Hutama Karya Dukung UMK Difa Ecoprint Kembangkan Produksi Ramah Lingkungan di Cilacap

Rabu, 12 November 2025 - 20:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cilacap, 12 November 2025 — PT Hutama Karya (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) melalui pendekatan berkelanjutan. Melalui program “HK Peduli Kreatif”, perusahaan pelat merah ini meresmikan Rumah Produksi Difa Ecoprint di Kecamatan Cilacap Tengah, Jawa Tengah, Selasa (11/11).

Fasilitas ini dibangun sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Hutama Karya, dengan tujuan memperkuat kapasitas produksi kain ramah lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Teknik ecoprint yang digunakan Difa Ecoprint memanfaatkan bahan alami seperti daun, bunga, dan tumbuhan untuk mencetak motif di atas kain, menggantikan pewarna kimia yang berpotensi mencemari lingkungan.

EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menegaskan bahwa dukungan ini bukan hanya bentuk bantuan fisik, melainkan strategi keberlanjutan jangka panjang untuk mendorong kemandirian pelaku UMK.

“Kami ingin pelaku usaha mikro di daerah memiliki daya saing tinggi, berinovasi, dan tetap menjaga keseimbangan lingkungan. Ecoprint menjadi wujud nyata kreativitas yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi,” ujarnya.

Rumah produksi Difa Ecoprint kini dilengkapi ruang pelatihan, area kerja, serta tempat pamer produk yang diharapkan menjadi pusat edukasi masyarakat terkait pentingnya produksi ramah lingkungan. Selain meningkatkan kapasitas produksi, fasilitas ini juga berfungsi sebagai tempat pelatihan bagi para perajin baru.

Pemilik Difa Ecoprint, Titi Fauziati, menyampaikan bahwa pembangunan rumah produksi ini memberi dampak besar terhadap perkembangan usahanya.

“Dukungan dari Hutama Karya membantu kami meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi. Kami kini juga bisa memperluas pelatihan bagi warga sekitar agar semakin banyak yang ikut terlibat,” tuturnya.

UMK Difa Ecoprint sendiri telah berhasil memberdayakan puluhan warga lokal, dengan rata-rata produksi mencapai 150 lembar kain ecoprint per bulan. Hasilnya mampu menambah pendapatan rumah tangga sekitar Rp1,5 juta per bulan.

Motif ecoprint Difa Ecoprint menonjolkan kekayaan alam lokal, seperti daun jati, jarak, ketapang, pucuk merah, dan bunga telang, yang menghasilkan warna alami dan unik. Keunikan tersebut menjadi nilai tambah produk yang kini mulai dilirik pasar nasional.

Peresmian rumah produksi turut dihadiri oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Cilacap, Camat Cilacap Tengah, serta Duta Pariwisata Kabupaten Cilacap. Acara juga diramaikan dengan workshop ecoprint bersama PAUD Pusporini, sebagai bagian dari edukasi lingkungan bagi generasi muda.

Program ini menjadi bagian dari komitmen Hutama Karya untuk mendukung Asta Cita pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).

Melalui inisiatif ini, Hutama Karya menegaskan perannya sebagai agen pembangunan ekonomi hijau, yang tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Jelang Operasi Patuh 2026, Korlantas Optimalkan Perangkat ETLE Yang Dimiliki, Baik ETLE Statis, ETLE Mobile Handheld, Maupun ETLE Drone Patrol Presisi
Panitia SILATBAR PALIKO 2026 Gelar Rapat Pleno Persiapan
Siap Gelar Operasi Patuh Candi 2026 di Purbalingga
Presiden Prabowo Ingatkan Mitra MBG, Ayam Tidak Boleh Dipotong Lebih dari 14 Bagian
Kejagung Geledah Kantor Badan Gizi Nasional di Kebon Sirih
Operasi Patuh Candi 2026 Segera Digelar, Polda Jateng Fokus Tingkatkan Kesadaran dan Keselamatan Pengguna Jalan
Upacara Hari Lahir Pancasila di Mapolres Purbalingga, Satu Personel Naik Pangkat dan Tiga Purnabakti
Kebakaran Usaha Laundry di Makasar, Kerugian Ditaksir Capai Rp200 Juta
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:02 WIB

Jelang Operasi Patuh 2026, Korlantas Optimalkan Perangkat ETLE Yang Dimiliki, Baik ETLE Statis, ETLE Mobile Handheld, Maupun ETLE Drone Patrol Presisi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 13:46 WIB

Panitia SILATBAR PALIKO 2026 Gelar Rapat Pleno Persiapan

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:20 WIB

Siap Gelar Operasi Patuh Candi 2026 di Purbalingga

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:16 WIB

Presiden Prabowo Ingatkan Mitra MBG, Ayam Tidak Boleh Dipotong Lebih dari 14 Bagian

Rabu, 3 Juni 2026 - 12:57 WIB

Kejagung Geledah Kantor Badan Gizi Nasional di Kebon Sirih

Berita Terbaru

Umum

Kpercayaan Masyarakat Kembali di Pertanyakan

Minggu, 7 Jun 2026 - 09:15 WIB