Dukung Lansia Berdaya dan Pelayanan Inklusif, Kementerian PANRB Kunjungi SL Melati

Rabu, 5 November 2025 - 16:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

beritafakta.id – Sebagai salah satu kelompok rentan, orang lanjut usia didukung untuk terus berdaya, tangguh, serta mendapat pelayanan yang aksesisbel.

Asisten Deputi Perluasan Aksesibilitas dan Pelayanan Inklusif Kementerian PANRB Yanuar Ahmad menyampaikan, hal ini sesui dengan amanat Undang-Undan No. 25/2009 tentang Pelayanan Publik, yakni lansia memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan publik yang ramah, inklusif, dan mudah diakses.

“Jika berbicara terkait inklusif, berarti harus memastikan pelayanan publik aksesibel terhadap kelompok rentan, termasuk di dalamnya yaitu lansia,” ujarnya dalam Kunjungan Kerja ke Sekolah Lansia di Bina Keluarga Lansia (BKL) Melati, Kabupaten Bandung, Selasa (4/11/2025).

Untuk diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Indonesia sudah memasuki era penuaan penduduk sejak 2021, yang ditandai dengan adanya sekitar (10,8%) 29 juta jiwa yang ada di Indonesia termasuk kategori lansia (di atas 60 tahun).

Lebih lanjut Yanuar menyampaikan tujuan kunjungan Kementerian PANRB yakni mendengar masukan dari para siswa di Sekolah Lansia BKL Melati, salah satunya yakni terkait kebijakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program prioritas Presiden. “Nantinya kami akan menjadi penghubung dalam menyampaikan aspirasi para siswa di Sekolah Lansia BKL Melati seperti terkait Program MBG agar dapat diberikan kepada lansia juga,” tutur Yanuar.

Apresiasi juga disampaikan Yanuar kepada penyelenggara Sekolah Lansia dan para kader Bina Keluarga Lansia (BKL) atas dedikasinya dalam memberdayakan para lansia. “Sekolah lansia bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga wadah untuk menumbuhkan semangat hidup sehat, aktif, dan bahagia di usia lanjut,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, melalui kegiatan ini, para lansia tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang kesehatan dan kebugaran, tetapi juga kesempatan untuk berinteraksi, berkarya, dan berbagi pengalaman hidup yang begitu berharga. Menurutnya, program ini merupakan bagian penting dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup lansia.

Kunjungan Sekolah Lansia juga turut dihadiri oleh Direktur Bina Ketahanan Keluarga Lansia dan Rentan, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga serta Perwakilan Direktorat Bina Penempatan Tenaga Kerja Khusus, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas serta Balai Besar Pengembangan dan Perluasan Kerja Lembang Kementerian Ketenagakerjaan.

Dalam kesempatan itu Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dalduk PPA) Kabupaten Bandung Muhammad Hairun menjelaskan, program Sekolah Lansia di Bina Keluarga Lansia (SL-BKL) merupakan bagian penting dari upaya dan kita membangun keluarga yang tangguh berdaya di seluruh siklus kehidupan. “Melalui sekolah lansia, para orang tua dan lanjut usia tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga wadah untuk berinteraksi sosial, beraktivitas produktif, serta menjaga kesehatan fisik dan mental,” ungkapnya.

Diharapkan, kegiatan peninjauan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antar sektor antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah agar model pembelajaran Sekolah Lansia dapat diperluas dan diterapkan di lebih banyak wilayah di Kabupaten Bandung.

Sementara itu, Kepala Sekolah Lansia Melati Sumiati menjelaskan bahwa di sekolah ini para siswa diajarkan cara menghadapi masa tua. Seperti mengelola makanan karena lansia tidak bisa sembarangan makan, dan cara mengelola emosi. “Misalnya kalau tadinya seorang pejabat. Kan nanti post power syndrome, jadi diberikan pelajaran seperti itu,” tuturnya.

Selanjutnya para lansia juga diberikan mata pelajaran olahraga yang diselenggarakan setiap Selasa baik senam lansia, maupun senam pikun atau senam untuk mencegah dimensia.

Sumiati berpesan kepada para lansia untuk tetap semangat dan mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada di masyarakat atau mengikuti sekolah lansia. “Lansia itu memang pasti ya. Tapi tidak berarti lansia itu harus selalu langsung diam langsung diam di rumah itu akan menjadi tambah cepat pikun,” ujarnya.

Selain itu dia juga mengajak para lansia untuk terus memberi manfaat baik kepada keluarga maupun lingkungan sekitar. “Ayo para lansia jangan takut untuk bergerak. Jangan takut untuk terus bersosialisasi karena itu akan membuat perasaan kita lebih muda lagi. Alhamdulillah, mungkin dalam sisa usia kami yang cuma tinggal sedikit lagi mudah-mudahan masih tetap bermanfaat,” pungkasnya.

Berita Terkait

Jakarta Pertamina Enduro Menang Telak 3-0 atas Popsivo Polwan di Proliga 2026
Pertamina Perkuat Kampanye Keberlanjutan Lewat Gerakan Sebar Energi Baik
Koordinasi Menteri PANRB dan BPIP untuk Menyelaraskan RUU Pembinaan Ideologi Pancasila
BULD DPD RI Wanti-wanti Risiko Hukum Penggunaan Dana Desa untuk Koperasi
Pertamina UMK Academy Salurkan Hibah Rp900 Juta untuk 100 UMK Binaan
Beasiswa Patriot Kementerian Transmigrasi Siap Bentuk Generasi Pemimpin untuk Kawasan Transmigrasi
Pemerintah Selaraskan RUU Pembinaan Ideologi Pancasila dengan Arah Kebijakan Nasional
Masa Tinggal Haji Dinilai Terlalu Lama, DPD RI Sebut Bebani Anggaran dan Jemaah Lansia
Berita ini 6 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 14:37 WIB

Jakarta Pertamina Enduro Menang Telak 3-0 atas Popsivo Polwan di Proliga 2026

Minggu, 25 Januari 2026 - 14:31 WIB

Pertamina Perkuat Kampanye Keberlanjutan Lewat Gerakan Sebar Energi Baik

Rabu, 21 Januari 2026 - 15:06 WIB

Koordinasi Menteri PANRB dan BPIP untuk Menyelaraskan RUU Pembinaan Ideologi Pancasila

Rabu, 21 Januari 2026 - 15:00 WIB

BULD DPD RI Wanti-wanti Risiko Hukum Penggunaan Dana Desa untuk Koperasi

Rabu, 21 Januari 2026 - 12:16 WIB

Pertamina UMK Academy Salurkan Hibah Rp900 Juta untuk 100 UMK Binaan

Berita Terbaru