Pompa Air Tenaga Surya Jadi Solusi Lahan Tadah Hujan di Kecamatan Susukan

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Kecamatan Susukan

Foto: Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Kecamatan Susukan

Banjarnegara, BeritaFakta.id – Teknologi ramah lingkungan berupa Pompa Air Tenaga Surya (PATS) kini menjadi solusi bagi lahan pertanian tadah hujan di Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara. PATS tersebut telah terpasang di Dusun Gondang, Dusun I RT 04/RW 01, Desa Derik, dan mulai dirasakan manfaatnya oleh para petani setempat.

Ketua Kelompok Tani Maju Makmur, Siswoyo, mengungkapkan bahwa sebelum adanya PATS, para petani mengalami kesulitan besar dalam pengairan lahan, terutama saat musim kemarau.

“Dulu kami sangat prihatin, karena lahan pertanian di sini hanya mengandalkan air hujan. Untuk menyiram tanaman, kami menyedot air dari sungai dengan cara manual. Itu pun hanya untuk tanaman palawija, khususnya jagung. Kami bahkan belum berani menanam padi,” ungkap Siswoyo, Selasa (13/1/2025).

Siswoyo menjelaskan, berkat pendampingan dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Susukan, kelompok tani akhirnya mendapatkan bantuan PATS lengkap dengan pembuatan sumur bor serta instalasi pipa pada tahun 2025.

“Sekarang air sudah lebih dari cukup. Lahan yang sebelumnya hanya mengandalkan hujan kini bisa ditanami padi. Meski masih tahap uji coba, sistem pompa tenaga surya ini sudah mampu mengaliri sawah dengan baik,” imbuhnya.

Ia juga memaparkan proses pemasangan PATS, mulai dari pengeboran hingga instalasi pompa dan panel surya.

“Sumur dibor sedalam kurang lebih 20 meter oleh tenaga dari Pageralang, Banyumas. Bangunan sumur dikerjakan secara swadaya oleh warga, sedangkan pemasangan pompa dan panel surya dilakukan oleh teknisi dari Surabaya. Yang jelas, sistem ini sangat hemat karena tidak menggunakan listrik PLN, jadi tidak perlu membeli token listrik,” jelasnya.

Terkait spesifikasi teknis dan biaya pemasangan, Siswoyo mengaku tidak mengetahui secara rinci. Namun, ia memastikan kualitas dan debit air yang dihasilkan sangat memadai.

“Pompa ini mulai difungsikan sekitar September 2025. Airnya jernih, debitnya stabil, dan mampu mengalir melalui saluran drainase menuju lahan sawah. Selama lebih dari satu bulan berjalan, pengairan sangat mencukupi,” katanya.

Kelompok Tani Maju Makmur yang berdiri sejak tahun 2009 tersebut juga rutin menggelar pertemuan anggota. Dalam forum tersebut, berbagai gagasan kreatif terus bermunculan, mulai dari rencana budidaya ikan air tawar hingga pemanfaatan air untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat sekitar.

Keberadaan Pompa Air Tenaga Surya ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta menjadi contoh pemanfaatan energi terbarukan bagi wilayah lain yang memiliki lahan tadah hujan.(Bas)

Berita Terkait

Wujudkan Financial Freedom, Pemkab Brebes Bekali ASN Hadapi Purna Tugas
Kolaborasi CSR Hadirkan 10 Rumah Sejuta Harapan, Rumah Layak Huni di Brebes
Makin Rawan di Kabupaten Bekasi, SDN Sukaraya 01 Dibobol Maling, Kerugian Capai Puluhan Juta
Desa Jatilawang Terimbas Angin Puting Beliung, 20 Rumah Milik Warga Mengalami Kerusakan
Menteri PPPA Minta Maaf, Tegaskan Fokus Penanganan Trauma dan Perlindungan Anak Korban Tragedi Kreta Api Bekasi Timur
Praktik Culas Absensi Fiktif ASN Pemkab Brebes Berjalan Sejak 2024
Diduga Kerusakan Kelistrikan, Mobil Warga Terbakar Saat Mesin Dipanasi Pemilik
Polres Matangkan Strategi Pengamanan dan TFG Antisipasi Membludaknya Jamaah, Hadirnya Gus Iqdam di Brebes
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 19:20 WIB

Wujudkan Financial Freedom, Pemkab Brebes Bekali ASN Hadapi Purna Tugas

Kamis, 30 April 2026 - 19:18 WIB

Kolaborasi CSR Hadirkan 10 Rumah Sejuta Harapan, Rumah Layak Huni di Brebes

Kamis, 30 April 2026 - 12:24 WIB

Makin Rawan di Kabupaten Bekasi, SDN Sukaraya 01 Dibobol Maling, Kerugian Capai Puluhan Juta

Kamis, 30 April 2026 - 09:09 WIB

Menteri PPPA Minta Maaf, Tegaskan Fokus Penanganan Trauma dan Perlindungan Anak Korban Tragedi Kreta Api Bekasi Timur

Kamis, 30 April 2026 - 09:04 WIB

Praktik Culas Absensi Fiktif ASN Pemkab Brebes Berjalan Sejak 2024

Berita Terbaru