Cegah Banjir, Warga Cakung Barat Tagih Janji Pembangunan Embung dari Pemerintah

Selasa, 11 November 2025 - 20:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Beritafakta.id – Warga Jalan Pool PPD RT 02 RW 07, Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, mendesak pemerintah untuk segera merealisasikan pembangunan embung atau waduk kecil yang telah lama direncanakan sebagai langkah antisipasi banjir di kawasan tersebut.

Meski dalam beberapa tahun terakhir wilayah itu sudah jarang dilanda banjir besar, warga menilai keberadaan embung tetap penting untuk mengendalikan tata air di tengah pesatnya pembangunan infrastruktur dan meningkatnya aktivitas kendaraan berat di sekitar kawasan.

Jainal, salah satu warga yang bekerja di bengkel setempat, mengatakan bahwa genangan air kini memang sudah jauh berkurang, namun muncul persoalan baru berupa debu tebal dan meningkatnya lalu lintas truk proyek setiap hari.

“Kalau banjir sih sudah enggak ada, sudah berkurang banyak. Tapi sekarang debu yang parah banget, bikin sesak. Dulu kendaraan belum banyak, sekarang truk lalu-lalang terus, ditambah orang suka buang puing di pinggir jalan,”
ujarnya kepada Beritafakta.id, Selasa (11/11/2025).

Ia menambahkan, meskipun saluran air dan drainase sudah diperbaiki sejak adanya rencana pembangunan Rumah Sakit Internasional, warga tetap berharap agar pembangunan embung dapat segera diwujudkan untuk memastikan kawasan tetap aman dari risiko banjir musiman.

“Kalau mau dibangun waduk atau embung, saya setuju banget. Cuma harus lihat juga lahannya. Di sini kan tanahnya sudah padat, tapi kalau bisa direalisasikan, bagus banget buat warga,” tambahnya.

Menurut Jainal, lokasi embung bahkan telah di-float atau dipetakan sejak beberapa waktu lalu, namun hingga kini belum ada kejelasan tindak lanjut dari pihak terkait.

“Katanya lokasi embung itu sudah di-float, tapi sampai sekarang kok belum juga dibangun. Seharusnya sudah bisa direalisasikan biar warga tenang dan enggak khawatir banjir datang lagi,” ujarnya dengan nada berharap.

Hal senada disampaikan Nuraini (61), warga lama yang memiliki warung nasi di kawasan tersebut. Ia menilai pembangunan embung seharusnya menjadi prioritas dibanding proyek lain yang tengah berjalan.

“Kalau bisa, embung dulu deh dibangun biar enggak banjir. Rumah sakit nanti aja. Soalnya kalau banjir datang, semua kena dampaknya,” katanya.

Menurut Nuraini, proyek konstruksi besar yang tengah dikerjakan di wilayah Cakung Barat dikhawatirkan dapat mengubah aliran air serta mengurangi daya resap tanah, sehingga embung menjadi solusi penting untuk pengendalian air hujan di masa mendatang.

Seorang petugas PPSU Kelurahan Cakung Barat yang enggan disebutkan namanya juga membenarkan bahwa pembahasan mengenai rencana pembangunan embung sudah masuk dalam agenda kelurahan.

“Sekarang pembangunan makin banyak, air hujan kan butuh tempat resapan. Kalau enggak ada embung, nanti balik lagi banjir seperti dulu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua RT 02 RW 07, Ahmad Nur atau akrab disapa RT Enung, menjelaskan bahwa wilayahnya kini memang sudah terbebas dari banjir besar, namun pembangunan embung tetap masuk dalam rencana tata ruang wilayah bersamaan dengan proyek pelebaran jalan dan pembangunan Rumah Sakit Internasional.

“Dulu sempat ada rapat di kelurahan, bahas soal akses ke rumah sakit dan rencana embung. Jadi nanti jalur kendaraan akan diatur ulang supaya enggak padat. Pelebaran jalan juga sudah masuk rencana,” terangnya.

Ia menambahkan, pekerjaan penguatan turap kali di RT 09 juga merupakan bagian dari program penataan kawasan agar lebih tertata dan tahan terhadap potensi banjir di masa depan.

“Kalau dari petanya sih nanti bagus. Ada turap, ada embung, ada pelebaran jalan juga. Cuma memang sekarang warga paling ngeluh soal debu karena banyak truk dan proyek,” tambahnya.

Warga berharap Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur dan Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta segera menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui survei lapangan dan penetapan lokasi pembangunan embung yang telah direncanakan.

Mereka juga meminta agar pemerintah memperketat pengawasan terhadap aktivitas pembuangan puing liar serta lalu lintas truk berat di sepanjang Jalan Pool PPD yang menimbulkan polusi debu cukup parah.

Meski kondisi lingkungan kini sudah lebih baik dibanding beberapa tahun lalu, warga menegaskan bahwa pembangunan embung tetap menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga kestabilan tata air, terutama menghadapi musim penghujan dan meningkatnya pembangunan di kawasan Cakung Barat.

“Kalau bisa pemerintah cepat realisasikan embung. Sekarang sih aman, tapi siapa tahu nanti banjir balik lagi kalau pembangunan makin banyak,”
pungkas Jainal.

(Red: Bram.S)

Berita Terkait

Wali Kota Tegal Dorong Gerakan Cinta Zakat: Wujudkan Kepedulian, Bangun Kesejahteraan.
Sampah TPS Karang Tengah Overload, Lurah Ungkap Banyak Pembuang dari Luar Wilayah.
Menanam Harapan, Menuai Perubahan : Warga Binaan Rutan Batam Berhasil Panen Selada Dan Timun.
Ketua DPRD Banjarnegara Soroti Persoalan Sampah, Dorong Pengolahan dari Hulu.
Bukit Dibabat Habis Oleh Alat Berat Secara Senyap, Dugaan Pematangan Lahan Ilegal Mencuat.
Dari Gotong Royong TNI dan Warga, Jalan 1700 Kini Menghubungkan Harapan Desa Cikuya.
Baznas Banjarnegara Salurkan Rp1,2 Miliar untuk Warga Prasejahtera, Dorong Kesejahteraan dan Kemandirian Mustahik.
Ratusan Warga Banjarnegara Padati Bazar Pakaian Murah Rp15 Ribu di Pasar Murah Idulfitri.
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 16:54 WIB

Wali Kota Tegal Dorong Gerakan Cinta Zakat: Wujudkan Kepedulian, Bangun Kesejahteraan.

Kamis, 12 Maret 2026 - 14:07 WIB

Sampah TPS Karang Tengah Overload, Lurah Ungkap Banyak Pembuang dari Luar Wilayah.

Kamis, 12 Maret 2026 - 12:23 WIB

Menanam Harapan, Menuai Perubahan : Warga Binaan Rutan Batam Berhasil Panen Selada Dan Timun.

Kamis, 12 Maret 2026 - 11:36 WIB

Ketua DPRD Banjarnegara Soroti Persoalan Sampah, Dorong Pengolahan dari Hulu.

Kamis, 12 Maret 2026 - 11:22 WIB

Bukit Dibabat Habis Oleh Alat Berat Secara Senyap, Dugaan Pematangan Lahan Ilegal Mencuat.

Berita Terbaru