Banjarnegara, Berita Fakta.id — Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kali Jati resmi menyusun agenda kerja untuk meningkatkan pengelolaan destinasi Botanical Garden Hill di Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara. Pokdarwis tersebut sebelumnya dilantik oleh Penjabat Sekretaris Daerah Banjarnegara bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Banjarnegara, Kamis (22/1/2026).
Ketua Pokdarwis Kali Jati, Jaa Widhar, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan rencana kerja jangka menengah dan jangka panjang yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa melalui pengembangan sektor pariwisata.
“Tujuan utama kami adalah memajukan kesejahteraan masyarakat Desa Purwasaba serta membangun komunitas yang positif, khususnya bersama para pemuda dan tokoh masyarakat. Kami berharap wisata ini bisa berkembang dan membuka lapangan pekerjaan,” ujar Jaa Widhar, Sabtu (24/1/2026).
Ia menjelaskan, pembentukan Pokdarwis Kali Jati merupakan gagasan dari Kepala Desa Purwasaba, Welas Yuni Nugroho atau HoHo, sebagai upaya mengoptimalkan potensi alam desa yang memiliki hamparan persawahan luas dan pemandangan alami yang menarik.
“Potensi alam di Purwasaba sangat bagus, terutama view persawahannya. Jika dibandingkan dengan wisata lain di sekitar, kawasan ini punya daya tarik kuat dari sisi lanskap,” katanya.
Terkait program kerja, Jaa Widhar menyebutkan bahwa terdapat tiga agenda utama yang akan segera dijalankan. Pertama, menyelesaikan pembangunan fasilitas kafe. Kedua, menggelar berbagai event, termasuk lomba untuk anak-anak sekolah dasar pada Februari mendatang. Ketiga, menjalin komunikasi dengan pihak-pihak penyandang dana atau investor terdekat guna mendukung pengembangan wisata secara berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, Pokdarwis juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat sekitar agar merasa memiliki dan ikut menjaga destinasi wisata tersebut.
“Kami mengajak warga berperan aktif. Fondasi utamanya adalah menumbuhkan rasa cinta terhadap desa sendiri. Teman-teman Pokdarwis juga kami dorong saling memberi semangat agar visi dan misi bisa tercapai,” jelasnya.
Namun demikian, Jaa Widhar mengakui bahwa tantangan terbesar saat ini adalah keterbatasan anggaran.
“Tantangan utama kami adalah dana. Ke depan, kami berharap bisa bekerja sama dengan investor terdekat. Selain itu, perbedaan pandangan juga menjadi tantangan tersendiri yang harus dikelola dengan baik,” ujarnya.
Meski baru terbentuk sekitar dua hingga tiga bulan, Pokdarwis Kali Jati telah menyiapkan berbagai rencana pengembangan wahana, seperti playground, mandi bola, persewaan mobil-mobilan, trampolin, serta fasilitas rekreasi lainnya.
“Beberapa pihak juga sudah menawarkan dukungan CSR, salah satunya dari Bank Mandiri. Untuk ke depan, kami fokus melengkapi wahana agar lebih menarik,” tambahnya.
Keberadaan Botanical Garden Hill dinilai telah memberikan dampak positif bagi perekonomian warga. Sejumlah warung milik masyarakat mulai bermunculan di sekitar kawasan wisata, sementara berbagai event rutin seperti Pasar Canggu setiap Minggu turut menggerakkan UMKM lokal dengan sajian kuliner tradisional khas Purwasaba.
Saat ini, Pokdarwis Kali Jati memiliki 19 anggota yang terlibat langsung dalam pengelolaan wisata. Para pengelola memperoleh penghasilan dengan kisaran Rp1,5 juta hingga Rp3 juta per bulan, tergantung pada tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Dengan berbagai agenda tersebut, Pokdarwis Kali Jati diharapkan mampu menjadi motor penggerak pengelolaan wisata yang profesional, berkelanjutan, serta berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Purwasaba.(bas)






