Hari Jadi ke-455 Banjarnegara, 45.500 Warga Pecahkan Rekor MURI Minum Dawet Ayu Terbanyak

Kamis, 26 Februari 2026 - 21:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fhoto: Momentum Gebyar Hari jadi Kabupaten Banjarnegara ke 455 tahun, Mencatat rekor MURI 45 ribu lima ratus orang minum dawet ayu.(Dok.Kominfo).

Fhoto: Momentum Gebyar Hari jadi Kabupaten Banjarnegara ke 455 tahun, Mencatat rekor MURI 45 ribu lima ratus orang minum dawet ayu.(Dok.Kominfo).

Banjarnegara, Berita Fakta.id – Peringatan Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banjarnegara yang jatuh pada Kamis (26/2/2026) berlangsung meriah dengan konsep berbeda. Bertepatan dengan bulan Ramadan, panitia menggelar pemecahan rekor nasional dan dunia bersama Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melalui aksi minum Dawet Ayu Banjarnegara terbanyak.

Sebanyak 45.500 peserta ambil bagian dalam kegiatan minum dawet ayu secara serentak. Jumlah ini mengantarkan Banjarnegara mencatatkan rekor minum dawet terbanyak di tingkat nasional maupun dunia.

Tetap Meriah di Tengah Ramadan, Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana menegaskan bahwa pemerintah daerah merancang peringatan hari jadi tetap semarak tanpa mengurangi kekhusyukan Ramadan.

“Tentunya hari ini adalah Hari Jadi Kabupaten Banjarnegara yang ke-455, bertepatan dengan bulan Ramadan. Kami bersama panitia menyusun rangkaian kegiatan yang tetap menghadirkan kebahagiaan, namun tidak memberatkan masyarakat yang ingin ikut meramaikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa panitia telah memulai rangkaian kegiatan sejak beberapa hari sebelumnya. Pemecahan rekor MURI menjadi penanda puncak tahap awal peringatan, sementara puncak utama akan digelar pada awal April 2026 setelah Idulfitri.

“Hari ini dipuncaki dengan pemecahan rekor MURI minum dawet terbanyak, baik tingkat nasional maupun dunia, sebanyak 45.500 peserta. Sedangkan puncak hari jadinya akan dilaksanakan di awal April setelah Lebaran,” jelasnya.

Dorong Cinta Produk Lokal dan UMKM

Amalia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar seremoni. Pemerintah ingin mengajak masyarakat mencintai produk lokal sebagai bagian dari identitas daerah.

“Harapan kami, ini menjadi semangat baru untuk bersama-sama mencintai Kabupaten Banjarnegara, salah satunya dengan mencintai produk lokal,” katanya.

Panitia juga menggelar berbagai agenda lain, seperti pertunjukan budaya, hiburan rakyat, pemeriksaan kesehatan gratis, dan sunatan massal. Pemerintah akan mempublikasikan informasi lengkap rangkaian acara secara bertahap.

Menariknya, panitia tidak memusatkan kegiatan minum dawet ayu di alun-alun kota. Mereka menyebarkan kegiatan ini secara serentak di 20 kecamatan se-Banjarnegara. Strategi ini memperluas partisipasi masyarakat sekaligus memberdayakan pelaku UMKM dawet ayu.

“Alhamdulillah, kegiatan ini tidak terpusat di kota, tetapi tersebar di 20 kecamatan. Insyaallah sudah merangkul seluruh UMKM penggiat dawet ayu di Banjarnegara,” ungkapnya.

Dawet Ayu Ikon Kuliner Khas Banjarnegara, Dawet ayu dikenal sebagai kuliner khas Banjarnegara yang telah populer secara nasional. Melalui momentum hari jadi, pemerintah ingin memperkuat posisi dawet ayu sebagai ikon budaya sekaligus penggerak ekonomi daerah.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama melestarikan ciri khas Banjarnegara. Dengan mencintai produk lokal, itu menunjukkan rasa cinta kita terhadap kabupaten tercinta ini,” pungkasnya.

Dengan kolaborasi lintas kecamatan dan dukungan ribuan warga, peringatan Hari Jadi ke-455 Banjarnegara tidak hanya mencatatkan rekor di panggung nasional, tetapi juga mempertegas identitas daerah di tengah suasana Ramadan yang penuh kebersamaan.

Penulis : Baskoro

Editor : azizah

Berita Terkait

Halal Bihalal Bupati Banjarnegara Bersama BUMDESMA, Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas.
Menteri PANRB Dukung Penguatan Kelembagaan dan Tata Kelola di Basarnas
PBI BPJS Kesehatan Nonaktif, Komite III DPD RI Soroti Pasien Penyakit Kronis
Kementrans dan 10 PTN Bangun Papua, Wamen Viva Yoga: Perlu Pendekatan Adaptif dan Berbasis Kebutuhan Lokal
Mendes Yandri Ajak Insan Pendidikan di Kabupaten Serang Kolaborasi Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Desa
Latih 135 Calon Pengurus, Disperindagkop Banjarnegara Tekankan Transparansi Keuangan Koperasi
Jakarta Jadi Kota Terpadat di Dunia, “Sesak Napas” di Puncak Daftar PBB
Janji Haji Kilat Berujung Petaka, Calon Jemaah Bekasi Kehilangan Rp600 Juta
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 20:41 WIB

Halal Bihalal Bupati Banjarnegara Bersama BUMDESMA, Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas.

Selasa, 14 April 2026 - 18:25 WIB

Menteri PANRB Dukung Penguatan Kelembagaan dan Tata Kelola di Basarnas

Selasa, 14 April 2026 - 18:21 WIB

PBI BPJS Kesehatan Nonaktif, Komite III DPD RI Soroti Pasien Penyakit Kronis

Selasa, 14 April 2026 - 18:16 WIB

Kementrans dan 10 PTN Bangun Papua, Wamen Viva Yoga: Perlu Pendekatan Adaptif dan Berbasis Kebutuhan Lokal

Selasa, 14 April 2026 - 18:07 WIB

Mendes Yandri Ajak Insan Pendidikan di Kabupaten Serang Kolaborasi Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Desa

Berita Terbaru