Gubernur Banten dan Dinas Pendidikan, Harus Beri Kebijakan Jangan Sampai Ada Murid Tidak Sekolah

Minggu, 6 Juli 2025 - 16:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alexius Leiley Ketua MCI

Alexius Leiley Ketua MCI

Tangsel, beritafakta.id – Dengan juknis Gubernur Banten tentang sistem SPMB propinsi Banten,menjadi polemik di wilayah Tangerang Selatan khususnya, Alex sebagai ketua umum MCI (media center Indonesia) dan pimpinan media vonisinvestigasi mengatakan sistem yang di buat oleh Gubernur Banten itu sangat baik tapi tidak uji coba dulu atau memikirkan dampak nya.

Pendaftaran SPMB untuk sekolah negeri selalu membludak di wilayah masing masing karena jumlah murid yang tinggal dekat dengan sekolah tersebut sebenar nya bisa tertampung, akan tetapi dengan sistem yang berjalan sekarang kurang transparan.

Nah ini mengakibatkan murid yang dekat dengan sekolah tidak di terima oleh sistem tersebut, jadi harus mendaftar di sekolah yang jauh dari rumah nya, dengan konskwensi mengeluarkan ongkos transportasi dan lain lain.

Sekarang dengan ketidak puasan sistem SPMB tersebut orang tua murid jadi demo di disekolah dan gembok pintu gerbang. Antara lain SMAN 3,SMAN 6,SMAN 10,itu bukti dan jelas masyarakat tidak terima dengan sistem juknis Gubernur Banten Serta DINDIK propinsi banten.kata Alex.

Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 menyisakan dinamika dilapangan, dari ketidak sesuaian data, sistem rayonisasi, hingga keluhan orang tua siswa.

Alex menambah kan agar supaya Gubernur Banten, Bupati, Wali Kota, dan Mendikdasmen Abdul Mu’ti Benahi Sistem PPDB Nasional.

Alex mengeluarkan pernyataan keras terhadap arah kebijakan sistem penerimaan siswa baru (SPMB/PPDB) yang menurutnya kian menjauh dari keadilan pendidikan.

“Saya informasikan Gubernur , Bupati, Wali Kota, Mendikdasmen Abdul Mu’ti untuk tidak menutup mata, dan melihat histori dari sekolah tersebut, karena banyak sekolah di negara ini erat kaitannya dengan masyarakat setempat pada saat pendirian gedung pendidikan tersebut, tentu ini menjadi satu pertimbangan untuk mengambil setiap keputusan oleh Gubernur, Bupati dan Walikota,” ucapnya.

Alex Menambahkan, sistem zonasi yang dominan telah mengorbankan anak-anak yang sebenarnya berprestasi, namun tersingkir karena alamat dan jalur yang tidak memberi ruang adil.

“Yang kaya bisa pilih sekolah yang miskin disuruh ngerti sistem, lalu keadilan itu letaknya di mana,” keluhnya pada sistem pada Pemerintah dan Daerah. Jadi kebijakan  dari Gubernur Banten penting sekali sebab menjaga jangan sampai anak putus sekolah dengan sistem yang di buat.(Alex)

Berita Terkait

Menjaga Malam Ramadan: Wakapolsek Pancoranmas Serukan Perang terhadap Tawuran dan Miras
Gerindra Banjarnegara Rayakan HUT ke-18, Tegaskan Komitmen Kawal Program Presiden dan Ekonomi Lokal
Ramadan 2026: SMSI Tangsel Gaspol Berbagi Takjil, Soliditas Makin Kuat
SDN 2 jlamprang Wonosobo Giat Mujahadah Bersama Guna Bahas Kemajuan Sekolah.
Polda Jateng Godok Program Unggulan “Valet and Ride” di Polres Brebes, Persiapan Mudik Idul Fitri 1447/H
Minim Penerangan Jalan, Ruas Pasar Pekikiran–Brengkok–Karangsalam di Susukan.
BPK Tekankan Integritas dan Continuous Improvement, Pemkab Banjarnegara Perkuat Tata Kelola Pengadaan 2026.
Ibu dan Suaminya Diancam Ditembak dan Dilecehkan oleh Terduga Direktur Perusahaan di Cikarang Utara
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:42 WIB

Gerindra Banjarnegara Rayakan HUT ke-18, Tegaskan Komitmen Kawal Program Presiden dan Ekonomi Lokal

Sabtu, 28 Februari 2026 - 17:04 WIB

Ramadan 2026: SMSI Tangsel Gaspol Berbagi Takjil, Soliditas Makin Kuat

Sabtu, 28 Februari 2026 - 14:25 WIB

SDN 2 jlamprang Wonosobo Giat Mujahadah Bersama Guna Bahas Kemajuan Sekolah.

Sabtu, 28 Februari 2026 - 13:19 WIB

Polda Jateng Godok Program Unggulan “Valet and Ride” di Polres Brebes, Persiapan Mudik Idul Fitri 1447/H

Sabtu, 28 Februari 2026 - 12:17 WIB

Minim Penerangan Jalan, Ruas Pasar Pekikiran–Brengkok–Karangsalam di Susukan.

Berita Terbaru

Antrean truk kontainer menuju Pelabuhan Tanjung Priok untuk bongkar-muat menimbulkan kemacetan di Jl. Jampea Raya, Jakarta Utara. Di balik klaim fleksibilitas, sopir trailer sebenarnya menunggu tanpa jeda, siap dipanggil kapan saja tanpa kepastian istirahat. (Dok: Project M/Henry)

Berita

Sopir Trailer Priok: Kerja Maksimal, Perlindungan Minimal

Minggu, 1 Mar 2026 - 02:33 WIB