu Gunungan di HUT ke-455 Banjarnegara, Tradisi Ngalap Berkah Berlangsung Meriah.

Berita Terbaru