Nuansa Nusantara dalam Hari Ke-2 Dieng Culture Festival Ke XV

Rabu, 27 Agustus 2025 - 23:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beritafakta.id, Banjarnegara – Ratusan partisipan Dieng Culture Festival ke XV terlibat dalam kirab budaya mengiringi anak-anak bajang (anak gembel) yang akan dicukur dalam prosesi ritual cukur rambut gimbal di Kompleks Candi Arjuna pada Sabtu, 24 Agustus 2025 lalu.

“Kami berterimakasih terhadap lebih dari 200 partisipan DCF XV sebagai peserta kirab nusantara yang berpakaian adat/daerah masing-masing mengiringi anak-anak gimbal yang dicukur.” Ujar Alif Faozi, Ketua Pokdarwis Dieng Pandawa, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara.

Pada hari minggu tanggal 24 Agustus 2025 lalu, adalah puncak kegiatan festival berupa pencukuran rambut anak bajang. Ada 8 anak yang mengikuti proses ritual cukur rambut dengan berbagai panyuwun (permintaan) sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi sebelum dicukur. Kedelapan anak itu adalah ;

  1. Aisyah Alifah Saefudin dengan permintaan buku belajar komplit & gelang emas,
  2. Adinda Nesya Salsabila dengan permintaan lengger dan handphone,
  3. Faedza Ahmad Al Afghani dengan permintaan mobile remote,
  4. M Ghibran Althaf Dhaifullah dengan permintaan handpone tablet,
  5. Aisyah Rahmadani dengan permintaan baju kembar dan sepeda lipat warna biru,
  6. Yulviana dengan permintaan buah rambutan, jambu air, dan handphone,
  7. Shazfa Shaqyla Saqqenarava dengan permintaan ingkung ayam, ingkung bebeb, handphone dan sepatu roda, dan
  8. Adinda Widjayanti Putri dengan permintaan rambutnya digunting oleh wak iyeng (tokoh adat Dieng).

Sementara itu, dalam keterangan tertulisnya Kementerian Pariwisata Republik Indonesia mendukung penuh penyelenggaraan Dieng Culture Festival (DCF) XV yang berlangsung pada 23–24 Agustus 2025 di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Tahun ini, DCF mengangkat tema “Back to the Culture” sebagai ajakan untuk kembali meresapi nilai-nilai budaya lokal sekaligus mempromosikan kekayaan warisan budaya Dieng kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Kementerian Pariwisata melalui Kepala Bidang Promosi dan Kemitraan Event Daerah, Eni Komiarti, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.

“Dieng Culture Festival XV adalah wujud nyata kolaborasi masyarakat, pemerintah, dan komunitas untuk menjaga warisan leluhur sekaligus menghadirkan pariwisata berkualitas. Festival ini bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana memperkuat ekonomi lokal dan mengangkat nama Dieng ke pentas dunia.” Ujar Eni Komiarti

Dieng Culture Festival tahun 2025 lebih memperbanyak konten seni tradisi dan budaya. Penyelenggara festival dari Kelompok Sadar Wisata Dieng Pandawa menyediakan 4 (empat) venue festival berupa ;

1) Venue Pandawa untuk pameran UMKM, mini stage, dan pertunjukan musik bertajuk Dimfoni Dieng,

2) Venue Gatotkaca untuk booth pedagang tradisional, pertunjukan musik keroncong, seni tradisi, dan ketoprak,

3) Venue Arjuna untuk booth UMKM dan seni tradisi, serta

4) Venue Kompleks Candi Arjuna hanya untuk ritual cukur rambut anak gimbal.

“Kami memilih untuk memperbanyak konten seni dan budaya dalam festival, biarpun acara penerbangan lampion dan pertunjukan musik masih menjadi magnet bagi wisatawan yang hadir ke Dieng.” Ujar Alif Faozi.

Dieng Culture Festival 2025 telah memutuskan untuk tidak menampilkan Jazz Atas Awan, dan menggantinya dengan Orkestra Gamelan yang melibatkan lebih dari 70 musisi dari Yogyakarta. Dan ternyata biarpun tidak lagi menampilkan jazz atas awan, tidak menyurutkan minat wisatawan untuk menikmati pertunjukan musik yang digelar ditengah hawa yang dingin di dataran tinggi Dieng.

“Terimakasih kami pada semua pendukung festival, para partisipan DCF 2025, panitia dan para relawan yang terlibat sehingga kegiatan festival kita berjalan dengan lancar. Kami juga mohon maaf atas kekurangan dalam penyelenggaraan festival.” Kata Budhi Hermanto selaku Koordinator Operasional DCF 2025, sekalius founder Jazz Atas Awan.

Editor : Hermawan

Sumber Berita : Disparbud Banjarnegara

Berita Terkait

Blora Punya 1.600 Sumur Rakyat, Bisakah Minyaknya Benar-Benar Terserap Pertamina?
Kecelakaan Tunggal di Kalimanah, Polisi Evakuasi Korban ke Rumah Sakit
“Kita Sudah Bonyok Semua”: Wakil Rektor UIN Walisongo Bicara Blak-blakan soal Kasus Kekerasan Seksual
Dosen Diduga Terlibat Kekerasan Seksual, PSGA UIN Walisongo: Korban Jangan Takut Bicara!
Ratusan Kambing PE Kaligesing Unjuk Gigi di Banjarnegara
Tuntaskan 100 Titik Edukasi, SMART 171 Luncurkan Buku dalam Milad 1 Dekade
Halalbihalal Ikatan Keluarga Canduang Koto Laweh Pererat Silaturahmi Perantau Minang di Kodam Jaya
HK Mengajar Dimulai dari Riau, Hutama Karya Siap Sambangi Lebih Banyak Kota
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:18 WIB

Blora Punya 1.600 Sumur Rakyat, Bisakah Minyaknya Benar-Benar Terserap Pertamina?

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:22 WIB

Kecelakaan Tunggal di Kalimanah, Polisi Evakuasi Korban ke Rumah Sakit

Selasa, 12 Mei 2026 - 08:26 WIB

“Kita Sudah Bonyok Semua”: Wakil Rektor UIN Walisongo Bicara Blak-blakan soal Kasus Kekerasan Seksual

Selasa, 12 Mei 2026 - 02:16 WIB

Dosen Diduga Terlibat Kekerasan Seksual, PSGA UIN Walisongo: Korban Jangan Takut Bicara!

Senin, 11 Mei 2026 - 15:56 WIB

Ratusan Kambing PE Kaligesing Unjuk Gigi di Banjarnegara

Berita Terbaru