beritafakta.id – PT Pertamina (Persero) menyatakan kesiapan penuh mengawal perjalanan masyarakat selama arus mudik dan balik Idulfitri 1447 Hijriah. Komitmen itu ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Perayaan Idulfitri 1447 H yang digelar di Auditorium Mutiara STIK-PTIK, Jakarta, Senin (2/3).
Rakor tersebut dihadiri Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, serta sejumlah pimpinan lembaga terkait.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, mengatakan melalui Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI) 2026, pihaknya memastikan setiap pemudik mendapatkan akses energi dengan mudah dan nyaman, baik selama perjalanan maupun saat berada di kampung halaman.
“Fokus utama kami adalah memberikan ketenangan bagi masyarakat. Seluruh fasilitas operasional Pertamina akan bekerja 24 jam untuk menjamin ketersediaan BBM, LPG, dan avtur tetap terjaga di tengah lonjakan mobilitas,” ujar Simon dalam keterangan tertulis, Selasa (3/3/2026).
Berdasarkan data historis dan koordinasi lintas fungsi, Pertamina memproyeksikan konsumsi gasoline naik sekitar 12 persen selama periode Ramadan dan Idulfitri. Konsumsi LPG diperkirakan meningkat 4 persen dan avtur 2,8 persen, sementara gasoil diproyeksi menurun seiring berkurangnya aktivitas logistik berat.
Untuk mengantisipasi kenaikan tersebut, Pertamina memperkuat ketahanan stok BBM nasional pada level rata-rata 21 hingga 23 hari per 1 Maret 2026.
Simon merinci, terdapat empat pilar layanan utama yang disiapkan. Pertama, penguatan stok BBM, LPG, dan avtur di seluruh titik pasok dengan monitoring kualitas dan kuantitas secara berkala. Kedua, layanan di wilayah atensi seperti jalur tol, rest area, bandara, pelabuhan, dan kawasan wisata yang berpotensi mengalami lonjakan mobilitas.
Ketiga, pelaksanaan berbagai aktivitas Ramadan dan program promosi melalui layanan digital MyPertamina. Keempat, layanan tambahan berupa Serambi MyPertamina sebagai fasilitas istirahat pemudik di titik strategis, lengkap dengan motoris BBM dan LPG serta layanan darurat.
“Kami menyiagakan 2.074 SPBU yang beroperasi 24 jam di jalur utama dan area dengan kepadatan kendaraan tinggi, 6.300 agen LPG, serta 200 unit mobil tangki sebagai suplai cadangan,” jelas Simon.
Selain itu, Pertamina menyiapkan 64 titik Kios Pertamina Siaga dan layanan modular di wilayah yang belum memiliki SPBU permanen maupun kawasan wisata.
Penguatan suplai difokuskan di koridor Sumatra-Jawa, jalur Trans Jawa, hingga konektivitas Kalimantan-Sulawesi. Pertamina juga menyiapkan buffer stock di wilayah rawan bencana, serta pengiriman lebih awal dan monitoring intensif untuk daerah terpencil dan kepulauan.
“Seluruh langkah ini adalah bentuk pengabdian kami agar masyarakat dapat menjalankan tradisi mudik dan merayakan Idulfitri bersama keluarga dengan tenang dan aman,” tutupnya.






