Wamen Viva Yoga: Desa Mandiri, Kunci Pemerataan Ekonomi

Minggu, 5 Oktober 2025 - 16:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

beritafakta.id – Dulu jalan di sini berupa tanah sehingga bila melintas naik sepeda motor juga harus membawa potongan kayu berukuran kecil (utik) untuk membersihkan lumpur yang menempel di ban. Setelah mengusulkan kepada Kementerian Transmigrasi (Kementrans) agar jalan diaspal dan dikabulkan, akhirnya jalan yang dulunya sulit dilewati menjadi mudah dan lancar.

Ungkapan demikian disampaikan oleh Subur saat sambung rasa dengan Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi di gedung kesenian desa transmigrasi lokal (translok),  Dusun Karang Tengah, Kapanewon, Imogiri, Kabupaten Bantul, Provinsi Yogyakarta, 4/10/2025.

Subur merupakan salah satu kepala keluarga di antara 100 kepala keluarga yang menempati desa translok. Di antara transmigran, ada warga dari luar Imogiri, juga ada resettlement dari Aceh, Papua, Poso, dan Sampit.

Dalam sambung rasa, Subur lebih lanjut mengatakan sebagai orang Jawa yang masih melestarikan kesenian gamelan, transmigran berharap gedung kesenian juga direnovasi.

Viva Yoga mendengar aspirasi secara terbuka dari tiga orang dari puluhan transmigran yang hadir dalam sambung rasa. Mereka ingin infrasruktur jalan, sarana umum, dan mushola mendapat perhatian. “Saya hadir di sini untuk bersilaturahmi dan monitor desa translok”, ujarnya. “Semua akan direnovasi secara bertahap”, ujarnya.

Dikatakan jalan dan mushola di Karang Tengah telah dibangun oleh Kementrans agar aktivitas masyarakat menjadi produktif. “Gedung kesenian juga akan kita renovasi agar para transmigran bisa melestarikan dan mengembangkan budaya leluhur”, ujarnya.

Dirinya bangga warga di sana memiliki mata pencaharian sebagai pengrajin keris, camilan jambu mete dan keripik tempe. “Camilan yang dibuat rasanya enak”, ungkapnya. Semua jenis UMKM itu juga akan mendapat bantuan dan perhatian dari Kementrans. “Bantuan diberikan agar UMKM bisa menjadi lebih besar”, harapnya.

Di masa Presiden Prabowo Subianto di mana transmigrasi dijadikan kementerian tersendiri, salah satu tujuannya adalah untuk ikut merealisasikan Program Asta Cita. Disebut salah satu point itu adalah membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan. “Dengan Asta Cita kita bina dan rawat desa translok di Karang Tengah”, ujarnya.

Dirinya senang transmigran di sana sudah merasa hidup nyaman, tentram, dan aman sehingga tidak ada yang mau pindah ke tempat yang lain. Disebut transmigrasi dilakukan selain untuk mensejahterakan masyarakat, mengentaskan kemiskinan, menciptakan sentra tanaman pangan untuk mendukung swasembada beras, juga untuk memperkuat NKRI.

Berita Terkait

Bupati Amalia Ajak PKS Perkuat Barisan Politik Pembangunan Banjarnegara.
278 Pelajar Ikuti Tes Kesehatan dan Parade Seleksi Paskibraka Banjarnegara 2026.
Peringati Hari Jadi ke-455 Banjarnegara, Blesscon Dukung Baznas Gelar Khitan Massal Gratis
Terpilih Secara Aklamasi, Herkusnadi Nahkodai FPTI Brebes 2026 – 2030
Warga Keluhkan Merasa Sulit Pakai Mobil Siaga Desa, Digunakan Untuk Keperluan
Lebaran Golok Setu Babakan: Tradisi Tak Sekadar Tajam, Tapi Penuh Makna yang Dalam
Pelantikan DPK BKPRMI Ciputat Timur, Perkuat Peran Pemuda Masjid
Perpenka 59 Tahun: Silaturahmi Tak Putus, Pengabdian Terus Mengalir
Berita ini 10 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 17:45 WIB

Bupati Amalia Ajak PKS Perkuat Barisan Politik Pembangunan Banjarnegara.

Senin, 13 April 2026 - 17:38 WIB

278 Pelajar Ikuti Tes Kesehatan dan Parade Seleksi Paskibraka Banjarnegara 2026.

Senin, 13 April 2026 - 16:56 WIB

Peringati Hari Jadi ke-455 Banjarnegara, Blesscon Dukung Baznas Gelar Khitan Massal Gratis

Senin, 13 April 2026 - 15:12 WIB

Terpilih Secara Aklamasi, Herkusnadi Nahkodai FPTI Brebes 2026 – 2030

Senin, 13 April 2026 - 15:07 WIB

Warga Keluhkan Merasa Sulit Pakai Mobil Siaga Desa, Digunakan Untuk Keperluan

Berita Terbaru