Jakarta Jadi Kota Terpadat di Dunia, “Sesak Napas” di Puncak Daftar PBB

Selasa, 14 April 2026 - 13:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beritafakta.id — Jakarta kini benar-benar duduk di singgasana kota terpadat di dunia. Data dari Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat hampir 42 juta jiwa menghuni wilayah ini. Angka itu membuat Jakarta seperti paru-paru kota yang dipaksa bekerja tanpa jeda, tarik napas, buang napas, tapi tak pernah benar-benar lega.

Lebih lanjut, jumlah tersebut melampaui Dhaka dan Tokyo yang masing-masing berada di posisi kedua dan ketiga. Dhaka menampung sekitar 36,6 juta orang, sementara Tokyo mencatat 33,4 juta jiwa. Dengan demikian, Jakarta bukan sekadar padat, ia berubah menjadi stadion raksasa yang terus dijejali penonton tanpa pintu keluar.

Dhaka Mengejar, Persaingan Kian Panas

Di sisi lain, Dhaka terus menekan. Kota ini melompat agresif dari posisi kesembilan dan kini tampil sebagai pesaing serius. Bahkan, PBB memprediksi Dhaka bisa merebut posisi puncak pada 2050. Ibarat pembalap, Dhaka mulai memanaskan mesin dan bersiap menyalip di tikungan terakhir.

Sementara itu, arus urbanisasi mendorong pertumbuhan Jakarta dan Dhaka secara bersamaan. Warga desa terus bergerak ke kota untuk mencari peluang ekonomi.

Di Bangladesh, misalnya, masyarakat tidak hanya mengejar pekerjaan, tetapi juga menghindari tekanan bencana iklim seperti banjir dan kenaikan permukaan laut. Dengan kata lain, perpindahan ini mengalir seperti air yang mencari celah deras, tak terbendung, dan kadang membawa risiko di belakangnya.

Ancaman Jakarta: Tenggelam Perlahan

Namun demikian, Jakarta menghadapi ancaman yang tak kalah serius. Penurunan tanah dan kenaikan muka laut terus menghantui kota ini.

Para peneliti memperkirakan seperempat wilayah Jakarta akan berada di bawah permukaan air pada 2050. Ironisnya, di saat kota ini semakin padat, sebagian wilayahnya justru perlahan tenggelam—seperti kapal besar yang kelebihan muatan.

Selain itu, laju pertumbuhan Jakarta belum menunjukkan tanda melambat. PBB memperkirakan populasi kota ini akan bertambah sekitar 10 juta orang dalam 25 tahun ke depan.

Artinya, kepadatan hari ini baru sebatas “pemanasan”. Tekanan sesungguhnya masih menunggu di depan—diam, tapi pasti.

Metodologi Baru Ubah Peta Kota Dunia

Sebagai catatan, laporan ini menggunakan pendekatan baru untuk menyelaraskan ukuran kota di berbagai negara. Peneliti menghitung kota berdasarkan aglomerasi grid berjarak satu kilometer dengan kepadatan minimal 1.500 orang dan total populasi setidaknya 50 ribu jiwa.

Dengan pendekatan tersebut, peta persaingan kota global ikut berubah. Beberapa kota mengalami lonjakan, sementara yang lain harus rela tergeser.

Lebih jauh lagi, metode ini juga menyoroti kota seperti Teheran. Kota ini menampung sekitar 9 juta penduduk, namun menghadapi krisis air serius hingga pemerintah menerapkan pembatasan distribusi. Kondisi itu terasa seperti keran yang harus diputar pelan, di tengah rasa haus yang tak kunjung reda.

Daftar Kota Terpadat Dunia

Berikut daftar kota terpadat berdasarkan laporan tersebut:

  • Jakarta, Indonesia: 41,9 juta penduduk
  • Dhaka, Bangladesh: 36,6 juta penduduk
  • Tokyo, Jepang: 33,4 juta penduduk
  • New Delhi, India: 30,2 juta penduduk
  • Shanghai, China: 29,6 juta penduduk
  • Guangzhou, China: 27,6 juta penduduk
  • Manila, Filipina: 24,7 juta penduduk
  • Kolkata, India: 22,5 juta penduduk
  • Seoul, Korea Selatan: 22,5 juta penduduk

Kota Besar dan “Ledakan Sunyi”

Pada akhirnya, kota-kota besar dunia tidak lagi sekadar memamerkan gedung tinggi dan lampu gemerlap. Sebaliknya, mereka kini berlomba mengelola “ledakan sunyi” bernama kepadatan penduduk.

Jika tidak terkendali, kepadatan itu bisa berubah dari kekuatan menjadi beban—seperti napas yang terlalu penuh, lalu perlahan berubah menjadi sesak.

Penulis : YUDI PURWANTO

Berita Terkait

Dukung DOB Papua Tengah, Kementerian PU Pacu Pembangunan Kantor Gubernur, DPRD, dan MRP
HUT Kedua DePA-RI, Momentum Konsolidasi Organisasi Dari Pusat Sampai ke Daerah
Resmi Ditangani Kemenkeu, Nasib Whoosh Masuki Babak Baru
KM Mutiara Sentosa II Terbakar di Perairan Sumenep, Proses Evakuasi Penumpang Berlangsung
Meggie Hadiyanto Hadirkan Delapan Dewi dan Srikandi dalam Soft Opening Sira Village Bali
Lawan Pengaruh Negatif terhadap Anak dengan Membangun Kesadaran Diri
Kejari Banjarnegara Tahan Eks Pimpinan Cabang BPR BKK Mandiraja, Pastikan Dana Nasabah Aman
Presiden Prabowo: Pamong Praja Muda IPDN Harus Jadi Pelayan Rakyat dan Garda Terdepan Pengabdian
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:02 WIB

Dukung DOB Papua Tengah, Kementerian PU Pacu Pembangunan Kantor Gubernur, DPRD, dan MRP

Minggu, 9 Agustus 2026 - 07:30 WIB

HUT Kedua DePA-RI, Momentum Konsolidasi Organisasi Dari Pusat Sampai ke Daerah

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:53 WIB

Resmi Ditangani Kemenkeu, Nasib Whoosh Masuki Babak Baru

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:26 WIB

KM Mutiara Sentosa II Terbakar di Perairan Sumenep, Proses Evakuasi Penumpang Berlangsung

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:20 WIB

Meggie Hadiyanto Hadirkan Delapan Dewi dan Srikandi dalam Soft Opening Sira Village Bali

Berita Terbaru