Tinjau Pasar Terban Yogyakarta, Wamen Diana Tekankan Sanitasi Rumah Pemotongan Hewan

Sabtu, 10 Mei 2025 - 17:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

beritafakta.id – Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti meninjau pembangunan/rehabilitasi Pasar Terban di Kota Yogyakarta, Sabtu (10/5/2025). Pembangunan/rehabilitasi Pasar Terban diharapkan dapat meningkatkan fungsi pasar sebagai pusat perdagangan ayam sekaligus rumah pemotongan yang modern dan higienis.

Dalam tinjauannya, Wamen Diana menekankan kepada Direktorat Jenderal Prasarana Strategis dan kontraktor pelaksana untuk memperhatikan sanitasi pada pengelolaan limbah pasar karena Pasar Terban nantinya juga menyediakan rumah pemotongan hewan.

“Saya tekankan sanitasinya, harus diperhatikan saluran drainase, pembuangan dan pengolahan limbahnya, termasuk sampah organik dan anorganiknya. Kalau bangunannya sudah bagus, pasarnya juga harus dijaga kebersihanya, higienis,” kata Wamen Diana.

Pembangunan Pasar Terban menggunakan konsep Green Building atau Bangunan Gedung Hijau (BGH) dengan luas lahan 7.838 m2 dan luas bangunan 4.493 m2. Wamen Diana meminta perlu diantisipasi juga agar pada saat hujan besar, tidak ada tempias atau air tidak masuk ke dalam pasar sehingga menyebabkan adanya genangan air di dalam pasar.

“Karena ini bangunan Gedung hijau pasti banyak bukaan, jadi jangan sampai tempias pada saat ini dioperasikan. Kemiringan-kemiringan juga perlu diperhatikan,” kata Wamen Diana.

Menurut Wamen Diana, secara  progres pekerjaan konstruksi Pasar Terban masih sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan sejak mulai dibangun 18 September 2024 dengan progres fisik 60%. Pasar Terban dibangun 3 lantai dengan kapasitas menampung 505 pedagang.

Renovasi Pasar Terban dilakukan karena sempat mengalami rusak pasca becana tanah amblas di area pasar pada 2021 lalu. Rehabilitasi pasar ini dilaksanakan secara menyeluruh dengan APBN senilai Rp55 miliar dengan kontraktor pelaksana PT Abadi Prima Intikarya dan PT Arss Baru-PT Intimulya Kencana (KSO) sebagai Konsultan Manajemen Konstruksi.

Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas komitmen Kementerian PU melanjutkan pembangunan atau revitalisasi Pasar Terban sebagai upaya mengembalikan daya tarik pasar tradisional. Pasar Terban nantinya akan diperuntukkan sebagai pasar ayam seperti sebelumnya yang merupakan pusat perdagangan ayam/unggas untuk memenuhi kebutuhan wilayah D.I Yogyakarta dan sekitarnya. (*)

Berita Terkait

Sopir Trailer Priok: Kerja Maksimal, Perlindungan Minimal
Wamen PANRB Tekankan Pentingnya Penyelamatan Arsip Negara Pascabencana
Kolaborasi PANRB dan Kemenpora Tingkatkan Kapasitas Aparatur
Hadiri Pemakaman, Kapolri: Pesan Eyang Meri Jadi Inspirasi dan Semangat Keluarga Besar Polri
TPP Ujung Tombak Pembangunan Desa, Wajib Tingkatkan Kapasitas dan Taat Aturan
Menteri PANRB Ajak Ciptakan Birokrasi yang Berpusat pada Masyarakat
Wamen Viva Yoga Ajak Pengusaha Investasi di Transmigrasi
IATPI Dukung Penguatan Tata Kelola Lingkungan Perkotaan Lewat Benyamin S Award 2025
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 Maret 2026 - 02:33 WIB

Sopir Trailer Priok: Kerja Maksimal, Perlindungan Minimal

Kamis, 26 Februari 2026 - 12:14 WIB

Wamen PANRB Tekankan Pentingnya Penyelamatan Arsip Negara Pascabencana

Kamis, 26 Februari 2026 - 12:11 WIB

Kolaborasi PANRB dan Kemenpora Tingkatkan Kapasitas Aparatur

Kamis, 5 Februari 2026 - 00:12 WIB

Hadiri Pemakaman, Kapolri: Pesan Eyang Meri Jadi Inspirasi dan Semangat Keluarga Besar Polri

Selasa, 23 Desember 2025 - 16:48 WIB

TPP Ujung Tombak Pembangunan Desa, Wajib Tingkatkan Kapasitas dan Taat Aturan

Berita Terbaru

Antrean truk kontainer menuju Pelabuhan Tanjung Priok untuk bongkar-muat menimbulkan kemacetan di Jl. Jampea Raya, Jakarta Utara. Di balik klaim fleksibilitas, sopir trailer sebenarnya menunggu tanpa jeda, siap dipanggil kapan saja tanpa kepastian istirahat. (Dok: Project M/Henry)

Berita

Sopir Trailer Priok: Kerja Maksimal, Perlindungan Minimal

Minggu, 1 Mar 2026 - 02:33 WIB