TPA Winong Terapkan Pirolisis dan Komposting, Perkuat Model Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular

Kamis, 26 Februari 2026 - 14:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fhoto :Proses pemilahan sampah organik dan anorganik conveyor sebelum pemprosesan menjadi petasol atau bio solar dari limbah plastik.(Dok.Kominfo).

Fhoto :Proses pemilahan sampah organik dan anorganik conveyor sebelum pemprosesan menjadi petasol atau bio solar dari limbah plastik.(Dok.Kominfo).

Banjarnegara, Beritafakta.id – TPA Winong di Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, mempercepat transformasi pengelolaan sampah berbasis teknologi. Pengelola menerapkan mesin pirolisis untuk limbah plastik dan mengoptimalkan produksi kompos dari sampah organik.

Langkah ini mendorong sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.

Fokus Pemilahan Sampah dari Sumber, Pengelola TPA Winong memulai perubahan dari tahap pemilahan. Petugas memisahkan sampah organik dan anorganik sejak awal proses.

Petugas mengolah sampah organik menjadi kompos. Mereka menyalurkan kompos untuk mendukung pertanian dan penghijauan. Di sisi lain, petugas memanfaatkan sampah plastik sebagai bahan baku mesin pirolisis.

Kepala UPT TPA Winong, Andar Wahono, menjelaskan cara kerja teknologi tersebut. Mesin memanaskan plastik dalam suhu tinggi dengan sedikit oksigen. Proses ini memecah struktur kimia plastik dan menghasilkan fraksi cair yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar.

“Untuk sampah organik masih kami olah menjadi kompos. Sedangkan sampah anorganik digunakan untuk alat pirolisis yang menghasilkan BBM,” ujar Andar, Kamis (25/2/2026).

Mesin Pirolisis Tekan Timbunan Plastik, TPA Winong mengoperasikan mesin pirolisis untuk mengurangi akumulasi sampah plastik. Teknologi ini membantu mengubah limbah menjadi energi alternatif seperti petasol atau biosolar.

Namun, pengelola belum mengoperasikan mesin setiap hari. Keterbatasan tenaga operasional masih menjadi kendala utama.

“Saat ini mesin baru beroperasi tiga hari sekali. Kendala utama adalah keterbatasan tenaga operasional. Kami masih kekurangan personel untuk menjalankan mesin secara rutin setiap hari,” jelasnya.

Pengelola kini berupaya menambah personel agar mesin dapat beroperasi lebih sering dan maksimal.

Kompos Dukung Pertanian dan Lingkungan Kepala DPPKPLH Banjarnegara, Herrina Andri Hastuti, menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong pengembangan kompos sebagai strategi utama pengurangan sampah.

“Upaya ini merupakan bagian dari strategi pengurangan sampah menuju sistem pengelolaan yang lebih berkelanjutan dan terintegrasi,” ujarnya.

Dinas mengarahkan pemanfaatan kompos untuk kebutuhan pertanian lokal. Langkah ini memperkuat ketahanan lingkungan sekaligus mendukung ekonomi masyarakat.

Menuju Sistem Pilah–Olah–Manfaatkan, TPA Winong membangun paradigma baru dalam pengelolaan sampah. Pengelola tidak lagi mengandalkan pola lama “kumpul–angkut–buang”. Mereka menerapkan sistem “pilah–olah–manfaatkan” yang memberi nilai tambah ekonomi.

Ke depan, pengelola akan memperkuat kapasitas SDM dan fasilitas pendukung. Dengan dukungan tersebut, TPA Winong dapat meningkatkan frekuensi produksi bahan bakar dari limbah plastik.

Langkah ini diharapkan mampu menekan timbunan sampah plastik di Banjarnegara secara lebih sistematis dan berkelanjutan, sekaligus memberi manfaat ekonomi yang terukur bagi masyarakat.

Penulis : Baskoro

Editor : azizah

Berita Terkait

Flashback 1996: Proyek Jalan Tol Kalimalang, Solusi Macet Jakarta–Bekasi yang Tertunda
Safari Ramadan di Aula Kecamatan Kaliwungu, Polisi Gandeng Stakeholder Antisipasi Perang Sarung
Ngabuburit Bareng Warga Negarayu, Paramitha Dengarkan Keluh Kesah Lansia
Reses BULD DPD RI, Aspirasi Pendidikan Hingga Badan Guru Nasional Diserap
Tuntaskan Daerah Tertinggal, Mendes Yandri Tegaskan Perlu Kolaborasi
Panen Raya Susukan Diproyeksikan Surplus, Stok Beras Jelang Idul Fitri Dinilai Aman.
Rokok Diduga Ilegal Marak Beredar di Denpasar dan Kuta
Budi Mulyawan Dorong Theater Mini untuk Perkuat Ekosistem Film Pendek Nasional
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 16:21 WIB

Flashback 1996: Proyek Jalan Tol Kalimalang, Solusi Macet Jakarta–Bekasi yang Tertunda

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:43 WIB

Safari Ramadan di Aula Kecamatan Kaliwungu, Polisi Gandeng Stakeholder Antisipasi Perang Sarung

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:37 WIB

Ngabuburit Bareng Warga Negarayu, Paramitha Dengarkan Keluh Kesah Lansia

Kamis, 26 Februari 2026 - 14:46 WIB

TPA Winong Terapkan Pirolisis dan Komposting, Perkuat Model Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular

Kamis, 26 Februari 2026 - 12:07 WIB

Reses BULD DPD RI, Aspirasi Pendidikan Hingga Badan Guru Nasional Diserap

Berita Terbaru