Banjarnegara – BeritaFakta.ID (23 Oktober 2025)
Proses penjaringan perangkat Desa Pagak, Kecamatan Purwareja Klampok, Kabupaten Banjarnegara, berjalan lancar dan transparan. Dari hasil ujian tertulis dan komputer, peserta bernama Dwi Prasetyo berhasil meraih nilai tertinggi total 111, disusul oleh Nida Faoziatun Husna di posisi kedua dengan total nilai 94.
Kegiatan penjaringan ini dilaksanakan untuk mengisi kekosongan jabatan Kepala Dusun (Kadus) I Banjar Anyar, yang selama ini belum terisi. Acara tersebut dihadiri oleh Forkopimca Purwareja Klampok, Kepala Desa Pagak Sudarwo, panitia pelaksana, BPD Pagak, tokoh masyarakat, serta keluarga para peserta.
Dwi Prasetyo: Siap Mengabdi untuk Masyarakat
Usai diumumkan sebagai peraih nilai tertinggi, Dwi Prasetyo menyampaikan rasa syukurnya kepada awak media. Ia berkomitmen akan mengabdikan diri sepenuhnya kepada masyarakat jika kelak resmi dilantik sebagai Kadus.
“Bagi saya, pengabdian kepada masyarakat adalah prioritas utama. Saya akan berupaya memberikan yang terbaik untuk lingkungan, memajukan kesejahteraan warga, dan terus mendorong kemajuan ekonomi masyarakat,” ujar Dwi Prasetyo di Aula Kantor Desa Pagak.
Dwi, yang merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Nahdlatul Ulama (UNU), mengaku sangat berkesan mengikuti proses seleksi perangkat desa.
“Tesnya memang cukup sulit. Kebetulan saya baru saja lulus kuliah dengan skripsi tentang Undang-Undang Desa dan BUMDes. Jadi pengalaman itu cukup membantu saya dalam menjawab soal ujian,” tambahnya.
Harapan Kepala Desa dan Panitia
Kepala Desa Pagak Sudarwo menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta yang telah mengikuti penjaringan dengan semangat tinggi. Ia juga berpesan agar Dwi sebagai calon Kadus terpilih mampu berinovasi dan berbaur dengan masyarakat.
“Kami berharap formasi ini bisa memperkuat pelayanan desa. Untuk peserta yang belum berhasil, semoga sukses di kesempatan lain. Sementara bagi yang terpilih, semoga dapat mengemban amanah masyarakat, berinovasi, dan beradaptasi dengan perkembangan zaman,” ungkap Sudarwo.
Sementara itu, Sobirin, ketua panitia pelaksana penjaringan perangkat desa, menjelaskan bahwa proses seleksi berjalan sesuai prosedur.
“Mulai dari pembuatan naskah soal, ujian tertulis, ujian komputer, hingga penjumlahan nilai dan perangkingan dilakukan secara terbuka. Hasil akhir menunjukkan peringkat pertama atas nama Dwi Prasetyo dan kedua Nida Faoziatun Husna,” terang Sobirin.
Ia menambahkan bahwa panitia penjaringan dibentuk pada 25 September 2025 melalui musyawarah desa (Musdes), dengan jumlah panitia sebanyak tujuh orang. Pendaftaran dibuka sejak 29 September hingga 16 Oktober 2025, dan diikuti oleh 11 peserta.
“Semua tahapan sudah berjalan sesuai jadwal dan mekanisme yang berlaku,” pungkas Sobirin.
(Laporan: Bas / BeritaFakta.ID)






